This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 31 Juli 2026

BPJS Kesehatan Cabang Palembang dan Pemkab Muba Perkuat Sinergi Jaga UHC Prioritas


Musi Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen memperkuat koordinasi rutin bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan setiap bulan guna menjaga status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sekaligus meningkatkan kembali tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga mencapai target nasional sebesar 80 persen.


Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil utama audiensi antara Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah III dengan Wakil Bupati Musi Banyuasin yang berlangsung pada Kamis (30/7). Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini kepesertaan JKN di Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk langkah-langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.


Dalam pertemuan tersebut dipaparkan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Musi Banyuasin sempat menunjukkan tren yang sangat positif. Pertumbuhan UHC meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 98,56–98,57 persen pada Februari hingga Maret 2026. Setelah itu, capaian relatif stabil di atas 98 persen sebelum mengalami penurunan menjadi sekitar 97,57–97,58 persen pada Juni hingga Juli 2026.


Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah peserta pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga berdampak terhadap persentase cakupan kepesertaan secara keseluruhan.


Selain mempertahankan cakupan UHC, pembahasan juga difokuskan pada tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Musi Banyuasin. Saat ini, tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 73,95 persen atau masih berada di bawah target nasional sebesar 80 persen. Artinya, sekitar seperempat peserta JKN di wilayah tersebut belum berstatus aktif sehingga memerlukan perhatian bersama.


Sebelumnya, tingkat keaktifan peserta sempat meningkat hingga mencapai 78,26 persen. Namun, capaian tersebut kembali menurun dan bertahan di kisaran 74 persen dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan hanya menambah jumlah peserta, tetapi juga memastikan peserta tetap aktif, khususnya pada segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri serta PBI Jaminan Kesehatan.







Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan yang menaungi wilayah Sumatera Bagian Selatan, Anurman Huda menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menjadi kunci dalam mempertahankan status UHC Prioritas yang telah diraih Kabupaten Musi Banyuasin.


"Status UHC Prioritas tidak hanya diukur dari tingginya cakupan kepesertaan, tetapi juga dari banyaknya peserta yang benar-benar aktif sehingga dapat mengakses layanan kesehatan saat dibutuhkan. Karena itu, kami mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk terus memperkuat validasi data kepesertaan, mendorong peserta mandiri tetap aktif membayar iuran, serta memastikan masyarakat yang berhak memperoleh bantuan dapat segera terdaftar sesuai ketentuan," jelas Anurman.


Ia menambahkan, pemadanan data secara berkala akan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas data kepesertaan sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.


Sementara itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan koordinasi lintas sektor sebagai agenda rutin agar capaian UHC Prioritas tetap terjaga dan tingkat keaktifan peserta dapat kembali meningkat.


"Kami akan memperkuat kolaborasi setiap bulan bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan melalui pemadanan data kepesertaan. Langkah ini penting agar perubahan data penduduk dapat segera ditindaklanjuti, masyarakat yang memenuhi syarat memperoleh perlindungan JKN, dan peserta yang tidak aktif dapat segera diidentifikasi serta didorong untuk kembali aktif. Dengan upaya tersebut, kami optimistis status UHC Prioritas dapat dipertahankan sekaligus mengembalikan tingkat keaktifan peserta hingga mencapai target 80 persen," katanya.


Melalui sinergi tersebut, diharapkan masyarakat Musi Banyuasin dapat terus memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan. Keakuratan data kepesertaan, meningkatnya jumlah peserta aktif, serta koordinasi yang konsisten antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menjadi fondasi penting agar akses layanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjamin tanpa hambatan administrasi. (Mnd)

Share:

Selasa, 28 Juli 2026

Perkuat Kerukunan Masyarakat, 723 ASN Kemenag Sumsel Ikuti Bimtek EWS "Si Rukun" untuk Deteksi Dini Konflik Keagamaan


Palembang (Kemenag Sumsel) - Langkah nyata dalam merawat dan memperkokoh kerukunan masyarakat terus diperkuat di Sumatera Selatan. Sebanyak 723 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) "Si Rukun" secara daring pada Selasa (28/7/2026).


Keterlibatan ratusan ASN dari seluruh wilayah Sumsel ini menjadi bukti komitmen kuat Kemenag dalam memetakan, mendeteksi, serta memitigasi potensi konflik berdimensi keagamaan sejak dini secara terintegrasi, demi menjaga iklim kedamaian di tengah masyarakat.


Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdusshomad. Turut hadir Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI, Adimin Diens.


Sementara dari jajaran Kanwil Kemenag Sumsel, hadir secara daring Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sumsel Ferry Suhaimi, serta para Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKUB Setjen Kemenag RI yang telah memberikan pelatihan EWS "Si Rukun" bagi para jajaran ASN Kemenag Sumsel.


Syafitri menilai keberadaan sistem EWS "Si Rukun" memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang stabilitas dan kerukunan warga di daerah. Menurutnya, inovasi ini menjadi instrumen penting untuk mempertahankan Sumatera Selatan yang selama ini dikenal luas sebagai wilayah kondusif dengan predikat zero conflict maupun zero accident.


Sementara itu, Kapus PKUB M. Adib Abdusshomad dalam arahannya menegaskan bahwa peran aktif ratusan ASN ini sangat vital karena kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. “Mencegah itu jauh lebih penting daripada mengobati. Kerukunan dan kedamaian adalah investasi yang sangat mahal. Tanpa adanya kedamaian dan kerukunan, pembangunan yang sudah kita jalankan bisa hancur seketika akibat kerusuhan,” tegas Adib Abdusshomad.


Antusiasme 723 ASN Kemenag Sumsel dalam menguasai aplikasi "Si Rukun" diharapkan berdampak langsung pada ketenteraman publik. Sistem ini dirancang untuk membentengi masyarakat dari dinamika sosial di mana konflik kepentingan non-agama sering kali dibungkus dengan sentimen keagamaan (distorsi agama).


Melalui pemantauan intensif di tingkat dasar, potensi gesekan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak meluas menjadi eskalasi konflik di lapangan.


Atas kesiapsiagaan tersebut, Kapus PKUB memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenag Sumsel atas langkah proaktif, responsif, dan inovatif. “Saya sangat mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Sumsel yang sangat proaktif dan kreatif. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Kakanwil dan para Kakankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel,” puji Adib. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Senin, 27 Juli 2026

Illegal Refinery Digulung, Polda Sumsel Jaga Stabilitas Keamanan dan Ketahanan Energi


PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat dukungannya terhadap program ketahanan energi nasional melalui penindakan tegas terhadap praktik illegal drilling, illegal refinery, dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Upaya tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Presisi Polri dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah guna menciptakan tata kelola energi yang legal, aman, dan berkelanjutan.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di UPPKB Kertapati (Terminal Timbangan Kramasan), Kota Palembang, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, perwakilan SKK Migas, PT Pertamina Patra Niaga, jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, para Kapolres jajaran, serta ratusan tamu undangan sebagai bentuk sinergi dalam menjaga ketahanan energi nasional.


Kapolda Sumsel menjelaskan bahwa pemberantasan mafia migas tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga bertujuan memutus mata rantai ekonomi ilegal yang selama ini merugikan negara, mengganggu distribusi energi, serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.


Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 96 kasus penyalahgunaan BBM ilegal. Dari pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan 129 orang sebagai tersangka serta mengamankan barang bukti sebanyak 1.281.864 liter minyak berbagai jenis. Selain itu, Polda Sumsel juga berhasil mengungkap 11 perkara *illegal refinery* dengan 13 tersangka dan menyita sekitar 125.320 liter minyak hasil penyulingan ilegal.


Berdasarkan data Ditreskrimsus Polda Sumsel, tingkat penyelesaian tindak pidana pada sektor *illegal drilling* sepanjang tahun 2026 mencapai 53,12 persen. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan efektivitas penegakan hukum sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan mafia migas yang selama ini memanfaatkan aktivitas pengeboran dan penyulingan minyak ilegal di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.


Keberhasilan penindakan tersebut memberikan dampak positif terhadap stabilitas distribusi energi di Sumatera Selatan. Penertiban aktivitas ilegal membantu menjaga ketersediaan pasokan BBM, mencegah penyimpangan distribusi BBM bersubsidi, mendukung iklim investasi yang sehat, serta meminimalkan potensi kerusakan lingkungan dan konflik sosial akibat aktivitas migas ilegal.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penegakan hukum yang dilakukan Polda Sumsel juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar beralih menuju pengelolaan migas yang legal sesuai ketentuan pemerintah.


“Kami akan lebih bangga ketika pemahaman masyarakat sudah selaras dengan Polri. Masyarakat yang telah diverifikasi harus bernaung di bawah entitas legal seperti BUMN, BUMD, UMKM, maupun koperasi agar hasil produksinya menjadi bagian dari ketahanan energi nasional dan disalurkan secara sah kepada Pertamina,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa operasi pemberantasan mafia migas merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan perekonomian masyarakat.


“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah pusat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Sinergi dengan pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina, BPH Migas, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Polda Sumatera Selatan memastikan pengawasan terhadap aktivitas migas ilegal akan terus ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor dan penegakan hukum yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, dan represif secara proporsional, Polda Sumsel berkomitmen mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah di bidang ketahanan energi, melindungi aset negara, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola sumber daya alam yang legal dan berkelanjutan. (Mnd)

Share:

KPU Gandeng PWI Pekanbaru, Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tugas Kelembagaan


PEKANBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Kota Pekanbaru melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Hubungan Kerja Sama dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kelembagaan. 


Kerja sama yang menjadi yang pertama antara kedua lembaga itu ditandatangani di Kantor KPU Kota Pekanbaru, Jalan Datuk Setia Maharaja, Senin (27/7).


Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua KPU Kota Pekanbaru, Raga Perwira, bersama Ketua PWI Pekanbaru, Andre Zaky. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi yang dihadiri jajaran pengurus PWI Pekanbaru serta pimpinan dan jajaran KPU Kota Pekanbaru.


Ketua PWI Pekanbaru, Andre Zaky, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antara PWI Pekanbaru dan KPU Pekanbaru sebagai mitra kerja dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.


Menurut Andre, nota kesepahaman ini menjadi kerja sama perdana yang dijalin kedua belah pihak dan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mendukung penyelenggaraan pemilu melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


"Ini perdana kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak. PWI Pekanbaru ke depan tentu akan mendukung KPU dalam penyelenggaraan pemilu, khususnya dalam bentuk penyampaian informasi dan sosialisasi," kata Andre usai pertemuan.


Ia menegaskan, PWI Pekanbaru siap berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait tahapan Pemilu maupun berbagai program yang dijalankan KPU.

Selain itu, lanjutnya, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks yang berkaitan dengan kepemiluan.


"Dengan poin-poin kerja sama ini, kita berharap dapat direalisasikan, terutama dalam mengatasi informasi hoax. Sehingga jika adanya informasi yang liar dapat dikonfirmasikan langsung ke KPU, dan dapat diluruskan segera," ujar Andre.


Sementara itu, Ketua KPU Kota Pekanbaru, Raga Perwira, menilai PWI merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat demokrasi.


"Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa salah satu pilar demokrasi ini adalah Pers. Kami paham bahwa PWI merupakan mitra strategis kami di KPU, salah satunya dalam tahap Pilkada kami sangat membutuhkan pers," ucapnya.


Raga berharap kerja sama yang telah terjalin dapat semakin memperkuat sinergi antara KPU dan PWI dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang berkualitas di Kota Pekanbaru.


"Banyak cara, salah satunya mungkin dari informasi-informasi hoaks yang kita hilangkan melalui PWI ini," pungkasnya.(Manda)

Share:

Populasi Lalat Meningkat Saat Panen, Pemilik Peternakan Janji Perbaiki Pengelolaan Kandang

 


PEKANBARU – Keluhan warga Jalan Jati Jajar I, Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Kulim, terkait serangan lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kecamatan Kulim, Senin (27/7/2026).


Bersama pihak kelurahan, ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha, kecamatan melakukan monitoring serta klarifikasi langsung di lokasi guna mencari solusi atas persoalan yang telah lama dikeluhkan warga.


Dari hasil monitoring lapangan, peternakan ayam yang menjadi perhatian masyarakat diketahui berada di Jalan Lintas Timur KM 16,5 RT 04 RW 06, Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Kulim. Usaha tersebut dimiliki oleh Nasir yang juga berdomisili di sekitar lokasi peternakan.


Dalam proses klarifikasi, pemilik usaha mengakui bahwa populasi lalat cenderung meningkat pada masa panen maupun setelah panen. Kondisi itu, menurutnya, dipicu oleh aktivitas penangkapan dan pengangkutan ayam, pembersihan kandang, serta penyemprotan yang dilakukan setelah kandang dikosongkan.


"Sebagai pemilik kandang kami menerima laporan dari masyarakat, dan kami akan mengupayakan yang terbaik agar lalat tidak mengganggu warga," ujar Nasir.


Ia mengatakan, berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, mulai dari penggunaan obat pengendali lalat hingga pembersihan kandang secara rutin untuk menekan perkembangan populasi lalat.


"Obat lalat dan pengelolaan limbah kami upayakan semaksimal mungkin untuk menekan populasi lalat, terutama saat proses pembersihan kandang," katanya.


Nasir menjelaskan, saat ini kapasitas kandang yang dikelolanya sekitar 3.500 ekor ayam. Menurutnya, kebersihan kandang menjadi perhatian utama karena rumahnya juga berada di dekat lokasi peternakan.


"Kalau kebersihan kami usahakan sebaik mungkin karena rumah saya juga di sebelah kandang. Jadi kami juga berkepentingan menjaga lingkungan tetap bersih," ujarnya.


Sementara itu, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kulim, Riko, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai gangguan lalat yang dirasakan warga.


"Hari ini kami turun bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pelaku usaha untuk menyikapi laporan tersebut. Dari penjelasan pemilik usaha, memang sudah ada upaya pengendalian menggunakan obat lalat. Namun kami meminta agar langkah itu lebih dimaksimalkan sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa jauh berkurang," katanya.


Menurut Riko, berdasarkan hasil klarifikasi, kemunculan lalat memang meningkat saat proses panen dan pembersihan kandang berlangsung. Meski demikian, pelaku usaha diminta meningkatkan langkah-langkah pencegahan agar populasi lalat tidak menyebar ke permukiman.


"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, lalat meningkat ketika proses panen dan pencucian kandang. Hal itu memang tidak bisa dipungkiri. Karena itu kami menekankan agar penyemprotan dan pengendalian dilakukan lebih maksimal sehingga lalat tidak berkembang semakin banyak," ujarnya.


Berdasarkan laporan hasil monitoring, masyarakat pada prinsipnya menerima penjelasan yang disampaikan oleh pemilik usaha. Namun, warga tetap berharap pengendalian bau dan lalat dilakukan lebih optimal sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dapat berkurang secara signifikan.


Selain meminta peningkatan pengendalian dampak lingkungan, Pemerintah Kecamatan Kulim juga mengimbau pelaku usaha untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pengurus RT, RW, Kelurahan Sialangrampai, serta pihak kecamatan. 


" Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani melalui dialog dan koordinasi, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat," tutupnya. (Mnd)

Share:

Sambut 564 Siswa Baru, SMKN 6 Palembang Tegaskan Tolak Bullying dan Judol


PALEMBANG — SMK Negeri 6 Palembang secara resmi menyambut 564 peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026. Tak sekadar mengenalkan lingkungan fisik dan program keahlian, sekolah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang bersih dari perundungan (*bullying*) dan maraknya bahaya judi *online* (judol).


Sebagai langkah nyata, SMKN 6 Palembang menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel) untuk memberikan penyuluhan hukum. Mengusung tema “Keadaban dan Keamanan Digital serta Dampak Negatif Game dan Judi Online (Judol)”, sosialisasi ini dirancang agar para siswa baru dapat membentengi diri dari ancaman kejahatan siber dan risiko pergaulan digital.


Pembentukan Karakter melalui "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat"

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 6 Palembang, Sri Haryani, M.Pd., menyampaikan bahwa MPLS disajikan secara interaktif dan menyenangkan untuk menguatkan karakter peserta didik. Siswa didorong menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari melalui implementasi *Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat*.

“Yang kami tekankan adalah bagaimana siswa mengimplementasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Misalnya membentuk karakter yang baik, gemar berolahraga, disiplin, bijak menggunakan media sosial, serta menerapkan budaya sekolah yang bebas dari bullying. Mereka juga diajarkan untuk rukun dengan teman dan menghormati sesama,”* jelas Sri Haryani.


Selain mendapatkan pembekalan hukum dan karakter, para siswa baru juga diperkenalkan dengan beragam kegiatan ekstrakurikuler melalui demonstrasi interaktif seperti Paskibra, Pencak Silat, Pramuka, dan kegiatan minat-bakat lainnya pada Kamis pagi.


Imbauan dan Harapan Kepala SMKN 6 Palembang

Di tengah tingginya dinamika isu remaja—seperti ancaman perundungan, tawuran, hingga jeratan judi *online*—Kepala SMKN 6 Palembang mengimbau seluruh peserta didik baru untuk senantiasa menjaga integritas dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.


“Kami mengimbau anak-anakku sekalian untuk benar-benar bijak dalam memilah informasi dan aktivitas di dunia digital. Jauhi judi online, hindari tawuran, dan katakan tidak pada bullying. Jadikan lingkungan sekolah sebagai wadah untuk mengeksplorasi potensi diri, mengukir prestasi, dan membangun persahabatan yang positif,”* tegas Kepala SMKN 6 Palembang.


Pihak sekolah juga menekankan krusialnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta mendampingi aktivitas anak.


“Mari bersama-sama kita saling mengingatkan anak-anak agar tidak terlibat tawuran, tidak membully teman, fokus belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan mereka. Harapan kami, 564 siswa baru ini tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, taat hukum, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,”* tutupnya. (Mnd)

Share:

Sabtu, 25 Juli 2026

Tutup FLS3N Sumsel 2026, Kadisdik Mondyaboni Minta Pemenang Bersiap Harumkan Nama Bumi Sriwijaya di Nasional


PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Rangkaian Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi ditutup secara khidmat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, dan panitia yang telah menyukseskan gelaran seni bergengsi ini.


Secara khusus, Kadisdik memberikan instruksi dan motivasi kepada para kontingen yang berhasil meraih gelar juara untuk langsung bersiap menghadapi persaingan di tingkat nasional.


"Selamat kepada para juara yang akan membawa panji Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional! Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, jaga ketekunan, dan bawalah harum nama Bumi Sriwijaya. Bagi yang belum meraih juara tahun ini, ingatlah bahwa keberanian kalian tampil dan berkarya sudah menjadikan kalian seorang pemenang," tegas Mondyaboni.


Misi Meraih Gelar Juara Nasional

Mondyaboni menekankan bahwa ajang FLS3N bukan sekadar kompetisi mengejar trofi, melainkan ruang pembinaan karakter, pengasahan kreativitas, dan pelestarian akar budaya lokal di tangan generasi muda.


Namun, menghadapi laga di tingkat nasional mendatang, Dinas Pendidikan Prov. Sumsel mematok target tinggi untuk membawa pulang hasil terbaik bagi daerah.

"Targetnya tentu kita juara," ujar Kadisdik optimis saat ditanya mengenai target Sumatera Selatan di panggung nasional.


Mendorong Penjaringan Talenta Seni Lebih Luas

Mengakhiri masa penutupan FLS3N 2026, Kadisdik menyampaikan rasa terima kasih sekaligus harapannya agar ajang FLS3N mendatang dapat menjaring lebih banyak talenta seni dari berbagai penjuru Sumatera Selatan.


"Terima kasih. Harapan ke depan tentunya nanti di tahun ke depan anak-anak akan lebih banyak lagi yang mempunyai bakat agar ditampilkan dan kemudian dikompetisikan, sehingga kita mendapatkan bakat-bakat serta talenta-talenta unggul di bidang seni dan kearifan lokal di Sumatera Selatan. Mari terus kita dukung tumbuh kembang kreativitas anak-anak kita demi mewujudkan generasi berkarakter, berbudaya, dan berprestasi!" pungkasnya. (Mnd)

Share:

Kamis, 23 Juli 2026

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman, SMAN 12 Palembang Sambut 240 Siswa Baru dengan Konsep MPLS Inspiratif dan Anti-Perpeloncoan

 


PALEMBANG — SMA Negeri 12 Palembang resmi menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Mengusung konsep MPLS Ramah Anak, kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan tanpa adanya praktik perpeloncoan.


Sebanyak 240 siswa baru yang terbagi dalam 6 gugus (masing-masing 40 siswa per gugus) antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari hari Senin hingga Jumat.


Sinergi Sekolah dan Orang Tua Sejak Hari Pertama

Inovasi baru pada MPLS tahun ini ditandai dengan dibukanya kegiatan pra-MPLS yang melibatkan para orang tua murid. Waka Kesiswaan SMA Negeri 12 Palembang, Kgs. H. M. Andriansyah, S.Pd.I., Gr., menjelaskan bahwa sosialisasi bersama orang tua menjadi langkah krusial untuk membangun rasa aman dan saling percaya.


"Kami mengundang orang tua murid agar mereka memahami konsep MPLS ramah ini. Kami ingin memastikan saat orang tua mengantarkan anaknya di hari pertama, mereka tahu bahwa SMA Negeri 12 Palembang adalah rumah kedua yang nyaman. Tidak ada lagi ketakutan akan perpeloncoan atau tugas-tugas aneh seperti jaman dulu," ujar Kgs. H. M. Andriansyah, S.Pd.I., Gr. selaku Waka Kesiswaan SMAN 12 Palembang.


Selain menekankan kenyamanan, pihak sekolah juga memperkenalkan visi-misi lembaga serta menggembleng kedisiplinan siswa sejak awal pembukaan.


Pembentukan Karakter: Jurnal "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" & Filosofi Kimia

Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik dibekali materi wajib pembentukan karakter, salah satunya melalui penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Untuk memastikan kebiasaan baik ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekolah menyiapkan lembar proyek berupa Jurnal Laporan Kegiatan Harian. Melalui jurnal ini, perkembangan dan pola hidup mandiri siswa dipantau secara mendalam mulai dari hal-hal mendasar:


  • Jam bangun pagi dan kemandirian merapikan tempat tidur.
  • Pelaksanaan ibadah dan doa harian.
  • Pola hidup sehat (seperti jumlah asupan air minum per hari).
  • Sikap dan interaksi sosial di tengah masyarakat.



Menariknya, kepengurusan OSIS dan MPK turut menyuntikkan pendekatan kreatif dalam pengenalan jati diri siswa. Belinda Mutiara (Ketua OSIS SMAN 12 Palembang) yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana MPLS, bersama Pandji Oksya Purnama (Ketua MPK SMAN 12 Palembang) sebagai Penanggung Jawab Penjelajahan, mengungkapkan adanya kolaborasi materi sains dengan pengembangan diri.


"Kami mengombinasikan konsep pengenalan jati diri dengan pelajaran Kimia mengenai proses asam-basa. Kami analogikan, jika siswa menanamkan perbuatan baik, maka output-nya akan positif, begitupun sebaliknya. Ini cara unik agar adik-adik kelas 10 lebih mudah memahami sebab-akibat dari setiap tindakan mereka,"* terang Belinda Mutiara.


Edukasi Hukum & Bahaya Narkoba Bersama BNN dan Kepolisian

Menjawab tantangan era digital dan dinamika lingkungan remaja, SMAN 12 Palembang turut menggandeng instansi luar seperti **BNN (Badan Narkotika Nasional) dan pihak Kepolisian.


Siswa mendapatkan sosialisasi mendalam terkait pemahaman bahaya Narkoba, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (NAPZA), pencegahan kenakalan remaja, hingga pemahaman hukum. Siswa diajarkan cara menyaring informasi di media sosial (Instagram, TikTok, X/Twitter) serta menyikapi pengaruh lingkungan secara bijak dan santun tanpa harus berkonflik.


Ajang Unjuk Bakat: Promosi dan Demo Ekstrakurikuler

Guna memfasilitasi minat dan bakat siswa baru, rangkaian MPLS juga dimeriahkan dengan agenda pengenalan ekstrakurikuler yang terbagi dalam dua tahap:


 1. Rabu & Kamis: Penayangan video kreatif promosi dari masing-masing ekstrakurikuler.

 2. Jumat: Pelaksanaan Demo Ekstrakurikuler secara langsung di lapangan sekolah.


Seluruh ekstrakurikuler di SMAN 12 Palembang menunjukkan keunggulannya. Namun, pada MPLS kali ini, beberapa ekskul yang paling mencuri perhatian dan diminati peserta didik baru antara lain Paskibra, Publisistik/Ekskul Seni (Sabuk Gersmi), dan Olahraga/Bela Diri.


Menginspirasi Lewat Prestasi Siswa

Pelaksanaan MPLS ini juga menjadi momentum untuk memotivasi siswa baru melalui deretan prestasi membanggakan yang diraih oleh para seniornya. Di antaranya keberhasilan siswa SMAN 12 Palembang di ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia (PPKI) Sumatra Selatan serta ajang seni tingkat daerah.


Salah satu apresiasi khusus diberikan kepada Andika Yuda Pratama (siswa kelas 12-6), yang berhasil terpilih masuk dalam daftar 100 Penari Terbaik Kota Palembang / Sumatra Selatan dalam peringatan Hari Tari Nasional.


Melalui seluruh rangkaian MPLS Ramah ini, SMAN 12 Palembang berharap para siswa baru kelas 10 dapat melangkah ke jenjang SMA dengan semangat tinggi, berkarakter unggul, taat hukum, serta aktif mengeksplorasi potensi diri melalui wadah yang telah disediakan sekolah. (Mnd)

Share:

Gelar MPLS Ramah dan Bebas Perpeloncoan, SMKN 4 Palembang Sambut Siswa Baru


PALEMBANG — SMK Negeri 4 Palembang secara resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 666 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Mengusung konsep MPLS Ramah, kegiatan yang berlangsung selama lima hari (13–17 Juli) ini berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perpeloncoan.


Mewakili Kepala SMK Negeri 4 Palembang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bayu Prasetya, S.Pd.Gr, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan fokus utama pembentukan karakter melalui konsep "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".


 "Sesuai edaran dari Pak Menteri, MPLS kita berlangsung ramah dan edukatif. Tidak ada lagi budaya perpeloncoan. Pembiasaan karakter seperti senam pagi Anak Indonesia Hebat, sosialisasi ramah pendidikan, hingga pengenalan kegiatan positif harian yang sesuai usia pelajar menjadi menu utama selama lima hari ini," ujar Bayu.


Kolaborasi Strategis dan Deklarasi Anti-Tawuran

Dalam pelaksanaannya, SMKN 4 Palembang juga menggaet narasumber kompeten dari pihak eksternal, di antaranya kepolisian (Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning) dan TNI (Koramil Kamboja).


Selain pembekalan wawasan wiyata mandala dan materi internal sekolah pada hari pertama, kehadiran aparat penegak hukum di hari berikutnya ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai:


  • Pencegahan kenakalan remaja dan anti-tawuran.
  • Edukasi tata tertib lalu lintas dan keselamatan berkendara.
  • Deklarasi Bersama Anti-Tawuran dan Anti-Narkoba yang diikuti secara serentak oleh seluruh siswa baru.


8 Jurusan Unggulan dan Puncak Demo Ekstrakurikuler

Ratusan siswa baru tersebut terbagi ke dalam 21 Rombongan Belajar (Rombel) di 8 program keahlian. Bayu mengungkapkan, antusiasme pendaftar tahun ini tergolong merata, meski beberapa jurusan menjadi favorit utama lantaran ditunjang program Kelas Industri yang kuat.


  • Jurusan Terfavorit: Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
  • Puncak Acara (Hari Ke-5): Penampilan demonstrasi dari 13 ekstrakurikuler (seperti Paskibra, Pramuka, Voli, Futsal, dll).
  • Eskul Paling Diminati: Paskibra, yang kini tengah mempersiapkan seleksi petugas pengibaran bendera HUT ke-81 RI hingga tingkat provinsi dan nasional.


Himbauan Bijak Bermedia Sosial dan Imbauan untuk Orang Tua

Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di media sosial, Pihak Sekolah mengimbau kepada para orang tua dan siswa baru agar senantiasa bijak menyikapi berita yang beredar.


 "SMK Negeri 4 Palembang memiliki banyak prestasi unggulan. Kami mengimbau para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putramu kepada kami, serta tidak menelan bulat-bulat informasi yang belum tentu benar di media sosial. Bagi para siswa, gunakanlah media sosial secara bijak, jagalah nama baik almamater, dan populerkanlah prestasi sekolah," tegas Bayu.


Sekolah berharap seluruh materi dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan MPLS tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. (Mnd)

Share:

SIAP BERSINAR DI TINGKAT NASIONAL, FLS3N TINGKAT PROVINSI SUMATERA SELATAN 2026 RESMI DIBUKA


PALEMBANG, 23 Juli 2026 – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., di SMA Negeri Sumatera Selatan, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, ajang ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni, sastra, dan budaya daerah.


Ajang seleksi menuju FLS3N tingkat nasional ini diikuti oleh pelajar-pelajar terbaik yang mewakili 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, menegaskan bahwa seni dan sastra memiliki peran krusial dalam dunia pendidikan untuk membentuk karakter serta memperkuat identitas budaya bangsa. Ia merinci bahwa perubahan nama dari FLS2N menjadi FLS3N menandai komitmen pemerintah dalam memperluas ruang ekspresi peserta didik.


 “Penambahan cabang sastra menjadi langkah positif agar peserta didik memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, berkarya, dan mencintai budaya bangsa melalui seni maupun sastra,” ujar Mondyaboni. Beliau berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi duta budaya Sumatera Selatan di tingkat nasional.


Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd., menyampaikan bahwa FLS3N merupakan program strategis dalam pembinaan siswa jenjang SMA untuk mengidentifikasi dan membina talenta terbaik daerah.


 “Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas dan percaya diri. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi bagaimana mereka mampu menunjukkan karakter, kreativitas, dan semangat melestarikan seni serta budaya daerah. Mereka yang terpilih nantinya akan menjadi wajah Sumatera Selatan di FLS3N tingkat nasional,” ungkap Basuni.


Ketua Panitia sekaligus Ketua MKKS SMA Provinsi Sumsel,Drs. Sugiyono, M.M. menjelaskan bahwa FLS3N berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan 16 cabang lomba secara luring maupun daring. Pusat kegiatan berada di SMA Negeri Sumatera Selatan, sementara beberapa cabang lomba digelar di SMA Negeri 1 Palembang, SMK Negeri 3 Palembang, dan SMK Negeri 5 Palembang.


Sugiyono menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, jujur, dan adil oleh dewan juri yang dipimpin oleh Misral, S.Sn., M.Sn. Selain mencari peserta terbaik, FLS3N juga bertujuan menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal Sumatera Selatan.


Selaku tuan rumah penyelenggara, Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan putra-putri terbaik yang akan membawa nama Sumatera Selatan di tingkat nasional. Siapa pun yang terpilih merupakan kebanggaan kita bersama,” tutur Iswan.


Melalui penyelenggaraan FLS3N 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengukir prestasi di bidang seni dan sastra, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya daerah di panggung nasional. (Mnd)

Share:

MPLS Ramah SMKN 5 Palembang: Tanamkan Budaya Bebas Narkoba dan Perundungan Sejak Dini


PALEMBANG – SMK Negeri 5 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai langkah awal membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan intoleransi. Sebanyak 275 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar mengikuti rangkaian kegiatan MPLS selama lima hari, 13–17 Juli 2026.


Kepala SMK Negeri 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan materi yang diberikan kepada peserta didik baru tidak hanya sebatas pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembentukan karakter melalui berbagai edukasi yang melibatkan sejumlah instansi.


"Kami ingin siswa baru memahami sejak awal bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Karena itu mereka dibekali materi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, bijak bermedia sosial, menghormati orang tua, hingga membangun hubungan yang baik dengan sesama teman," ujarnya.


Selama pelaksanaan MPLS, sekolah menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampus, serta guru Bimbingan Konseling (BK).


Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan kekerasan, perundungan dan intoleransi, edukasi kesehatan remaja, hingga literasi digital agar siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dan terhindar dari pengaruh negatif seperti judi online dan kejahatan siber.


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 5 Palembang, Aan Novrianto, S.T., M.Kom., mengatakan pendidikan karakter menjadi prioritas sekolah sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.


"Kami ingin seluruh siswa merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah. Karena itu sejak MPLS mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya saling menghormati, menjauhi tindakan perundungan, serta berani melaporkan apabila menemukan atau mengalami kekerasan di lingkungan sekolah," katanya.


Menurut Aan, keterlibatan berbagai instansi dalam MPLS menjadi bentuk sinergi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta didik mengenai berbagai persoalan yang saat ini banyak dihadapi remaja.


"Harapan kami, siswa SMK Negeri 5 Palembang tidak hanya memiliki kompetensi di bidang keahlian, tetapi juga berkarakter, berintegritas, bebas dari narkoba, anti-bullying, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab di sekolah maupun di masyarakat," jelasnya.


Selain mendapatkan materi pembentukan karakter, peserta didik juga dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Gerakan Cinta Orang Tua, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat dan minat.


Melalui MPLS Ramah, SMK Negeri 5 Palembang berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, tumbuh dalam lingkungan belajar yang positif, serta menjadi generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia. (Mnd)

Share:

Gali Potensi Non-Akademik Siswa Baru, SMAN 11 Palembang Siapkan Ruang Berekspresi Luas


PALEMBANG – SMA Negeri 11 Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul secara akademik maupun nonakademik. Sekolah aktif mendorong peserta didik untuk berorganisasi serta mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.


Komitmen ini diwujudkan dengan memberikan panggung khusus bagi seluruh organisasi dan ekstrakurikuler untuk memperkenalkan diri kepada siswa baru dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.


Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa pengenalan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam membentuk fondasi siswa. Menurutnya, keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur dari pencapaian di dalam kelas, tetapi juga dari pengembangan potensi diri di luar ruang belajar.


“Pada hari keempat MPLS, seluruh ekstrakurikuler kami beri kesempatan untuk mendemonstrasikan kegiatan sekaligus memperkenalkan organisasinya kepada adik-adik kelas. Harapannya, mereka tertarik bergabung dan dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Sunandar.


Inisiatif dan Kreativitas Siswa Jadi Sorotan

Momen unjuk kebolehan ekstrakurikuler tersebut berlangsung meriah. Setiap organisasi menampilkan atraksi terbaik sesuai bidangnya masing-masing. Menariknya, sejumlah organisasi siswa bahkan menyiapkan doorprize dan hadiah sederhana menggunakan dana kas internal mereka sebagai bentuk kreativitas untuk menarik minat peserta didik baru.


Sunandar mengapresiasi tinggi seluruh rangkaian acara tersebut karena murni lahir dari ide dan kerja keras para siswa sendiri.


“Semuanya murni inisiatif anak-anak. Mereka sudah menyiapkan konsep kegiatan sejak jauh hari. Ini menjadi pengalaman berharga dalam belajar bekerja sama, berorganisasi, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.


Wadah Minat yang Beragam dan Rencana Pengembangan Fasilitas

Mengenai dinamika minat siswa, Sunandar mengungkapkan bahwa pilihan peserta didik cukup beragam. Cabang olahraga, khususnya bola voli, masih menjadi favorit utama sekaligus cabang andalan sekolah dalam berbagai ajang kompetisi. Sementara itu, minat pada organisasi seperti Pramuka dan Paskibra terus menyesuaikan dengan tren dan minat generasi saat ini.


Guna mendukung ruang gerak dan potensi siswa yang tinggi, pihak sekolah berupaya terus meningkatkan fasilitas penunjang. Salah satu rencana strategis yang disiapkan adalah pembangunan lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk olahraga basket, voli, hingga futsal.


Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran—terutama untuk kebutuhan sarana pendukung seperti jaring pengaman yang belum dapat diakomodasi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)—pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti mencari solusi terbaik demi kemajuan siswa.


Membentuk Soft Skill untuk Masa Depan

Di akhir keterangannya, Sunandar menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi dan ekstrakurikuler adalah investasi jangka panjang untuk masa depan peserta didik. Kegiatan ini dinilai ampuh dalam membangun karakter, memperkuat kemampuan komunikasi, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengasah kerja sama tim.


“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki *soft skill*, jiwa kepemimpinan, dan rasa percaya diri. Semua itu bisa diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dan positif,” tegas Sunandar.


Ia berharap seluruh peserta didik baru berani mengambil kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan yang ada di SMAN 11 Palembang, sehingga dapat menemukan potensi terbaik dalam diri mereka sekaligus membawa harum nama sekolah di tingkat daerah maupun nasional. (Mnd)

Share:

Sinergi Hebat di MPLS SMKN Sumsel: 432 Siswa Baru Siap Menjadi Tenaga Kerja Profesional dan Berdaya Saing


PALEMBANG, 17 Juli 2026 – SMK Negeri Sumatera Selatan secara resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026, ini menjadi pijakan perdana dalam membangun generasi emas melalui penanaman budaya disiplin, etika, dan karakter kuat bagi 432 peserta didik baru.


Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., menegaskan bahwa penanaman disiplin menjadi salah satu prioritas utama dalam MPLS tahun ini. Menurutnya, kedisiplinan merupakan kunci utama untuk membentuk lulusan SMK yang tidak hanya memiliki kompetensi keahlian unggul, tetapi juga siap dan tangguh dalam memasuki dunia kerja.


"Alhamdulillah pelaksanaan MPLS berjalan dengan lancar. Kami memberikan pemahaman kepada siswa mengenai seluruh program sekolah, sekaligus menyosialisasikan tata tertib, disiplin, serta nilai-nilai karakter yang harus mereka terapkan selama menjadi peserta didik di SMK Negeri Sumatera Selatan," ujar Zulkarnain.


Ia menjelaskan, seluruh siswa baru diberikan pemahaman komprehensif mengenai disiplin berpakaian, disiplin waktu, hingga disiplin belajar beserta konsekuensi terhadap setiap bentuk pelanggaran. Di sisi lain, sekolah juga menerapkan sistem penghargaan (*reward system*) sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang mampu menunjukkan sikap disiplin dan prestasi terpuji.


"Kami berharap seluruh siswa menaati tata tertib yang telah dijelaskan. Mereka sudah memahami aturan-aturan yang berlaku dan kami ingin kedisiplinan itu menjadi budaya yang terus dijaga selama mereka menempuh pendidikan di sekolah ini,"* tuturnya.


Sebagai bagian terpadu dari pembentukan karakter, sekolah menghadirkan berbagai narasumber kompeten dari instansi terkait. Jajaran Koramil hadir memberikan materi pembentukan karakter dan kedisiplinan. Sementara itu, Polrestabes Palembang menyampaikan edukasi penting mengenai pencegahan bullying, etika penggunaan media sosial, penanggulangan tawuran, serta pencegahan geng remaja. Adapun Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan turut memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.


Selain mendapat pembekalan materi di dalam kelas, para siswa diperkenalkan langsung dengan lingkungan praktik dan bengkel sesuai kompetensi keahlian, fasilitas Bimbingan Konseling (BK), program penguatan literasi dan numerasi, hingga pembiasaan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) yang menjadi pilar karakter di lingkungan sekolah.


Pada tahun pelajaran 2026/2027 ini, SMKN Sumatera Selatan menerima 432 peserta didik baru yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Mereka akan menempuh pendidikan pada tujuh kompetensi keahlian, yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Sepeda Motor, Teknik Permesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Mekatronika, dan Perhotelan.


Rangkaian MPLS juga diisi dengan pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Pada hari pertama, siswa menyaksikan demonstrasi ekstrakurikuler yang ditampilkan oleh kakak kelas, sedangkan pada acara penutupan, peserta didik baru berkesempatan menampilkan hasil latihan yang telah dipersiapkan secara kompak selama MPLS.


Sebagai penegasan komitmen bersama, seluruh siswa baru secara khidmat menandatangani Komitmen Disiplin pada hari terakhir kegiatan. Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan peserta didik untuk mematuhi seluruh tata tertib sekolah dan menjaga nama baik almamater tercinta.


"Disiplin bukan hanya aturan di sekolah, tetapi juga modal utama dalam kehidupan dan dunia kerja. Kami ingin seluruh lulusan SMK Negeri Sumatera Selatan memiliki karakter yang kuat, bertanggung jawab, serta mampu menjadi tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing,"* pungkas Zulkarnain. (Mnd)

Share:

Rabu, 22 Juli 2026

Akselerasi Kualitas SDM ASN, Kemenag Sumsel Gelar Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam 2026


Palembang (Kemenag Sumsel) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelar Penilaian Uji Kompetensi (UKOM) Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam Tahun 2026 pada Rabu (22/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan guna memetakan sekaligus mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN di lingkungan Kemenag Sumsel agar semakin profesional, berintegritas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Acara pembukaan yang dipusatkan di ruang Laboratorium Komputer MTs Negeri 2 Palembang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan. Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa esensi utama dari asesmen ini adalah komitmen perbaikan kualitas pelayanan keagamaan.


“Penilaian kompetensi ini bukan semata-mata untuk memenuhi formalitas persyaratan kenaikan jenjang jabatan fungsional. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas diri agar kita mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat,” tegas Syafitri.


Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta mentalitas berkompetisi secara sehat. Syafitri berharap naiknya jenjang jabatan para penyuluh kelak berbanding lurus dengan hadirnya ide-ide edukasi keagamaan yang lebih solutif dan menyejukkan.


“Keberhasilan dalam uji kompetensi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.


Tersebar di 11 Titik Lokasi dengan Tahapan Ketat

Uji kompetensi tahun ini diikuti oleh 59 peserta yang melaksanakan ujian secara serentak di 11 titik lokasi kabupaten/kota se-Sumatera Selatan:



  • MTsN 2 Palembang: 34 peserta (titik lokasi terbanyak)
  • Kankemenag Kab. Lahat: 4 peserta
  • Kankemenag Kab. OKU: 4 peserta
  • Kankemenag Kab. Musi Rawas: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. Ogan Ilir: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. Muara Enim: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. OKU Timur: 2 peserta
  • Kankemenag Kab. OKI: 2 peserta
  • Kankemenag Kota Pagar Alam: 2 peserta
  • Kankemenag Kota Lubuklinggau: 1 peserta
  • KUA Kec. Cambai, Kota Prabumulih: 1 peserta


Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sumsel, Evi Zurviana Azom, memaparkan bahwa penilaian kompetensi untuk kenaikan Jenjang Ahli Muda dan Ahli Madya ini dilaksanakan melalui alur yang ketat dan terukur.


Rangkaian ujian meliputi Penilaian *Computer Assisted Test* (CAT) dan Wawancara Tertulis untuk Kompetensi Manajerial, Sosial Kultural, serta Teknis. Khusus untuk pelaksanaan Wawancara Kompetensi Teknis jenjang Ahli Madya, uji lanjutan akan dilaksanakan secara daring pada **27 hingga 31 Juli 2026** mendatang.


“Uji Kompetensi ini diharapkan menjadi jaminan lahirnya profil penyuluh agama yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi pilar kedamaian di tengah masyarakat Sumatera Selatan,” tutup Evi. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Pererat Silaturahmi, Wali Murid SMKN 4 Palembang Siap Sukseskan Program Pendidikan TA 2026/2027


PALEMBANG — Hubungan kemitraan dan tali silaturahmi antara SMKN 4 Palembang dengan orang tua/wali murid terus terjalin erat. Menanggapi isu miring yang beredar di media sosial dan publik, Kepala SMKN 4 Palembang, Sumin Eksan, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa seluruh informasi negatif tersebut adalah tidak benar.

Suasana rapat koordinasi orang tua/wali murid Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan sangat hangat, kondusif, dan penuh rasa kekeluargaan. Para orang tua murid yang hadir menyambut baik transparansi serta program-program unggulan sekolah yang dirancang demi kemajuan peserta didik.


"Seluruh pemberitaan miring yang beredar sama sekali tidak benar. Kami sangat mengapresiasi kehangatan dan dukungan penuh dari para wali murid angkatan 2026 yang hadir. Adapun kericuhan kecil di akhir acara dipicu oleh oknum luar yang tidak diundang dan tidak berkepentingan," ujar Sumin Eksan, S.Pd., M.M., Kepala SMKN 4 Palembang.


Komitmen Bersama dan Poin Klarifikasi

 1. Dukungan Penuh Program Sekolah:

   Orang tua/wali murid angkatan 2026 menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang dipicu pihak luar, sekaligus menegaskan kesiapan mereka untuk mendampingi dan mendukung penuh seluruh agenda serta program pendidikan SMKN 4 Palembang.

 2. Provokasi Oknum Tanpa Undangan:

   Kericuhan dipicu oleh kedatangan sekelompok oknum saat rapat hendak berakhir. Ketika diminta menunjukkan surat undangan resmi oleh panitia, para oknum tersebut tidak dapat menunjukkannya.

 3. Bukan Perwakilan Wali Murid:

   Hasil verifikasi memastikan bahwa oknum-oknum yang memprovokasi tersebut tidak memiliki anak yang terdaftar sebagai siswa SMKN 4 Palembang, sehingga tindakan mereka tidak mewakili sikap maupun aspirasi orang tua murid TA 2026/2027.


Mewujudkan Sinergi Pendidikan yang Maksimal

SMKN 4 Palembang bersama wali murid berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang positif demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berprestasi. Pihak sekolah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Mnd)

Share:

Selasa, 21 Juli 2026

Sambut 400 Siswa Baru, SMAN 16 Palembang Berkomitmen Jadi 'Rumah Kedua' yang Nyaman dan Berprestasi


PALEMBANG – Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri 16 Palembang resmi menyambut kedatangan 400 peserta didik baru melalui penutupan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengusung tema "MPLS Ramah" sesuai arahan Kementerian Pendidikan, sekolah menegaskan kesiapannya untuk menjadi 'rumah kedua' yang aman, nyaman, dan mendukung pencapaian prestasi seluruh siswa.


Sebanyak 400 siswa baru yang terbagi ke dalam 10 rombongan belajar (rombel) mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah selama lima hari. Selain diajak mengenali budaya belajar, tata tertib, dan organisasi kesiswaan, para siswa juga mendapatkan pembekalan pendidikan karakter melalui *Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat* yang dipadukan dengan nilai-nilai kepramukaan.


Kepala SMAN 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa kenyamanan dan rasa diterima bagi para siswa baru adalah kunci utama dalam membangun lingkungan belajar yang ideal.


"Tema MPLS tahun ini adalah Ramah. Kami ingin anak-anak merasa nyaman, aman, dan senang berada di sekolah sejak hari pertama. Kegiatan yang kami laksanakan juga dirancang tanpa memberatkan orang tua maupun siswa, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah,"* jelas Herman.


Dalam pelaksanaannya, sekolah menghadirkan pemateri dari Kwarda Gerakan Pramuka, Tim Bimbingan Konseling (BK), serta Tim Kesiswaan. Suasana motivasi makin menguat dengan hadirnya para alumni sukses dari berbagai latar belakang—seperti unsur TNI, Polri, Paskibraka, hingga pegiat anti-narkoba—yang membagikan pengalaman serta wawasan positif kepada para juniornya.


Sebagai bukti nyata komitmen menciptakan suasana sekolah yang kondusif, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh seluruh siswa baru. Deklarasi ini memuat kesepakatan untuk menolak segala bentuk perundungan (*bullying*), kekerasan, serta tindakan negatif lainnya di lingkungan sekolah.


"Harapan kami, SMAN 16 Palembang menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh siswa. Ketika lingkungan sekolah aman dan bebas dari kekerasan, anak-anak akan lebih mudah berkembang, mengukir prestasi, dan mewujudkan cita-cita mereka,"* pungkas Herman. (Manda)

Share:

Senin, 20 Juli 2026

Usai MPLS, Ratusan Siswa Baru SMAN 9 Palembang Diminta 'Keluar Zona Nyaman' Lewat Ekskul


PALEMBANG – Usai mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ratusan peserta didik baru SMA Negeri 9 Palembang Tahun Pelajaran 2026/2027 diperkenalkan dengan beragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang ada di sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter, kepemimpinan, sekaligus mengembangkan minat dan bakat siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah atas.


Kegiatan perkenalan ekstrakurikuler digelar di halaman SMA Negeri 9 Palembang yang berlokasi di Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sebanyak 24 ekstrakurikuler tampil memperkenalkan program dan keunggulan masing-masing kepada para siswa baru.


Beragam organisasi dan kegiatan ditampilkan, mulai dari Pramuka, Paskibra, PMR, berbagai cabang olahraga, hingga seni dan organisasi pendukung lainnya. Masing-masing ekskul menampilkan atraksi, demonstrasi, maupun penjelasan mengenai aktivitas yang mereka jalankan untuk menarik minat peserta didik baru.


Kepala SMA Negeri 9 Palembang, Dra. Rosmauli, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang promosi organisasi sekolah, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik yang seimbang antara prestasi akademik dan non-akademik.


"Sekolah yang baik harus mampu memotivasi siswa untuk aktif berorganisasi tanpa melupakan kewajiban utama mereka dalam belajar. Kami ingin sejak awal anak-anak memahami bahwa keberhasilan di SMA tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan yang dibangun melalui kegiatan ekstrakurikuler," ujar Dra. Rosmauli, M.Si.


Menurut Rosmauli, pendekatan yang dilakukan sekolah bersifat persuasif dengan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa ekstrakurikuler merupakan ruang terbaik untuk menggali potensi diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Ia menjelaskan, keberadaan 24 ekstrakurikuler di SMAN 9 Palembang memberikan banyak pilihan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.


"Kami ingin mereka berani keluar dari zona nyaman. Di bangku SMA, prestasi akademik memang penting, tetapi harus diimbangi dengan karakter yang kuat. Ekstrakurikuler merupakan laboratorium pembentukan mental, kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, hingga kerja sama tim yang akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka," jelasnya.


Rosmauli juga mengingatkan agar para siswa tidak memilih ekstrakurikuler hanya karena mengikuti teman, melainkan berdasarkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.


"Silakan pilih kegiatan yang benar-benar kalian sukai. Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk mengasah kemampuan, belajar berorganisasi, melatih disiplin, sekaligus memperluas pergaulan. Namun yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas non-akademik dan tanggung jawab sebagai pelajar," pesan Rosmauli.


Melalui kegiatan perkenalan ekstrakurikuler tersebut, pihak sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat menemukan wadah yang tepat untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Dengan pembinaan yang terarah, SMAN 9 Palembang optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berjiwa kepemimpinan, kreatif, serta siap bersaing di berbagai bidang pada masa mendatang. (Mnd)

Share:

Jumat, 17 Juli 2026

Regenerasi Kepemimpinan Polda Sumsel, Kapolda Dorong Pejabat Baru Adaptif dan Responsif Layani Masyarakat


PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat transformasi organisasi melalui tradisi Kenal Pamit Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan. Momentum tersebut menjadi simbol kesinambungan pengabdian Polri dalam memperkuat stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung acara Kenal Pamit yang berlangsung di Aula Lantai VII Gedung Presisi Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumatera Selatan, Irwasda, Pejabat Utama Polda Sumsel, para Kapolres jajaran, Bhayangkari, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan menyampaikan bahwa tradisi Kenal Pamit bukan sekadar seremoni pergantian pejabat, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi pejabat lama sekaligus momentum mempererat soliditas organisasi dalam menyambut pejabat baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.


“Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja institusi. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdiannya selama bertugas di Polda Sumatera Selatan. Kepada pejabat yang baru, saya berharap segera beradaptasi, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh personel dan stakeholder, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.


Pada jajaran Pejabat Utama, Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., resmi menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan menggantikan Kombes Pol. Maesa Soegriwo, S.I.K., S.H., yang mendapat amanah sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. Jabatan Direktur Samapta kini diemban Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., menggantikan Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., yang dipercaya menjabat Dansatbrimob Polda Sumatera Utara.


Selanjutnya, jabatan Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan diserahterimakan kepada Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., menggantikan Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., yang mendapat penugasan sebagai Kabag SDM Rorenminops Korbrimob Polri. Polda Sumatera Selatan juga menyambut Kombes Pol. Dr. Ferry Harahap, S.I.K., M.Si., sebagai Kepala SPN Polda Sumatera Selatan dan Kombes Pol. dr. Muhammad El Yandiko, M.M., Sp.An., M.A.R.S., QJOA., sebagai Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Selatan.


Regenerasi kepemimpinan juga berlangsung pada lima wilayah hukum Polres jajaran. Jabatan Kapolres Pagar Alam kini diemban AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., menggantikan AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., yang selanjutnya dipercaya menjabat Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Jabatan Kapolres Prabumulih diserahterimakan kepada AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., menggantikan AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si., yang mendapat promosi sebagai Kasubbagopsnal Dittipideksus Bareskrim Polri.


Sementara itu, jabatan Kapolres Ogan Ilir kini diemban AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menggantikan AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., yang dipercaya sebagai Wakil Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulawesi Selatan. Jabatan Kapolres Ogan Komering Ulu diserahterimakan kepada AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., menggantikan AKBP Endro Aribowo, S.I.K., yang mendapat amanah sebagai Wakapolresta Cilacap Polda Jawa Tengah.


Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia Polri untuk menghadirkan organisasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Melalui penyegaran kepemimpinan, Polda Sumatera Selatan terus memperkuat implementasi Polri Presisi dengan mengedepankan pelayanan publik yang cepat, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa tradisi Kenal Pamit menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas internal sekaligus memastikan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.


“Setiap pergantian pejabat membawa semangat baru bagi organisasi. Kami optimistis para pejabat yang menerima amanah baru akan segera beradaptasi, membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menghadirkan inovasi yang semakin memperkuat kualitas pelayanan publik. Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, responsif, dan berintegritas sebagai implementasi Polri Presisi,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Melalui tradisi Kenal Pamit ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, modern, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian. Dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera Selatan akan terus menghadirkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik guna menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Bumi Sriwijaya serta mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Mnd)

Share:

Kamis, 16 Juli 2026

Tangkap Dua Tersangka, Polda Sumsel Bongkar Modus Website Palsu Bhayangkara Run


PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap sindikat penipuan digital berkedok website pendaftaran palsu Sumsel Bhayangkara Run 2026. Pengungkapan tersebut menjadi bukti komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari kejahatan siber sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan event berskala nasional yang diselenggarakan di Sumatera Selatan.


Kasus ini dipaparkan dalam konferensi pers di Mapolda Sumatera Selatan setelah penyidik Subdirektorat V Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil menangkap dua tersangka yang diduga menjadi pelaku utama. Keduanya diketahui merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan diduga telah melakukan modus serupa pada sejumlah penyelenggaraan event lari di berbagai daerah.


Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan AKBP Listyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil respons cepat penyidik setelah menerima laporan dari pihak penyelenggara resmi.


“Begitu menerima informasi adanya website pendaftaran palsu, penyidik langsung melakukan penyelidikan secara intensif melalui penelusuran digital, analisis transaksi elektronik, dan koordinasi lintas wilayah. Langkah cepat tersebut berhasil mengidentifikasi sekaligus menangkap dua pelaku sehingga potensi korban dan kerugian masyarakat dapat diminimalisasi,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan AKBP Listyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H.


Perkara ini bermula ketika Event Organizer Sumsel Bhayangkara Run 2026 menerima laporan mengenai beredarnya tautan pendaftaran tidak resmi pada 30 Mei 2026, sementara pendaftaran resmi baru dijadwalkan dibuka pada 2 Juni 2026. Tersangka berinisial MF kemudian membuat website palsu menggunakan platform formulir daring dengan mencatut desain pamflet resmi Sumsel Bhayangkara Run 2026 sehingga tampak menyerupai situs resmi penyelenggara.


Untuk memperoleh keuntungan, tersangka MF menyematkan kode pembayaran QRIS pada website palsu tersebut agar calon peserta mentransfer biaya pendaftaran ke rekening yang telah disiapkan. Sementara itu, tersangka FC bertugas menyebarluaskan tautan palsu melalui media sosial Instagram dengan membalas komentar masyarakat yang mencari informasi mengenai pendaftaran resmi.


Berbekal hasil penyelidikan digital, tim Subdit V Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan bergerak menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 8 hingga 9 Juli 2026, kedua tersangka berhasil diamankan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai. Dari hasil penangkapan tersebut, penyidik menyita tiga unit telepon seluler berbagai merek dan satu akun merchant dompet digital atas nama Ahmad Fawzi yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana.


Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Para tersangka terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat serta mencederai kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional.


“Pengungkapan perkara ini menunjukkan bahwa ruang digital tidak boleh dijadikan sarana melakukan tindak pidana. Polda Sumatera Selatan berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memastikan informasi maupun tautan pendaftaran hanya diperoleh melalui kanal resmi penyelenggara serta tidak mudah melakukan transaksi kepada pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan perkara guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam tindak pidana tersebut. Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bagian dari komitmen Polri Presisi dalam memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat dari kejahatan digital, serta menjaga keamanan penyelenggaraan berbagai agenda nasional di Sumatera Selatan. (Mnd)

Share:

HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama


Jakarta, 15 Juli 2026 – Perjalanan jaminan kesehatan di Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun dan melewati berbagai fase perkembangan. Berawal dari organisasi yang dibentuk pada 15 Juli 1968 yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), transformasi kelembagaan terus dilakukan melalui Perum Husada Bakti dan PT Askes (Persero), hingga menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 yang mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, BPJS Kesehatan merefleksikan perjalanan penyelenggaraan jaminan kesehatan yang berkembang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas layanan bagi peserta JKN yang saat ini sudah mencapai 285 juta jiwa.


Hingga saat ini, Program JKN telah menjadi salah satu program strategis nasional yang memberikan perlindungan kesehatan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Berbagai upaya penyempurnaan kerap kali dilakukan, mulai dari penguatan layanan di fasilitas kesehatan, pengembangan layanan digital, penyederhanaan proses administrasi, hingga peningkatan kemudahan akses layanan bagi peserta.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan bahwa perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan di Indonesia menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan program. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang mendukung terjaganya akses layanan kesehatan bagi masyarakat.


”Selama 58 tahun, penyelenggaraan jaminan kesehatan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perjalanan tersebut mengantarkan kita pada penyelenggaraan Program JKN yang kini telah memasuki tahun ke-13. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang selalu mendukung keberlanjutan Program JKN. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis Program JKN dapat mencetak generasi sehat demi Indonesia Emas 2045,” kata Pujo dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (15/07).


Pujo juga mengungkapkan bahwa keberlanjutan Program JKN menjadi fokus utama BPJS Kesehatan dalam menyusun arah kebijakan dan strategi organisasi ke depan. Menurutnya, berbagai langkah transformasi yang dilakukan harus mampu menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, perluasan kepesertaan, dan kesehatan finansial program.


”Saat ini rasio klaim Program JKN telah mencapai 108 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pembiayaan kesehatan semakin besar. Jika perusahaan asuransi swasta mungkin melakukan repricing jika klaim sudah 95% untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Kami berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," kata Pujo.


Meski demikian, BPJS Kesehatan melihat masih terdapat potensi penguatan pendanaan program melalui peningkatan kepatuhan dan cakupan kepesertaan. BPJS Kesehatan juga telah menyusun rencana strategis yang berorientasi pada keberlanjutan program. Berbagai kebijakan akan diarahkan tidak hanya pada aspek operasional, tetapi juga penguatan fondasi finansial dan kualitas layanan. 


Untuk itu, BPJS Kesehatan menyusun rencana strategis yang berorientasi pada peningkatan kepesertaan, penguatan pendanaan, serta transformasi layanan. Salah satu upaya yang akan didorong adalah integrasi kepesertaan Program JKN dengan layanan publik, disertai pengembangan layanan non tatap muka melalui pemanfaatan teknologi digital agar akses layanan semakin mudah dan efisien.


Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman, mengapresiasi peran BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional melalui Program JKN. Dalam keynote speech pada Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan, ia menyebutkan bahwa Program JKN merupakan pilar utama kesehatan masyarakat yang sejalan dengan visi pembangunan kesehatan nasional dan Asta Cita Presiden.


”Kami juga mengapresiasi berbagai program BPJS Kesehatan yang memberi perhatian pada empat program kolaboratif prioritas pemerintah. Mulai dari pemantau kesehatan siswa dan petugas SPPG melalui P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di 3 sekolah rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih sebagai agen fasilitator jaminan kesehatan, serta Program JKN 3T melalui kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T,” kata Dudung.


Meski demikian, Dudung mengingatkan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti keberlanjutan pendanaan jaminan sosial, kepatuhan peserta, dan sinergi dengan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan serta meningkatkan kualitas layanan Program JKN.


Dalam momen puncak HUT ke-58, BPJS Kesehatan juga berhasil memperoleh Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 khususnya pada Fungsi Pengadaan dan Fungsi Investasi, serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat budaya integritas dan kepatuhan organisasi melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001 dan Sistem Manajemen Kepatuhan berbasis ISO 37301. (Mnd)

Share:

Keren! MPLS SMAN 10 Palembang Diwarnai Deklarasi Anti-Bullying dan Unjuk Karya Ekskul


PALEMBANG – SMAN 10 Palembang resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang berlangsung mulai tanggal 13 hingga 17 Juli 2026. Mengikuti petunjuk teknis (Juknis) resmi dari pemerintah, MPLS tahun ini mengusung tema "MPLS Ramah", yang berkomitmen menciptakan ruang berekspresi bagi siswa baru tanpa adanya unsur kekerasan.


Pembina OSIS SMAN 10 Palembang, Pebrianza, S.Pd., M.Sc., mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat 480 siswa baru yang terbagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel). Meski sebagian besar siswa hadir dengan antusias, terdapat beberapa siswa yang terpaksa absen karena kondisi kesehatan, termasuk satu siswa yang mengalami insiden kecelakaan dan harus menjalani pemeriksaan rontgen.


"Sesuai dengan anjuran pemerintah, MPLS tahun ini adalah wadah untuk anak-anak berekspresi tetapi tidak boleh dibatasi dengan kekerasan. Jadi konsepnya adalah MPLS ramah," ujar Pebrianza saat memberikan keterangan.


Materi yang diberikan kepada siswa baru sepenuhnya mengacu pada Juknis pemerintah, mulai dari Wiyata Mandala agar siswa mencintai sekolahnya, program school tour "Aku dan Sekolahku", hingga materi "Aku Anak Indonesia Hebat dan Karakter Kuat". SMAN 10 Palembang juga melibatkan pihak eksternal untuk memperkaya wawasan siswa.


"Untuk pemateri hampir seluruhnya dari guru dan wali kelas. Namun, ada beberapa dari luar seperti Ruang Guru dan Densus Anti-Teror yang mengisi materi terkait Keadaban dan Keamanan Digital," tambahnya. Selain itu, siswa juga diajak melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan seperti cek denyut jantung dan tes fleksibilitas badan.


Sejak hari pertama pembukaan yang dilaksanakan dalam upacara bendera singkat, SMAN 10 Palembang langsung menegaskan komitmennya terhadap lingkungan sekolah yang aman melalui penandatanganan integritas anti-kekerasan, anti-bullying, dan anti-narkoba.


Kepala SMAN 10 Palembang, Ibu Lili Rahmawati, S.Pd., M.M., dalam sambutannya saat pembukaan menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh siswa baru yang kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 10 Palembang.


"Selamat bergabung untuk seluruh siswa-siswi baru. Kami berharap masa MPLS ini menjadi momen yang membahagiakan untuk kalian semua. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua untuk tumbuh dan berkembang," tutur Ibu Lili Rahmawati.


Lebih lanjut, Ibu Lili Rahmawati memberikan himbauan dan harapan besar bagi para siswa kelas 10 yang baru saja memasuki fase adaptasi di tingkat SMA. Beliau mengingatkan agar para siswa senantiasa menjaga kesehatan, rajin belajar, serta aktif berkomunikasi dengan wali kelas jika menghadapi kendala selama kegiatan berlangsung.


"Ikutilah seluruh rangkaian MPLS ini dengan baik dan gembira. Jangan ragu untuk bercerita kepada wali kelas jika ada hal yang mengganjal atau jika merasa kurang sehat. Harapan kami, melalui materi-materi berbobot yang diberikan selama MPLS, anak-anak sebagai generasi digital dapat tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin, tangguh, dan memiliki rasa kepemilikan serta kecintaan yang utuh terhadap sekolah ini," tegas Kepala Sekolah.


Rangkaian kegiatan MPLS 2026 ini akan ditutup pada hari kelima (Jumat) dengan agenda pengenalan budaya sekolah berbasis kekhasan lokal. Menutup masa orientasi, SMAN 10 Palembang akan menggelar unjuk karya bakat dari siswa baru serta demonstrasi dari berbagai ekstrakurikuler (ekskul) sekolah, seperti Marching Band dan ekskul lainnya di lapangan belakang, guna menarik minat dan bakat para siswa baru. (Mnd)

Share:

Usung Tema Kebhinekaan, SMAN 7 Palembang Sukses Gelar MPLS 2026 Bernuansa Adat Bali

 


PALEMBANG, – Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 7 Palembang resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Uniknya, pembukaan MPLS tahun ini tampil berbeda dengan mengusung tema kebhinekaan, di mana seluruh siswa baru tampak kompak mengenakan ikat kepala khas adat Bali saat upacara di lapangan sekolah.


Kepala SMAN 7 Palembang, Dra. Nurdwin Indriyanti, menjelaskan bahwa pemilihan atribut budaya Bali ini sengaja dilakukan untuk merefleksikan semangat kebinekaan serta keberagaman budaya Nusantara yang ada di Indonesia.


"Kemarin anak-anak mengenakan ikat kepala khas Bali saat di lapangan. Kenapa mengambil tema Bali dan bukan Sriwijaya? Karena tema besar kita tahun ini adalah Kebhinekaan. Kita ingin mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa sejak hari pertama mereka masuk," ujar Nurdwin saat diwawancarai di ruang kerjanya.


Fokus pada Karakter, Prestasi, dan Lingkungan Ramah Anak

Nurdwin memaparkan, setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi tujuan pelaksanaan MPLS di SMAN 7 Palembang tahun ini. Pertama, adaptasi dan pengenalan lingkungan sekolah secara menyeluruh—mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang BK, hingga fasilitas pendukung lainnya.


Kedua adalah pembentukan karakter. Proses transisi dari jenjang SMP ke SMA dinilai sebagai fase krusial untuk membentuk karakter siswa yang lebih dewasa, mandiri, dan beretika. Ketiga, sekolah berkomitmen menumbuhkan iklim kompetitif yang positif.



"Kami menerima 320 anak tahun ini. Saya sudah sampaikan kepada mereka, SMAN 7 Palembang menunggu prestasi-prestasi baru, baik di bidang akademik maupun non-akademik, selama tiga tahun ke depan. Kami tidak berharap sekolah ini menghasilkan produk yang berdampak negatif, melainkan memaksimalkan seluruh potensi yang dibawa oleh 320 siswa baru ini," tegasnya.


Sesuai arahan pemerintah, pihak sekolah juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS yang berlangsung dari hari Senin hingga Jumat ini berjalan dengan menyenangkan, ramah lingkungan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying). SMAN 7 Palembang menerapkan budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) yang melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk staf kebersihan.


Unjuk Gigi 14 Ekstrakurikuler

Untuk menarik minat dan menyalurkan bakat siswa baru, MPLS SMAN 7 Palembang juga dimeriahkan dengan ajang demonstrasi atau unjuk kebolehan dari masing-masing Organisasi dan Ekstrakurikuler (Ekskul).


"Kami memiliki 14 ekskul, mulai dari Paskibra, PJR, dan lainnya. Melalui ajang ini, setiap ekskul memperlihatkan piala dan deretan prestasi yang pernah diraih keluar. Tujuannya agar anak-anak baru bisa melihat langsung, tertarik, dan tinggal memilih wadah yang cocok untuk mengembangkan bakat mereka," tambah Nurdwin.


Di akhir wawancara, Kepala Sekolah menyampaikan imbauan dan harapannya agar seluruh 320 siswa baru dapat terlibat secara aktif, suportif, dan berperan penuh dalam menyukseskan kegiatan MPLS hingga hari penutupan nanti. Melalui kerja sama yang solid antara pihak panitia guru dan OSIS, diharapkan para siswa baru dapat resmi memulai perjalanan akademik mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 7 Palembang dengan penuh semangat. (Mnd)

Share:

Definition List

Unordered List

Support