This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 24 Agustus 2026

BPJS Kesehatan Cabang Palembang Pastikan Data Peserta Terhubung dalam Integrasi Skrining TB Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

 

Palembang — Integrasi penemuan kasus tuberkulosis (TB) dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Palembang diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk memastikan data kependudukan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersambung agar masyarakat yang ditemukan membutuhkan layanan dapat segera memperoleh penanganan.

kegiatan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di lokus Puskesmas Sukarami, Jl Perindustrian II Joglo - Sukarami Indah RT 08 RW 03 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Kota Palembang, Senin 24 Agustus 2026 juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus.

BPJS Kesehatan Cabang Palembang turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama pemangku kepentingan terkait. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan koneksi data Peserta JKN, sehingga hasil penelusuran dan pemeriksaan kesehatan dapat didukung dengan data peserta yang sesuai.

Kunjungan kerja kedua wakil menteri tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penemuan kasus TB yang terintegrasi dengan CKG di wilayah Kota Palembang. 

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya sinkronisasi data antar lembaga agar masyarakat tidak mengalami kendala ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Data Dukcapil harus sinkron agar ketika terhubung ke BPJS Kesehatan tidak menimbulkan kendala bagi masyarakat. Karena itu, dalam kegiatan seperti ini perlu ada Dukcapil, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan, terutama ketika dilakukan pengecekan data peserta PBI,” ujar Benyamin.

Bagi masyarakat, keterhubungan data tersebut dapat memberikan manfaat langsung. Ketika identitas kependudukan, data kepesertaan JKN, dan informasi terkait layanan kesehatan dapat terhubung dengan baik, petugas di lapangan memiliki dasar data yang lebih akurat untuk menentukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Integrasi skrining TB ke dalam Program CKG juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia sekaligus langkah untuk memperkuat implementasi strategi eliminasi TB.

Melalui pendekatan terintegrasi, penemuan kasus TB tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan masyarakat yang teridentifikasi dapat terhubung dengan sistem pelayanan dan dukungan yang dibutuhkan. Hal ini menjadi penting mengingat penanganan TB membutuhkan kesinambungan mulai dari penemuan kasus, diagnosis, pengobatan hingga pemantauan kepatuhan pasien menjalani terapi.

Kehadiran BPJS Kesehatan dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sisi pelayanan dari proses integrasi tersebut. Dengan dukungan koneksi data kepesertaan JKN, proses identifikasi peserta dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi bersama Dukcapil dan instansi terkait.

“Validasi data Peserta itu sangat penting, untuk itu kami selalu mengedukasi Peserta JKN untuk segera melapor jika terdapat perubahan data. Terlebih sudah banyak kanal administrasi yang dapat diakses oleh masyarakat, seperti Whatsapp Pandawa di nomor 0811-8165-165, Aplikasi Mobile JKN. Loket BPJS Kesehatan juga ada di Mal Pelayanan Publik, jadi ini tentunya dapat membantu Masyarakat dalam mengurus data administrasi,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Muhammad Fakhriza yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Syska Mayasari.

Dengan integrasi CKG dan tracing TB yang didukung data lintas sektor, upaya menemukan kasus secara lebih dini diharapkan dapat semakin efektif sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh penanganan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun layanan kesehatan yang lebih terhubung dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Kota Palembang. 

Editor : Manda

Share:

Minggu, 23 Agustus 2026

Kasrem 044/Gapo Ikuti Jalan Santai, Senam Bersama dan Lomba Gembira di Pemprov Sumsel


Penrem 044/Gapo 23 Agustus 2026

Palembang – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kasrem 044/Gapo mengikuti kegiatan Jalan Santai, Senam Bersama dan Lomba Gembira yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumsel tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan peserta dari kalangan ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta masyarakat sekitar turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang. Para peserta menempuh rute yang telah ditentukan dengan suasana penuh keakraban, sebelum kembali ke halaman Kantor Gubernur Sumsel sebagai titik finish.

Usai jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Suasana semakin meriah dengan digelarnya berbagai lomba gembira yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Selain rangkaian olahraga dan perlombaan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran perumahan bersubsidi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya memberikan informasi dan kemudahan akses kepada masyarakat. (Manda)

Share:

Ditjen Pajak dan Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pemalsuan Meterai, Potensi Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun


​JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat pemalsuan meterai bernilai puluhan miliar rupiah. Operasi pengungkapan yang berlangsung pada 24 Juni hingga 2 Juli di lima wilayah—DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara—menetapkan 16 orang sebagai tersangka.

​Para tersangka memiliki berbagai peran, mulai dari produsen, distributor, pelaku daur ulang, hingga penjual secara langsung maupun melalui platform marketplace.

​Poin-Poin Utama Pengungkapan Kasus:

​Skala Operasi dan Barang Bukti: Selama setahun terakhir, sindikat ini diperkirakan telah menjual 4.007.334 keping meterai palsu dengan omzet mencapai Rp40,07 miliar. Dalam penggerebekan, petugas mengamankan 3.438.541 keping meterai siap edar serta mesin cetak berkapasitas 900.000 keping per 10 hari.

​Potensi Kerugian Negara: Total barang bukti fisik dan potensi produksi dari bahan baku yang ditemukan (mencapai lebih dari 33 juta keping per gulung) diperkirakan mencapai 103,4 juta keping meterai. Hal ini berpotensi merugikan negara hingga Rp1,034 triliun.

​Dampak terhadap Penerimaan Negara: Bea meterai merupakan salah satu instrumen penerimaan perpajakan yang dikenakan atas dokumen seperti surat perjanjian, akta notaris, atau dokumen transaksi di atas Rp5 juta dengan tarif Rp10.000 per dokumen. Peredaran meterai palsu secara langsung menghilangkan potensi penerimaan yang seharusnya masuk ke kas negara untuk pembiayaan infrastruktur dan program publik.

​Pemerintah terus mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu membeli meterai dari saluran resmi guna menghindari penggunaan barang ilegal yang merugikan penerimaan negara. (Red)

Share:

11 Personel Subsatgas Tulung Selapan Tangani Karhutla di Lahan Gambut PT Samora


OGAN KOMERING ILIR — Polda Sumatera Selatan melalui Subsatgas Polres Ogan Komering Ilir Posko Tulung Selapan mengerahkan personel gabungan dalam Operasi Aman Nusa II untuk memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal PT Samora, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Pemadaman dipimpin Padal IPDA Herman Colt, S.H., bersama 11 personel Subsatgas Posko Tulung Selapan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB untuk menangani lahan terbakar seluas lebih kurang 2 hektare.

Petugas melakukan penyisiran dan pemadaman langsung pada satu titik api. Proses pemadaman menghadapi kendala karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, sehingga api di bawah permukaan tanah sulit dipadamkan sepenuhnya.

Kasatgas Ops Aman Nusa II Polda Sumsel bersama jajaran kepolisian resort terus memantau kesiapan operasional personel di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk mempercepat penanggulangan karhutla di tingkat kewilayahan.


Penanganan tersebut diarahkan untuk menghentikan perambatan api serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar. Kehadiran personel di lokasi juga menjadi bagian dari upaya penanganan titik rawan karhutla.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen institusi dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. "Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Nandang.

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada posko terdekat apabila menemukan tanda-tanda karhutla agar dapat ditangani dengan cepat.

Operasi penanganan karhutla terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Sumatera Selatan. (Manda)

Share:

Kamis, 20 Agustus 2026

Begal Sadis Tewaskan Wanita di Palembang Ditangkap di Mata Merah

PALEMBANG, 20 Agustus 2026 — Tim Satreskrim Polrestabes Palembang bergerak cepat membekuk AM (26), tersangka aksi pembegalan sadis yang menewaskan seorang wanita di Kertapati. Pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Mata Merah dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026), mengungkapkan bahwa tindak kejahatan tersebut menimpa korban ADPL (21) pada Rabu (19/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Jenderal Sabihi Darwis, area TPA II Kertapati. Korban tewas setelah diadang dan dijatuhkan dari sepeda motornya oleh tersangka AM yang beraksi bersama rekannya menggunakan senjata tajam jenis parang.

"Kami pasti menindak tegas segala bentuk kejahatan yang merenggut nyawa warga," tegas Kombes Pol. Sonny di Mapolrestabes Palembang.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti:

 * Kendaraan: 1 unit Honda Beat biru (milik korban) dan 1 unit Honda Vario merah (milik pelaku)

 * Pakaian & Perlengkapan: 1 lembar kaos hitam, 1 celana pendek jins biru, dan 1 pasang sandal jepit hitam

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, tim Opsnal saat ini masih melakukan pengejaran intensif terhadap satu pelaku lainnya berinisial IP alias T yang telah resmi ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pihak kepolisian meminta pelaku IP untuk segera menyerahkan diri. (Manda)

Share:

Usut Tuntas Kekerasan Pelajar di Demang Lebar Daun, Polrestabes Palembang Amankan 3 Tersangka dan Senpira

​PALEMBANG — Kepolisian Resort Besar Palembang bertindak cepat dan tegas dalam mengusut tuntas insiden kekerasan fisik yang menimpa seorang pelajar SMKN 2 Palembang berinisial EFR (17). Langkah penegakan hukum ini disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi didampingi Kasat Reskrim AKBP M Jedi P serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palembang dalam konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Kamis (20/8/2026) sore.

​Peristiwa tindak pidana penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) di kawasan Lorong Gotong Royong, Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Kejadian bermula saat korban berpapasan dengan rombongan oknum pelajar dari beberapa SMK. Tanpa provokasi yang jelas, rombongan tersebut melakukan penendangan terhadap sepeda motor korban serta tindakan pemukulan secara bersama-sama.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan visum et repertum dari pihak medis, korban EFR mengalami luka fisik yang cukup signifikan, di antaranya dua titik luka lecet pada area bahu kanan serta memar dan lecet pada bagian leher belakang yang membentang hingga ke punggung.

​Hasil Penyidikan & Penetapan Tersangka

​Menindaklanjuti insiden yang sempat viral di media sosial tersebut, jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang bergerak cepat mengamankan sembilan orang yang berada di lokasi kejadian guna menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil gelar perkara dan pendalaman peran masing-masing pihak, penyidik secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

​Tersangka Utama: MA, MAA, dan AP (Proses hukum ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang).

​Status Saksi: 6 orang (MF, MIA, RYH, MB, MBR, dan MDA).

​Barang Bukti Disita: Satu potong kaos hitam bergambar elang putih, satu jaket hoodie warna ungu, satu jaket hoodie warna merah, serta satu buah obeng bergagang kuning-hitam.

​Ancaman Pidana: Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat (1) juncto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda maksimal Rp72 juta.

​Pengungkapan Senjata Api Rakitan (Senpira)

​Selain menuntaskan kasus di Demang Lebar Daun, Kapolrestabes Palembang juga mengungkap keberhasilan jajaran kepolisian dalam mengamankan seorang pelajar lain yang kedapatan membawa senjata api rakitan (senpira) jenis revolver beserta satu butir amunisi aktif saat berkonvoi.

​Pelajar tersebut berhasil diringkus petugas di bedeng kontrakannya di wilayah Silaberanti, Jakabaring, Palembang, pada Selasa (18/8/2026). Petugas turut menyita satu unit sepeda motor yang dipergunakan pelaku saat aksi konvoi di jalanan. Penindakan tegas ini merupakan bagian dari razia cipta kondisi guna mencegah potensi bentrokan balasan.

​Langkah Mitigasi & Jaminan Hak Pendidikan Anak

​Guna mencegah dampak perkelahian antarsekolah serta rencana aksi balasan yang sempat diisukan pada Senin (17/8/2026), Polrestabes Palembang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dan Kota Palembang telah menerapkan langkah mitigasi terpadu di sekolah-sekolah.

​Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP M Jedi P, menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan tetap memperhatikan masa depan para remaja yang terlibat:

​"Kami tetap mendasari bahwa masa depan anak itu tetap menjadi yang paling pokok. Jangan sampai masa depan anak terhenti, terutama dalam bidang pendidikannya, meskipun proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan."

​Pihak Dinas Pendidikan Prov. Sumsel melalui Kabid SMK, Likwanyu, menegaskan bahwa imbauan pembinaan dan pengawasan bersama orang tua terus diperkuat melalui Surat Edaran rutin. Bagi siswa yang tersangkut peradilan, hak belajar tetap dijamin melalui skema alternatif seperti perpindahan sekolah, Kejar Paket C, maupun skema pendidikan afiliasi selama proses peradilan. Sementara itu, pihak sekolah seperti SMK Gajah Mada melalui Waka Kesiswaan Dedi Anwar juga menegaskan sanksi tegas berupa pengembalian siswa bermasalah kepada orang tua jika terbukti melakukan pelanggaran berat. (Manda)

Share:

Duta Budaya Muda Italia dan Jepang Tiba di Palembang, Disdik Sumsel Dorong Persahabatan Antarnegara

​PALEMBANG — Keberagaman budaya Indonesia kembali menjadi daya tarik bagi dunia internasional. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd., secara resmi menerima audiensi pengurus Bina Antarbudaya Chapter Palembang bersama dua siswa pertukaran pelajar internasional asal Italia dan Jepang.

​Kedua pelajar asing tersebut, Matia Agnola (Italia) dan Teta Yotsuya (Jepang), akan menetap dan menimba ilmu di Kota Palembang untuk mempelajari kebudayaan lokal serta menjalin interaksi sosial dengan masyarakat Sumatera Selatan.

​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Ibu Mondyaboni, menekankan pentingnya ruang pembelajaran lintas budaya bagi perkembangan karakter generasi muda di era globalisasi.

​"Pendidikan tidak hanya membuka pintu menuju masa depan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal dunia dan membangun persahabatan tanpa batas. Melalui program ini, para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mendalami budaya daerah. Indonesia kaya akan tradisi di 38 provinsi, dan kekayaan inilah yang patut kita perkenalkan ke mancanegara," tegas Mondyaboni.

​Kehadiran Matia dan Teta di Bumi Sriwijaya menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan pemuda dari berbagai belahan dunia. Selain memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar asing, program ini turut membuka ruang bagi pelajar lokal Sumsel untuk memperluas wawasan internasional serta memperkenalkan kearifan lokal ke tingkat dunia.

​Sinergi antara Dinas Pendidikan Sumatera Selatan dan Bina Antarbudaya Chapter Palembang ini diharapkan dapat terus berlanjut guna melahirkan pemuda yang berkarakter, berdaya saing global, dan siap melampaui batas bahasa maupun negara.

​Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia, dari Indonesia menuju dunia. (Manda)

Share:

Disdik Sumsel Bergerak Cepat Redam Disinformasi Antarpelajar & Tingkatkan Pengawasan Ruang Digital



PALEMBANG, 20 AGUSTUS 2026 — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan peserta didik di Kota Palembang, berada dalam kondisi aman, tenang, dan sepenuhnya terkendali. Langkah cepat telah diambil untuk meredam rumor serta disinformasi yang sempat beredar di berbagai platform media sosial seperti grup WhatsApp, Instagram, hingga Facebook mengenai dugaan aksi balasan antarpelajar.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Likwanyu, mengonfirmasi bahwa narasi provokatif yang berseliweran di media sosial beberapa hari terakhir tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

 "Alhamdulillah, Kota Palembang aman dan nyaman. Pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu, daerah kita kondusif dan tidak dikotori oleh hal-hal negatif seperti yang dikhawatirkan atau terjadi di daerah lain," ujar Likwanyu saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).

Langkah Strategis dan Taktis Disdik Sumsel

Sebagai bentuk komitmen menjaga ruang pendidikan yang aman dan kondusif, Disdik Sumsel telah merumuskan dan menjalankan sejumlah langkah strategis:

 * Penerbitan Surat Edaran Terpadu:

   Disdik Sumsel menerbitkan Surat Edaran resmi kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan (SMA/SMK/SLB) se-Sumatera Selatan. Sekolah diwajibkan menindaklanjuti edaran tersebut dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada para orang tua/wali murid.

 * Pengawasan Ketat Orang Tua di Ruang Digital:

   Disdik menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi dan memantau aktivitas gawai (smartphone) anak-anak mereka agar tidak mudah terpancing, terprovokasi, atau ikut menyebarkan konten provokatif di media sosial.

 * Patroli Gabungan Lintas Sektor (TNI & Polri):

   Sinergi intensif dibangun bersama Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, dan unsur TNI dengan menggiatkan patroli gabungan berskala besar pada malam tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026.

 * Penyebaran Satgas Khusus Sekolah:

   Tim Satgas Ketertiban Sekolah dikerahkan ke lapangan untuk memantau titik-titik kumpul potensial para pelajar guna mencegah dan memutus potensi timbulnya gangguan keamanan.

Pergeseran Dinamika Konflik Remaja: Dari Fisik ke Proksi Digital

Dalam keterangannya, Likwanyu menjelaskan bahwa fenomena insiden antarremaja belakangan ini lebih banyak dipicu oleh pergerakan di dunia maya ketimbang gesekan fisik langsung. Kemudahan teknologi digital membuat eskalasi emosi antarpeserta didik mudah terbangun secara virtual hanya dalam hitungan detik.

"Kalau dulu tawuran terjadi karena kesinggungan langsung atau mempertahankan jati diri secara fisik, sekarang cukup disulut sedikit melalui digital lewat WhatsApp. Padahal faktanya di lapangan tidak sebesar narasi yang dibesar-besarkan di media sosial," jelasnya.

Imbauan Literasi Digital dan Penanaman Karakter Pelajar

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan berpesan kepada seluruh pelajar di Sumatera Selatan agar senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menyaring setiap informasi secara kritis (saring sebelum sharing).

Disdik Sumsel mengingatkan bahwa sekolah adalah wadah pembentukan karakter, etika, dan keilmuan, bukan arena unjuk kekuatan atau ajang mencari siapa yang paling pemberani.

"Sekolah ini adalah wadah tempat kita memperdalam ilmu untuk mencari masa depan yang lebih baik. Mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa dan generasi penerus kita. Mari kita jaga bersama iklim belajar yang aman dan menyejukkan," pungkas Likwanyu. (Manda)

Share:

Gebyar PAUD Palembang Jadi Momentum Perkuat Fondasi Karakter Anak Sejak Dini


PALEMBANG — Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026) di Kota Palembang.

Kegiatan yang dibuka Bunda PAUD Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, S.Ag., tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi anak-anak PAUD, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya.

Keceriaan anak-anak dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan pada usia dini tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Bermain, berekspresi, berinteraksi dan menunjukkan kreativitas merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anak.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Andalusia, S.Pd., M.M., mengatakan pendidikan pada jenjang PAUD memiliki posisi strategis karena menjadi tahap awal dalam membangun berbagai kemampuan dasar anak.

“PAUD bukan hanya tentang bagaimana anak bisa membaca atau berhitung. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri dan bagaimana anak belajar berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Andalusia.

Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan juga harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing anak.

Karena itu, ia mendorong agar satuan PAUD terus menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan tidak memberikan tekanan kepada anak.

“Anak-anak harus merasa senang ketika datang ke sekolah. Dari rasa nyaman dan bahagia itu, mereka akan lebih mudah mengeksplorasi kemampuan serta mengembangkan kreativitasnya,” katanya.

Andalusia juga menilai dukungan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini. Pendidikan yang diberikan di sekolah perlu diperkuat dengan pola pengasuhan dan pendampingan yang baik di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak berada pada usia dini.

“Kalau kita ingin menyiapkan generasi yang berkualitas, maka fondasinya harus dibangun sejak dini. Anak-anak perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman, perhatian dan kasih sayang,” tegas Affan.

Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar ramah terhadap anak.

Menurut Affan, peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana lingkungan pendidikan telah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh.

“Jangan sampai kita hanya mengejar kemampuan akademik. Anak juga harus memiliki karakter, keberanian, kreativitas, kepedulian dan kemampuan bersosialisasi. Inilah yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Affan berharap momentum Gebyar PAUD dapat memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas.

Ia menambahkan, investasi terbesar untuk masa depan Kota Palembang bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif dan memiliki karakter kuat.

“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan Palembang. Maka tugas kita sekarang adalah memastikan mereka mendapatkan fondasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Melalui Gebyar PAUD HAN 2026, semangat membangun pendidikan yang ramah anak diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus diwujudkan dalam proses pendidikan sehari-hari di seluruh satuan PAUD di Kota Palembang. (Manda)

Share:

Lantik Tiga Kepala KUA, Kakanwil Kemenag Sumsel Minta Tingkatkan Profesionalisme dan Komunikasi


Palembang (Kemenag Sumsel) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, melantik tiga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dalam rangka rotasi serta penyegaran tugas ini berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (20/8/2026).

Tiga pejabat yang resmi dilantik tersebut adalah Imam Izharyanto sebagai Kepala KUA Ujan Mas Kabupaten Muara Enim, Herwansyah sebagai Kepala KUA Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, serta Ali Alatas sebagai Kepala KUA Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara). Turut mendampingi, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta jajaran pengurus dan para Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel.

 Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menegaskan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme dalam menjalankan amanah pimpinan di tingkat kecamatan.

“Kepala KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Saya berpesan agar para Kepala KUA yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan profesional, disiplin, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait di wilayah kerjanya,” tegas Syafitri Irwan.

Syafitri menambahkan bahwa komunikasi dan sinergi yang harmonis di tingkat lokal akan sangat membantu menyukseskan tugas Kepala KUA serta memaksimalkan pelayanan keagamaan Kementerian Agama bagi masyarakat luas.

Menanggapi arahan tersebut, mewakili pejabat yang baru dilantik, Imam Izharyanto menyatakan kesiapannya untuk segera beradaptasi dan mengeksekusi program kerja di wilayah tugas baru.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami siap memperkuat sinergi dengan stakeholder kecamatan, membenahi kualitas layanan, dan memastikan masyarakat merasakan langsung kemudahan pelayanan di KUA,” ujar Imam usai prosesi pelantikan.

Momen pelantikan ini menjadi langkah penting Kanwil Kemenag Sumsel dalam memperkokoh peran KUA sebagai pusat pelayanan keagamaan yang responsif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

SMKN 4 Palembang Usung Edukasi Kolaboratif dan Patroli Preventif, Jaga Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

PALEMBANG — Mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, SMK Negeri 4 Palembang terus memperkokoh benteng pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi erat bersama aparat penegak hukum, jajaran guru, serta peran aktif para orang tua siswa.

Waka Humas SMKN 4 Palembang, Bayu Prasetya, menyampaikan bahwa fokus utama sekolah saat ini adalah menciptakan ruang belajar yang aman serta membentengi para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif dari luar.

Sejauh ini, kondisi di lingkungan SMKN 4 Palembang berjalan kondusif dan tidak ditemukan adanya laporan siswa yang terlibat dalam aksi tawuran maupun konvoi liar.

Langkah Terpadu SMKN 4 Palembang dalam Membina Siswa:

  • Patroli Pengayoman Bersama Aparat: Bekerja sama dengan Polsek Kemuning, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polrestabes, hingga Polda Sumsel, sekolah rutin menggelar pemantauan di titik-titik kegiatan siswa serta area perlintasan sekitar sekolah untuk memastikan keselamatan anak-anak saat jam pulang sekolah.
  • Program Edukasi Kamtibmas Mingguan: Menggandeng pihak TNI dan Polri untuk hadir secara berkala sebagai pembina upacara mingguan, memberikan pengarahan langsung mengenai kedisiplinan, kesadaran hukum, dan bahaya kenakalan remaja.
  • Komunikasi Aktif dengan Orang Tua: Memaksimalkan saluran media sosial dan grup komunikasi wali murid untuk menyebarkan pesan positif, serta menguatkan komitmen tata tertib tertulis yang telah disepakati bersama orang tua sejak awal masuk sekolah.
  • Pembinaan Karakter yang Merangkul: Mengutamakan dialog dan edukasi persuasif bagi para siswa agar mampu memilah pergaulan yang sehat, serta membentengi diri dari pengaruh oknum luar yang tidak bertanggung jawab.

Melalui komitmen dan sinergi yang terus terjaga ini, SMKN 4 Palembang optimistis dapat terus membimbing para siswanya menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Manda)

Share:

Rabu, 19 Agustus 2026

Pegadaian Dorong Generasi Sehat Dimulai dari Ibu Hamil melalui Program Merdeka Stunting 2026


Palembang - Upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat tidak dimulai ketika seorang anak lahir. Perjalanan itu dimulai jauh lebih awal—bahkan sejak seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. 

Pesan itulah yang menjadi semangat Program Merdeka Stunting 2026 yang diinisiasi melalui kolaborasi PT Pegadaian (Persero) bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Mengusung tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting”, program ini hadir sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kesehatan ibu hamil sekaligus mendorong pencegahan stunting sejak dini. 

Program tersebut dilaksanakan di lima kota dalam wilayah kerja Kanwil III Sumbagsel, yakni Palembang, Jambi, Bengkulu, Pangkalpinang, dan Teluk Betung, dengan target penerima manfaat sebanyak 150 ibu hamil atau masing-masing 30 peserta di setiap titik lokasi. 

Bukan sekadar kampanye, Program Merdeka Stunting 2026 menghadirkan layanan kesehatan yang dapat langsung dirasakan oleh para ibu hamil. Rangkaian program mencakup pemeriksaan kesehatan kehamilan, layanan USG gratis, konsultasi bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi, pemberian multivitamin atau suplementasi gizi, serta edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting. 

Masa Kehamilan Menjadi Titik Penting Pencegahan Stunting 

Pimpinan Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan. Karena itu, dukungan terhadap kesehatan ibu menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kualitas generasi masa depan. 

“Kami percaya bahwa membangun generasi yang sehat harus dimulai sejak awal, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Karena itu, melalui Program Merdeka Stunting 2026, Pegadaian ingin hadir memberikan manfaat yang nyata bagi para ibu hamil, khususnya melalui akses pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan dukungan gizi,” ujar Novryandi. 

Menurutnya, kolaborasi dengan POGI menjadi kekuatan penting dalam memastikan program tidak berhenti pada bantuan semata, tetapi juga memberikan pengetahuan dan layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. 

“Tema ‘Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting’ sangat menggambarkan semangat program ini. Ketika ibu sehat, tumbuh kembang calon anak juga menjadi perhatian sejak dini. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya. 

Dari Lima Kota, Satu Semangat untuk Generasi Sehat 

Program Merdeka Stunting 2026 menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya melalui fokus Perempuan Sehat Berdaya. 

Pelaksanaannya menjangkau lima kota di wilayah Kanwil III Sumbagsel, sehingga manfaat program tidak hanya terpusat di satu daerah. Dari Palembang hingga Jambi, Bengkulu, Pangkalpinang, dan Teluk Betung, gerakan ini membawa pesan yang sama: kesehatan ibu adalah investasi penting bagi masa depan generasi Indonesia. 

Program dijadwalkan berlangsung sepanjang 1–31 Agustus 2026, dengan waktu dan lokasi pelaksanaan di masing-masing titik ditentukan melalui koordinasi antara PIC POGI dan PIC PT Pegadaian (Persero). 

Dengan total 150 ibu hamil sebagai penerima manfaat, program ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperluas akses terhadap pemeriksaan kehamilan dan informasi kesehatan yang berkualitas. 

Pegadaian Dorong Perempuan Semakin Sehat dan Berdaya 

Bagi Pegadaian, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keluarga dan generasi masa depan. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesehatan perempuan menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang semakin berdaya. 

Melalui Program Merdeka Stunting 2026, Pegadaian bersama POGI tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membuka ruang edukasi agar para ibu semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, serta melakukan pemantauan kehamilan secara berkala. 

“Kami ingin keberadaan Pegadaian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketika kita berbicara tentang kesehatan ibu dan anak, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa,” tutur Novryandi. 

Kolaborasi Pegadaian dan POGI melalui Program Merdeka Stunting 2026 menjadi wujud semangat untuk bergerak bersama, memperkuat kesadaran kesehatan, dan memastikan perhatian terhadap tumbuh kembang generasi penerus dimulai sedini mungkin.

Tentang Pegadaian 

PT Pegadaian (Persero) didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas. 

Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas. 

Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah). 

Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat. 

Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.

(Yanti)

Share:

Tetesan Darah Kemerdekaan: DWP Kemenag Sumsel Gelar Aksi Sosial, Sukses Himpun 45 Kantong Darah


Palembang (Kemenag Sumsel) ---

 Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) tak sekadar diwarnai tawa dan kompetisi, tetapi juga ketulusan berbagi. Melalui aksi kemanusiaan donor darah yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumsel, sebanyak 45 kantong darah berhasil dihimpun untuk disalurkan langsung ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, Rabu (19/8/2026).

Berpusat di MTsN 2 Palembang, suasana riuh nan hangat terasa sejak pagi hari. Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota DWP dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel antusias mengantre untuk menyumbangkan darah mereka. Bagi keluarga besar Kemenag Sumsel, kemerdekaan bukan sekadar selebrasi tahunan, melainkan momen paling tepat untuk mengalirkan manfaat nyata bagi sesama.

Kegiatan bernilai sosial tinggi ini dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan. Turut hadir mendampingi, Kabag Tata Usaha Taufiq, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan, jajaran Kabid, Pembimas, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, hingga Kepala Madrasah Negeri dan Kepala KUA se-Kota Palembang.

 Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan jajarannya.

“Setiap tetes darah yang disumbangkan hari ini adalah wujud nyata dari semangat kemerdekaan. Alhamdulillah, 45 kantong darah yang terkumpul ini akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di rumah sakit melalui PMI Kota Palembang,” ujar Syafitri penuh kehangatan.

Antusiasme peserta terlihat jelas di area pemeriksaan kesehatan. Salah seorang ASN pendonor, Untung Surapati, mengaku bersyukur bisa berpartisipasi dan mendonorkan darahnya dalam aksi sosial menyambut Hari Kemerdekaan ini. Menurutnya, aksi donor darah memberikan kepuasan batin yang luar biasa karena bisa berdampak langsung bagi nyawa orang lain.

“Mendonorkan darah di momen HUT RI ini memberikan makna kemerdekaan yang sangat mendalam bagi saya. Rasanya membahagiakan tahu bahwa darah yang kita sumbangkan hari ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain yang sedang berjuang di rumah sakit. Semoga ini jadi langkah kecil kita untuk terus berguna bagi sesama,” ungkap Untung seusai mendonorkan darahnya.


Dari Senam Sehat Hingga Voli Balon Air

Sebelum jarum donor menyentuh lengan para peserta, kemeriahan sudah pecah sejak fajar lewat agenda Senam Sehat Bersama. Ratusan peserta dari Kanwil, 17 Kemenag Kab/Kota, hingga Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang melebur dalam riuhnya ketukan musik dan semangat kebersamaan.

Kemeriahan berlanjut dengan ajang unjuk kebolehan dan kreativitas melalui Lomba Senam Kreasi Nusantara serta kemeriahan gelak tawa dari Lomba Voli Balon Air. Kakanwil bersama Ketua DWP bahkan menyempatkan diri menyaksikan langsung penampilan Senam Kreasi Nusantara yang dibawakan para peserta dengan kostum penuh warna dan koreografi nan energik.

“Lomba-lomba ini bukan sekadar mencari siapa pemenangnya, melainkan wadah memupuk kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas. Penampilan senam kreasi tadi memperlihatkan betapa indahnya budaya bangsa yang terus kita rawat bersama,” tambah Kakanwil.

Sementara itu, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel, Emilia Syafitri Irwan, mengucap syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara dari aksi kemanusiaan hingga perlombaan antarsatker.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan meriah. Terima kasih kepada seluruh pengurus, panitia, serta perwakilan Kemenag Kabupaten/Kota yang hadir. Semoga 45 kantong darah serta kebersamaan kita hari ini membawa berkah dan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan,” tutur Emilia penuh syukur.

Aksi sosial dan kemeriahan ini menjadi bukti nyata bahwa di usia Republik Indonesia yang ke-81, keluarga besar Kanwil Kemenag Sumsel tidak hanya merawat kerukunan di atas kertas, tetapi juga mengalirkan kepedulian nyata hingga ke ujung jarum donor. 

(Humas Kemenag Sumsel)

Share:

APINDO Sumsel Mantapkan Konsolidasi Organisasi, Siapkan 5 Program Unggulan untuk Dorong Ekonomi Daerah


​PALEMBANG — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Konsolidasi dan Ramah Tamah Pengurus sebagai langkah strategis memperkuat soliditas internal dan memperjelas arah perjuangan dunia usaha di Sumatera Selatan.  

​Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pengurus harian maupun bidang-bidang teknis menyatukan visi untuk menjadikan APINDO Sumsel sebagai rumah bersama yang aktif, relevan, serta memberikan dampak langsung bagi keberlanjutan bisnis para anggotanya.  

​"Konsolidasi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan dan iklim usaha di Sumatera Selatan. Kita ingin APINDO Sumsel semakin solid organisasinya, semakin kuat perjuangannya, dan semakin nyata kontribusinya," tegas Ketua APINDO Sumatera Selatan.  

​Komitmen Advokasi dan Sinergi Strategis

​APINDO Sumsel menegaskan perannya untuk menjadi jembatan proaktif yang menghubungkan para pelaku usaha dengan pemerintah, pekerja, perbankan, perguruan tinggi, hingga BUMN/BUMD. Fokus utama gerakan organisasi meliputi:  

​Advokasi & Perlindungan Usaha: Membantu anggota menyelesaikan persoalan regulasi, perizinan, investasi, dan hubungan industrial.  

​Business Networking: Membuka akses jaringan supplier, investor, dan pelanggan baru antaranggota.  

​Penguatan Kapasitas Bisnis: Memberikan pendampingan rutin terkait perpajakan, hukum bisnis, pembiayaan, hingga digitalisasi.  

​Peluncuran 5 Program Unggulan

​Sebagai bentuk aksi nyata, APINDO Sumsel resmi memperkenalkan 5 program kerja unggulan:  

​APINDO Business Connect: Forum business matching dan perluasan jaringan antaranggota.  

​APINDO Help Desk: Pusat layanan konsultasi ketenagakerjaan, hukum, dan solusi regulasi secara profesional.  

​CEO / Business Leaders Forum: Ruang diskusi dan bertukar wawasan antar pemilik serta pimpinan perusahaan.  

​Government Dialogue: Channel penyampaian aspirasi dan dialog langsung bersama pemerintah daerah serta regulator.  

​APINDO Business Update: Layanan informasi terkini mengenai perkembangan ekonomi, regulasi, dan peluang bisnis.  

​Dengan berlandaskan nilai integritas, kolaborasi, inovasi, profesionalisme, dan kebermanfaatan, APINDO Sumatera Selatan siap melangkah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif demi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.  (Manda)

Share:

Selasa, 18 Agustus 2026

Sukses Bertugas di Istana Merdeka, Kakanwil Kemenag Sumsel Bangga atas Capaian Khalyana Zahira Sandi Siswi MAN 1 Lubuklinggau


Palembang (Kemenag Sumsel) --- 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, menyampaikan rasa bangga mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau. Khalyana sukses menjalankan tugas negara sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Keberhasilan siswi kelahiran Lubuklinggau, 2 Agustus 2010 ini menembus Paskibraka Tingkat Nasional setelah melewati seleksi ketat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 22 Juni 2026 menjadi bukti nyata bahwa peserta didik madrasah di Sumatera Selatan memiliki kualitas, kedisiplinan berlandaskan nilai agama, serta daya saing yang luar biasa di panggung tertinggi nasional.

Atas capaian tersebut, Syafitri Irwan mengungkapkan apresiasinya atas perjuangan, kedisiplinan, dan dedikasi Khalyana yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan, khususnya keluarga besar Kementerian Agama dan dunia pendidikan madrasah.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Khalyana Zahira Sandi atas suksesnya menjalankan tugas negara di Istana Merdeka. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MAN 1 Lubuklinggau dan Sumatera Selatan, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berdiri setara dan berprestasi di tingkat tertinggi nasional,” ujar Syafitri Irwan, Selasa (18/8/2026).

Usai menunaikan tugas mulianya di hadapan Presiden RI dan tamu negara di Istana Merdeka, Khalyana pun menyampaikan perasaan haru dan syukurnya atas kesempatan berharga tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa menjalankan tugas ini dengan lancar di Istana Merdeka. Terima kasih kepada Orang Tua, Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala MAN 1 Lubuklinggau, pembina, serta seluruh pelatih yang terus mendoakan dan membimbing saya hingga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Khalyana gembira.

Perjalanan Khalyana menuju panggung kenegaraan bukanlah hal yang tumbuh mendadak. Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Napyadi Alex Sandi (PNS Pemkab Musi Rawas) dan Mery Laduana Fitriana ini telah memupuk kecintaannya pada seni baris-berbaris sejak SD dan SMP, hingga makin diasah tajam di MAN 1 Lubuklinggau.

Keberhasilan Khalyana di Jakarta juga mendatangkan rasa haru yang mendalam bagi keluarganya yang berasal dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Sang ibunda, Mery Laduana Fitriana, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian sang putri yang bertugas usai menjalani karantina ketat di Jakarta sejak 14 Juli 2026.

“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada bangga, haru, gembira, dan juga rindu. Saya dan suami adalah orang desa dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Alhamdulillah ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Waktu lolos ke tingkat provinsi saja kami sudah sangat senang, apalagi sampai ke tingkat nasional,” tutur Mery dengan suara bergetar.

Mery juga menyampaikan terima kasih dan kepercayaan penuhnya kepada MAN 1 Lubuklinggau serta Kementerian Agama atas pembinaan yang diberikan. Pilihan keluarga menitipkan pendidikan anak di madrasah terbukti sukses, di mana putra sulung mereka yang merupakan alumni MAN 1 Lubuklinggau juga berhasil menembus PTN di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebelum prestasi Khalyana ini.

Kakanwil Syafitri Irwan berharap keberhasilan Khalyana dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Sumatera Selatan untuk terus berani bermimpi besar, melatih kedisiplinan, serta mengukir karya terbaik demi mengharumkan nama bangsa dan negara. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Semarakkan HUT ke-81 RI, Kanwil Kemenag Sumsel Gelar Senam Bersama dan Beragam Lomba Tradisional


Palembang (Kemenag Sumsel) --- 

Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan penuh suka cita oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan melalui rangkaian perlombaan tradisional dan senam sehat bersama di Halaman Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pejabat eselon, pegawai, hingga ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Taufiq. Pembukaan ditandai dengan pelaksanaan Senam Sehat Bersama yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta yang mengenakan pakaian olahraga bernuansa merah putih.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Taufiq menyampaikan bahwa rangkaian lomba 17-an ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk kekompakan, serta menyegarkan kembali semangat kebersamaan di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.

“Rangkaian perlombaan ini menjadi momentum tepat untuk melepaskan penat sejenak dari rutinitas kerja, sekaligus merawat kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kegembiraan yang kita rasakan hari ini adalah bentuk nyata rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia,” ujar Taufiq.

 Usai senam bersama, suasana halaman Kanwil Kemenag Sumsel makin riuh dan meriah dengan dimulainya berbagai perlombaan tradisional yang menghibur. Adapun ragam lomba yang digelar meliputi Lomba Makan Kerupuk, Lomba Memasukkan Paku ke Botol, Lomba Melewati Tali dengan Mata Tertutup, Lomba Baris Berbaris Mata Tertutup, dan Lomba Joget Balon

 Gelak tawa dan sorak dukungan penonton tak terelakkan di sepanjang acara. Momen unik terjadi saat para pejabat dan staf beradu ketangkasan dalam lomba baris-berbaris dengan mata tertutup. Keseruan kian meluap ketika tim yang kehilangan arah justru berjalan menjauhi garis finish, disambut riuk tawa seluruh pegawai yang menyaksikan.

Keseruan tersebut turut dirasakan oleh para pegawai yang menjadi peserta lomba. Asep Abubakar, salah seorang staf Kanwil Kemenag Sumsel, mengaku sangat terhibur dengan konsep acara tahun ini.

“Seru sekali, apalagi saat ikut lomba joget balon. Selain bikin sehat karena tertawa lepas, acara seperti ini bikin hubungan antarpegawai dan pimpinan jadi makin dekat dan akrab,” ungkap Asep gembira.

Melalui semarak peringatan HUT ke-81 RI ini, diharapkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan keceriaan seluruh jajaran pegawai Kanwil Kemenag Sumsel semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. 

(Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Senin, 17 Agustus 2026

Landy Sativa, Siswa SMAN Sumatera Selatan Raih Prestasi Nasional sebagai DUTA SMA INFORMATIF 2026


PALEMBANG — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah Sumatera Selatan di tingkat nasional. Landy Sativa, siswa kelas 12 SMAN Sumatera Selatan, resmi dinobatkan sebagai Duta SMA Sumatera Selatan 2026 sekaligus meraih predikat Duta SMA Informatif 2026 tingkat nasional.

Kategori Duta SMA Informatif merupakan penghargaan nasional bagi perwakilan yang dinilai konsisten menyebarkan informasi aktual, faktual, dan edukatif kepada para siswa secara inklusif, baik secara luring maupun daring.

Dalam wawancaranya, Landy menyampaikan rasa terharu dan syukurnya atas pencapaian ini setelah melalui proses seleksi yang panjang.

"Tentu sangat terharu dan senang. Motivasi utama saya adalah ingin berkontribusi langsung dalam sistem pendidikan untuk membantu menanggulangi berbagai tantangan remaja, seperti masalah kesehatan mental dan pertemanan. Saya ingin menjadikan gelar ini wadah untuk menyebarkan informasi secara inklusif tanpa terbatas jarak, waktu, atau latar belakang," ujar Landy.

Meski tengah disibukkan dengan persiapan TKA dan persiapan Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional pada 31 Agustus mendatang, Landy optimistis dapat menjalani seluruh tanggung jawabnya melalui manajemen waktu yang ketat serta dukungan guru dan rekan-rekannya.

Sebagai langkah konkret pasca-penobatan, Landy bersama pasangannya telah merancang program kerja bertajuk "What If Progress". Program ini berfokus pada penanganan isu sosial remaja—seperti kebiasaan merokok, zat adiktif, hingga balap liar—khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Untuk memastiikan dampak yang berkelanjutan, mereka juga membentuk komunitas "Sahabat Progres" yang merangkul perwakilan siswa dari berbagai sekolah mitra.

Siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah berasrama ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan di SMAN Sumatera Selatan, sekaligus menitipkan pesan untuk rekan-rekan sejawatnya.

"Jangan pernah merasa rendah diri dengan starting point atau latar belakang kita. Terus berjuang, manfaatkan kesempatan, dan tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketika selempang ini dikalungkan, ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar membawa nama baik provinsi dan negara," pesannya.

Ia juga berharap kedepan kurikulum pendidikan di Indonesia memiliki kerangka jangka panjang yang stabil serta adanya peningkatan apresiasi dan kesejahteraan bagi para guru, khususnya guru honorer di daerah terpencil.

Apresiasi dan Dukungan Sekolah

Kepala SMAN Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya yang mampu menembus tingkatan nasional.

"Keluarga besar SMAN Sumatera Selatan sangat gembira dan bangga. Ini bukan pencapaian biasa, melainkan pencapaian luar biasa dari seorang anak yang tumbuh dari kesederhanaan hingga berhasil menembus posisi nasional," ungkap Iswan.

Iswan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras bersama, mulai dari peran guru, tim asrama, staf sekolah, hingga dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Ia pun berpesan agar Landy tetap rendah hati dalam mengemban amanah tersebut.

"Pesan saya untuk Landy, seperti namanya Sativa, ibarat padi semakin berisi semakin menunduk. Jangan sombong dan selalu ingat bahwa semua perjuangan ini tidak lepas dari ridho Allah SWT. Kami berharap Dinas Pendidikan Prov. Sumsel terus mendukung SMAN Sumsel agar kami dapat terus mempertahankan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi berprestasi untuk Sumatera Selatan dan Indonesia," tutupnya. (IND)

Share:

Memperkuat Wawasan Global: SMA Negeri 5 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa Sambut Siswa Pertukaran Pelajar Asal Italia dan Jepang


PALEMBANG — Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, Kota Palembang kembali menjadi tuan rumah bagi program pertukaran pelajar internasional melalui yayasan nirlaba Bina Antarbudaya Chapter Palembang. Dua siswa mancanegara asal Italia dan Jepang resmi tiba dan memulai kegiatan belajar mengajar di dua sekolah unggulan di Palembang selama kurang lebih 10 bulan.

Siswa pertukaran pelajar yang hadir di Bumi Sriwijaya tahun ini adalah Mattia Agnola asal Italia yang menempuh pendidikan di SMA Negeri 5 Palembang, serta Teta Yosuya asal Jepang yang menimba ilmu di SMA Kusuma Bangsa (Kumbang).

Komitmen Pendidikan Berwawasan Global

Terpilihnya SMAN 5 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa sebagai host school (sekolah penerima) didasari oleh komitmen sekolah yang tinggi terhadap pengembangan pendidikan berwawasan global serta personal branding yang kuat. Bagi SMAN 5 Palembang, ini merupakan tahun kedua dipercaya menjadi tempat belajar budaya dan bahasa bagi siswa asing, setelah sukses menjadi sekolah penerima bagi siswa asal Italia bernama Giordano pada periode sebelumnya.

Kepala SMAN 5 Palembang yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Bina Antarbudaya Chapter Palembang, Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M., menyampaikan bahwa kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi sekolah yang berwawasan global.

"Kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi SMA Negeri 5 Palembang yang berwawasan global. Kami berusaha memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid-murid untuk berinteraksi secara internasional. Kehadiran Mattia menjadi inspirasi dan motivasi nyata tentang semangat belajar—bagaimana seorang anak berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan keluarganya di Eropa demi mempelajari budaya serta bahasa Indonesia," ungkap Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M.

Adaptasi Budaya dan Bahasa

Mattia Agnola telah bergabung di kelas 11.8 (peminatan IPS/Sosiologi) SMAN 5 Palembang sejak pekan lalu. Pilihan peminatan ini diambil sesuai dengan minat dan ketertarikan Mattia pada mata pelajaran sejarah dan sosiologi.

Sejak awal kedatangannya, Mattia menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap budaya Nusantara. Ia telah mempelajari norma kesopanan lokal serta kata-kata dasar dalam bahasa Indonesia. Untuk menunjang proses adaptasi dan komunikasi harian, Bina Antarbudaya Chapter Palembang menyiapkan program pembekalan bahasa Indonesia secara intensif selama tiga bulan pertama.

Kehadiran Mattia dan Teta mendapat sambutan hangat dari para siswa dan tenaga pendidik. Momen ini dimanfaatkan para siswa lokal untuk semakin aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta mengasah kepekaan antarbudaya di tengah arus globalisasi.

Tentang Bina Antarbudaya Chapter Palembang

Bina Antarbudaya merupakan yayasan nirlaba mitra AFS Intercultural Programs di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Berdiri selama lebih dari 80 tahun di Indonesia, organisasi ini mengelola 20 chapter regional di berbagai wilayah.

Chapter Palembang sendiri didirikan secara resmi pada tahun 2005 atas kerja sama Kantor Nasional Bina Antarbudaya dengan SMAN 17 Palembang (pada masa kepemimpinan Dra. Mien Sukasmi). Saat ini, kepengurusan Bina Antarbudaya Chapter Palembang diketuai oleh Bapak Armani (Guru Bahasa Inggris SMAN 17 Palembang) bersama Ketua Harian Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M. serta jajaran pengurus yang konsisten memfasilitasi program pertukaran budaya antarnegara setiap tahunnya.  (Ind)

Share:

Pimpin Doa HUT ke-81 RI di Griya Agung, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan Panjatkan Harapan dan Empati untuk Korban Bencana


Palembang (Kemenag Sumsel) -- Suasana khidmat menyelimuti pelataran Griya Agung Palembang saat Upacara Peringatan HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sumsel, Senin (17/8/2026). Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam gelaran kenegaraan tersebut. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, mendapat kehormatan memimpin pembacaan doa. Di tengah rasa syukur atas usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun, isi doa yang dipanjatkan Syafitri Irwan memancarkan pesan solidaritas dan empati mendalam bagi masyarakat di beberapa wilayah Indonesia yang tengah ditimpa musibah dan bencana alam. 

 Dalam permohonannya di hadapan Gubernur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, serta seluruh tamu undangan, Syafitri Irwan secara khusus menyebut saudara-saudara se-Tanah Air di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang dilanda bencana. 

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penolong, di hari kemerdekaan yang penuh makna, turunkan rahmat-Mu untuk saudara kami di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang dilanda bencana,” tutur Syafitri Irwan saat membacakan bait doa dengan khusyuk. 

Ia memohon agar para korban yang gugur ditempatkan di tempat termulia, korban luka diberikan kesembuhan, serta keluarga yang terdampak dilimpahkan ketabahan dan kekuatan jiwa untuk bangkit kembali. 

“Muliakan mereka yang wafat, sembuhkan mereka yang terluka dengan kasih tiada tara. Kuatkan hati, pulihkan jiwa, serta limpahkan rezeki agar mereka kembali sejahtera. Hapus duka nestapa dan terbitkan harapan, agar dalam ketabahan, mereka kembali bangkit dengan tenang,” lanjutnya. 

Melalui bait doa tersebut, Syafitri Irwan juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengetuk pintu empati dan memperkuat kepedulian sosial sebagai wujud nyata dari nilai persatuan kemerdekaan. 

Momentum peringatan HUT ke-81 RI ini diharapkan dapat menyatukan langkah seluruh rakyat Indonesia untuk saling mengulurkan tangan dan meringankan beban sesama yang membutuhkan. 

Selain menyelipkan pesan solidaritas bencana, doa yang dipanjatkan juga berisi permohonan agar bangsa Indonesia terus diberikan perlindungan dari ancaman perpecahan, dilimpahkan keberkahan pangan, kesehatan, serta kesuksesan pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Minggu, 16 Agustus 2026

Kobarkan Semangat Kemerdekaan, SMAN 10 Palembang Dorong Generasi Muda Cintai Kebudayaan Nusantara

PALEMBANG — SMAN 10 Palembang menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat. Perayaan ini difokuskan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik agar semakin mencintai tanah air dan bangsa.

​Kepala SMAN 10 Palembang, Lili Rahmawati, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan ini sangat penting untuk mengingatkan kembali para siswa akan nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi fondasi utama merebut kemerdekaan.

​"Melalui peringatan ini, kami ingin mengingatkan para murid untuk senantiasa menghargai jasa para pejuang kemerdekaan. Rasa hormat tersebut juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap hormat kepada orang tua dan guru," ujar Lili Rahmawati, S.Pd., M.M.

Beliau juga mengajak seluruh civitas akademika dan para siswa untuk terus mempererat tali persaudaraan serta aktif menjaga warisan tradisi. "Mari kita bersatu, menggali, dan mencintai kebudayaan Indonesia yang sangat beragam ini sebagai identitas bangsa yang membanggakan," tegasnya.

​Melalui agenda HUT RI ke-81 ini, SMAN 10 Palembang berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme tinggi, berbudi pekerti luhur, dan bangga akan budaya Nusantara. (Ind)

Share:

Sabtu, 15 Agustus 2026

Wujudkan Akses Keagamaan Setara, Pemprov Sumsel Mulai Pembangunan Rumah Tahfidz Khusus Sahabat Tuli di Palembang


PALEMBANG, 15 AGUSTUS 2026 — Komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan bebas buta aksara Al-Qur'an terus diperkuat di Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi memulai pembangunan fasilitas pusat pembelajaran dan hafalan Al-Qur'an permanen yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas rungu-wicara (Sahabat Tuli) di kawasan Perumahan Privilege, Kecamatan Gandus, Palembang.

Fasilitas keagamaan berbasis keisyaratan ini tercatat sebagai Rumah Tahfidz Tuli pertama yang berdiri di kawasan Pulau Sumatera, sekaligus menjadi yang kedua di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna menjawab kebutuhan akan akses pendidikan agama yang layak dan setara bagi komunitas disabilitas pendengaran.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Sabtu (15/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antarpihak yang memungkinkan terealisasinya sarana pendidikan inklusif ini.

"Pembangunan sarana ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam membuka ruang belajar yang setara. Keberadaan pengajar yang kompeten serta semangat para santri untuk belajar adalah ruh utama dari rumah tahfidz ini, bukan sekadar kemegahan fisiknya. Semoga kehadiran pusat pembelajaran ini mendatangkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan," ujar Herman Deru.


Sebelumnya, proses pengajaran membaca dan menghafal Al-Qur'an bagi Sahabat Tuli di wilayah tersebut harus dilakukan secara berpindah-pindah lokasi. Kehadiran gedung baru ini diproyeksikan memberikan kepastian sarana belajar yang kondusif, lengkap dengan kurikulum dan metode pengajaran bahasa isyarat yang diampu oleh ustadz dan ustadzah berkompeten.

Poin Utama Fasilitas & Program:

 * Fasilitas Pembelajaran Permanen: Menghilangkan kendala tempat belajar yang sebelumnya berpindah-pindah.

 * Kurikulum Spesialis: Menggunakan pendekatan visual dan bahasa isyarat yang disesuaikan untuk standar hafalan Al-Qur'an.

 * Pengkaderan Pengajar: Mengikutsertakan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas rungu-wicara.

 * Visi Inklusi Luas: Dirancang berkembang menjadi pusat pemberdayaan keagamaan bagi berbagai kelompok disabilitas lainnya di masa mendatang.

Perwakilan manajemen Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, menjelaskan bahwa aktivitas mengaji sebenarnya telah berjalan aktif sebelum peletakan batu pertama dilakukan. Pihaknya berharap pusat pembelajaran ini dapat terus berkembang merangkul seluruh lapisan masyarakat berkebutuhan khusus di Sumatera Selatan.

Prosesi peresmian ini turut disaksikan oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel serta perwakilan komunitas disabilitas lokal, menegaskan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. (Idp)

Share:

Wujudkan Akses Al-Qur'an Ramah Disabilitas: Pembangunan Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara Resmi Dimulai di Palembang


PALEMBANG, 16 Agustus 2026 — Kota Palembang mencatatkan sejarah baru dalam penguatan pendidikan keagamaan inklusif melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Roudhotul Ashom Nusantara khusus Teman Tuli. Acara ini berlangsung di Kompleks Perumahan Privilege Palembang, Jalan Masjid Az-Zikra, Kecamatan Gandus, dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan.

Pendirian fasilitas ini menjadi tonggak penting sebagai sarana tahfidz khusus Tuli pertama di Pulau Sumatera sekaligus yang kedua di Indonesia. Hadirnya Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara menjadi solusi nyata atas kebutuhan tempat belajar Al-Qur'an yang permanen, ramah, dan memadai bagi komunitas Teman Tuli.

Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi tinggi atas gagasan ini. Ia menekankan bahwa pengajaran Al-Qur'an untuk disabilitas pendengaran membutuhkan metode khusus yang berfokus pada isyarat dan visualisasi.

> "Ini adalah langkah yang sangat istimewa. Jika sahabat tunanetra mengandalkan Braille, maka Teman Tuli menggunakan bahasa isyarat. Tentu dibutuhkan kesabaran dan metode khusus. Kehadiran tempat ini mempertegas Sumatera Selatan sebagai daerah yang tidak hanya religius, tetapi juga menjunjung kesetaraan hak pendidikan bagi seluruh warga," ujar Gubernur.

Pembangunan rumah tahfidz ini diprakarsai oleh Penggagas Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, yang tergerak melihat kondisi Teman Tuli yang sebelumnya harus berpindah-pindah lokasi untuk belajar. Tempat belajar baru ini dirancang agar dapat dimanfaatkan secara gratis dan nyaman tanpa kendala fasilitas.

Program pengajaran di rumah tahfidz ini melanjutkan dedikasi Ustaz Akbar yang telah mendampingi Teman Tuli belajar Al-Qur'an secara sukarela selama lebih dari empat tahun. Proses pembelajaran disusun secara bertahap—mulai dari huruf hijaiyah, merangkai kata, membaca, hingga tahap kitabah (menuliskan hafalan).

Untuk menjaga mutu keilmuan, metode pembelajaran di Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara juga diperkuat dengan pengambilan sanad Al-Qur'an di Yogyakarta yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara diharapkan menjadi pusat dakwah inklusif dan ruang pemberdayaan yang melahirkan generasi Qur’ani dari kalangan Teman Tuli. (Idp)

Share:

Jumat, 14 Agustus 2026

Sambut HUT RI Ke-81, SMKN 8 Palembang Gelar Rangkaian Lomba Semarak dan Upacara Adat Nusantara

PALEMBANG, 14 Agustus 2026 – Suasana penuh semangat kebangsaan dan keceriaan mewarnai lingkungan SMK Negeri 8 Palembang pada Jumat (14/8/2026). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha—berbaur bersama mengikuti berbagai perlombaan khas kemerdekaan.

Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini diisi dengan berbagai perlombaan menarik. Mulai dari perlombaan tradisional seperti permainan egang/engklang untuk siswa guna mempopulerkan kembali budaya Nusantara, pertandingan futsal antar guru dan pegawai, hingga aksi spontanitas guru-guru yang menggelar lomba memasak nasi goreng antar-pasangan guru saat sore hari sembari menunggu jam pulang.

Pernyataan Resmi Manajemen Sekolah

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Kepala SMKN 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si., dengan didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Syamsul Bahri, S.Pd., M.Si., menyampaikan makna mendalam di balik kemeriahan peringatan HUT RI tahun ini.

"Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat tali silaturahmi dan persatuan antara sesama guru, karyawan, hingga peserta didik. Jiwa nasionalisme yang terbangun dari kebersamaan ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran di sekolah agar terasa lebih dalam, nyaman, dan berdampak positif bagi siswa," ujar Kepala SMKN 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si.

Senada dengan hal tersebut, pihak sekolah menekankan imbauan dan harapannya:

  • Pesan Kebersamaan & Gotong Royong: Seluruh warga sekolah diimbau untuk terus menjaga keharmonisan, kenyamanan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah sesuai dengan semangat keadilan dan kemakmuran kemerdekaan.
  • Proses Pendidikan Berkelanjutan: Harapan besar ditujukan agar atmosfer positif dari peringatan kemerdekaan ini terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan karakter siswa secara berkelanjutan.

Puncak Acara: Upacara Pakaian Adat Nusantara

Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di SMKN 8 Palembang akan mencapai puncaknya pada Senin, 17 Agustus 2026, melalui pelaksanaan Upacara Bendera di lapangan sekolah.

Menariknya, seluruh peserta upacara diwajibkan mengenakan pakaian adat Nusantara. Pihak sekolah juga menyiapkan apresiasi khusus berupa reward untuk kategori Best Costume bagi para guru yang akan diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah.

Tak hanya berjaya di internal, SMKN 8 Palembang juga mencatatkan prestasi dalam kemeriahan HUT RI di tingkat dinas dengan meraih Juara 3 Lomba Games PS pada rangkaian kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi. (Indra)

Share:

Kamis, 13 Agustus 2026

Tingkatkan Minat Baca Siswa, SMAN 9 Palembang Terima 215 Buku dari Universitas Sriwijaya


​PALEMBANG, 12 Agustus 2026 — SMAN 9 Palembang resmi menerima bantuan donasi buku sebanyak 215 eksemplar dari Universitas Sriwijaya. Inisiatif donasi ini bertujuan untuk memperkaya literatur perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca siswa-siswi SMAN 9 Palembang.

​Donasi ini mencakup beragam judul buku yang relevan dengan kebutuhan penunjang akademik dan pengembangan diri siswa. Pihak SMAN 9 Palembang menyambut baik langkah nyata Universitas Sriwijaya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.

​Dalam keterangannya, Keluarga Besar SMAN 9 Palembang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kontribusi positif ini.

​"Atas nama Keluarga Besar SMAN 9 Palembang, kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Universitas Sriwijaya. Bantuan donasi 215 buku ini sangat bernilai bagi perkembangan perpustakaan kami. Semoga setiap buku yang dibaca menjadi sumber keberkahan, ilmu yang bermanfaat, serta bernilai pahala yang tak terputus bagi seluruh jajaran Universitas Sriwijaya."

​Pihak sekolah berharap hubungan baik dan kolaborasi edukatif antara SMAN 9 Palembang dan Universitas Sriwijaya dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang. (Ind)

Share:

Mengusung Tema "MEMBARA", SMAN 1 Palembang Resmi Buka Peringatan HUT RI ke-81

PALEMBANG — SMA Negeri 1 Palembang resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia dengan penuh semangat kebersamaan. Mengusung tema besar "MEMBARA" (Merdeka Membangun Asa, Bersatu Raih Juara), kegiatan ini dijadwalkan berlangsung meriah dari tanggal 13 hingga 18 Agustus 2026.

Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan di lapangan SMAN 1 Palembang yang diikuti antusias oleh ratusan siswa-siswi yang kompak mengenakan pakaian olahraga nuansa merah putih, didampingi oleh para guru dan staf pegawai.

Kegiatan semarak kemerdekaan ini dilaksanakan menindaklanjuti imbauan Gubernur Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., agar setiap satuan pendidikan mengondisikan para peserta didik untuk merayakan hari bersejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Kepala SMAN 1 Palembang, Drs. Sugiyono, MM., menyampaikan bahwa semangat yang diusung dalam tema MEMBARA bertujuan untuk mengingatkan para siswa akan besarnya perjuangan para pahlawan bangsa.

 "Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pahlawan. Melalui tema MEMBARA — Merdeka Membangun Asa, Bersatu Raih Juara — kami ingin anak-anak mengambil hikmah mendalam bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, dipertahankan, dan diisi dengan karya serta prestasi yang relevan dengan perkembangan zaman," tegas Drs. Sugiyono, MM.

Rangkaian Kegiatan dan Agenda Acara (13 – 18 Agustus 2026)

 * 13 – 14 Agustus 2026: Lomba Olahraga Tradisional & Seni

   * Olahraga Tradisional: Berbagai perlombaan olahraga tradisional (bekerja sama/mengacu pada standar KORMI) yang melatih kekompakan, ketangkasan, dan jiwa sportivitas.

   * Cabang Seni: Perlombaan seni vocal solo dan karaoke yang diikuti oleh jajaran siswa maupun guru.

   * Catatan: Kegiatan pada dua hari ini diselenggarakan secara intensif di lingkungan sekolah dan bukan merupakan hari libur.

 * 17 Agustus 2026: Upacara Bendera HUT RI ke-81

   * Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan sekolah secara khidmat, dilanjutkan dengan partisipasi warga sekolah di lingkungan masyarakat masing-masing.

 * 18 Agustus 2026: Apel Pagi, Pembagian Hadiah & Festival Panjat Pinang (Penutupan)

   * Apel Pagi & Pembagian Hadiah: Penyerahan piala dan hadiah bagi para pemenang lomba olahraga dan seni.

   * Festival Panjat Pinang: Sebagai puncak penutupan, pihak sekolah menyediakan 2 pohon pinang dengan total hadiah senilai Rp7.000.000,- (masing-masing pohon bernilai Rp3.500.000,-) yang diperuntukkan khusus bagi kelompok siswa laki-laki serta kelompok guru dan pegawai laki-laki.

Melalui kemeriahan perayaan ini, SMAN 1 Palembang berharap seluruh warga sekolah dapat mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan jiwa berkompetisi yang sehat, serta terus melangkah bersama mewujudkan Indonesia Berkeadilan. (Ind)

Share:

Definition List

Unordered List

Support