This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2026

Duta Budaya Muda Italia dan Jepang Tiba di Palembang, Disdik Sumsel Dorong Persahabatan Antarnegara

​PALEMBANG — Keberagaman budaya Indonesia kembali menjadi daya tarik bagi dunia internasional. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd., secara resmi menerima audiensi pengurus Bina Antarbudaya Chapter Palembang bersama dua siswa pertukaran pelajar internasional asal Italia dan Jepang.

​Kedua pelajar asing tersebut, Matia Agnola (Italia) dan Teta Yotsuya (Jepang), akan menetap dan menimba ilmu di Kota Palembang untuk mempelajari kebudayaan lokal serta menjalin interaksi sosial dengan masyarakat Sumatera Selatan.

​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Ibu Mondyaboni, menekankan pentingnya ruang pembelajaran lintas budaya bagi perkembangan karakter generasi muda di era globalisasi.

​"Pendidikan tidak hanya membuka pintu menuju masa depan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal dunia dan membangun persahabatan tanpa batas. Melalui program ini, para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mendalami budaya daerah. Indonesia kaya akan tradisi di 38 provinsi, dan kekayaan inilah yang patut kita perkenalkan ke mancanegara," tegas Mondyaboni.

​Kehadiran Matia dan Teta di Bumi Sriwijaya menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan pemuda dari berbagai belahan dunia. Selain memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar asing, program ini turut membuka ruang bagi pelajar lokal Sumsel untuk memperluas wawasan internasional serta memperkenalkan kearifan lokal ke tingkat dunia.

​Sinergi antara Dinas Pendidikan Sumatera Selatan dan Bina Antarbudaya Chapter Palembang ini diharapkan dapat terus berlanjut guna melahirkan pemuda yang berkarakter, berdaya saing global, dan siap melampaui batas bahasa maupun negara.

​Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia, dari Indonesia menuju dunia. (Manda)

Share:

Disdik Sumsel Bergerak Cepat Redam Disinformasi Antarpelajar & Tingkatkan Pengawasan Ruang Digital



PALEMBANG, 20 AGUSTUS 2026 — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan peserta didik di Kota Palembang, berada dalam kondisi aman, tenang, dan sepenuhnya terkendali. Langkah cepat telah diambil untuk meredam rumor serta disinformasi yang sempat beredar di berbagai platform media sosial seperti grup WhatsApp, Instagram, hingga Facebook mengenai dugaan aksi balasan antarpelajar.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Likwanyu, mengonfirmasi bahwa narasi provokatif yang berseliweran di media sosial beberapa hari terakhir tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

 "Alhamdulillah, Kota Palembang aman dan nyaman. Pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu, daerah kita kondusif dan tidak dikotori oleh hal-hal negatif seperti yang dikhawatirkan atau terjadi di daerah lain," ujar Likwanyu saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).

Langkah Strategis dan Taktis Disdik Sumsel

Sebagai bentuk komitmen menjaga ruang pendidikan yang aman dan kondusif, Disdik Sumsel telah merumuskan dan menjalankan sejumlah langkah strategis:

 * Penerbitan Surat Edaran Terpadu:

   Disdik Sumsel menerbitkan Surat Edaran resmi kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan (SMA/SMK/SLB) se-Sumatera Selatan. Sekolah diwajibkan menindaklanjuti edaran tersebut dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada para orang tua/wali murid.

 * Pengawasan Ketat Orang Tua di Ruang Digital:

   Disdik menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi dan memantau aktivitas gawai (smartphone) anak-anak mereka agar tidak mudah terpancing, terprovokasi, atau ikut menyebarkan konten provokatif di media sosial.

 * Patroli Gabungan Lintas Sektor (TNI & Polri):

   Sinergi intensif dibangun bersama Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, dan unsur TNI dengan menggiatkan patroli gabungan berskala besar pada malam tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026.

 * Penyebaran Satgas Khusus Sekolah:

   Tim Satgas Ketertiban Sekolah dikerahkan ke lapangan untuk memantau titik-titik kumpul potensial para pelajar guna mencegah dan memutus potensi timbulnya gangguan keamanan.

Pergeseran Dinamika Konflik Remaja: Dari Fisik ke Proksi Digital

Dalam keterangannya, Likwanyu menjelaskan bahwa fenomena insiden antarremaja belakangan ini lebih banyak dipicu oleh pergerakan di dunia maya ketimbang gesekan fisik langsung. Kemudahan teknologi digital membuat eskalasi emosi antarpeserta didik mudah terbangun secara virtual hanya dalam hitungan detik.

"Kalau dulu tawuran terjadi karena kesinggungan langsung atau mempertahankan jati diri secara fisik, sekarang cukup disulut sedikit melalui digital lewat WhatsApp. Padahal faktanya di lapangan tidak sebesar narasi yang dibesar-besarkan di media sosial," jelasnya.

Imbauan Literasi Digital dan Penanaman Karakter Pelajar

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan berpesan kepada seluruh pelajar di Sumatera Selatan agar senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menyaring setiap informasi secara kritis (saring sebelum sharing).

Disdik Sumsel mengingatkan bahwa sekolah adalah wadah pembentukan karakter, etika, dan keilmuan, bukan arena unjuk kekuatan atau ajang mencari siapa yang paling pemberani.

"Sekolah ini adalah wadah tempat kita memperdalam ilmu untuk mencari masa depan yang lebih baik. Mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa dan generasi penerus kita. Mari kita jaga bersama iklim belajar yang aman dan menyejukkan," pungkas Likwanyu. (Manda)

Share:

Gebyar PAUD Palembang Jadi Momentum Perkuat Fondasi Karakter Anak Sejak Dini


PALEMBANG — Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026) di Kota Palembang.

Kegiatan yang dibuka Bunda PAUD Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, S.Ag., tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi anak-anak PAUD, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya.

Keceriaan anak-anak dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan pada usia dini tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Bermain, berekspresi, berinteraksi dan menunjukkan kreativitas merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anak.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Andalusia, S.Pd., M.M., mengatakan pendidikan pada jenjang PAUD memiliki posisi strategis karena menjadi tahap awal dalam membangun berbagai kemampuan dasar anak.

“PAUD bukan hanya tentang bagaimana anak bisa membaca atau berhitung. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri dan bagaimana anak belajar berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Andalusia.

Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan juga harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing anak.

Karena itu, ia mendorong agar satuan PAUD terus menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan tidak memberikan tekanan kepada anak.

“Anak-anak harus merasa senang ketika datang ke sekolah. Dari rasa nyaman dan bahagia itu, mereka akan lebih mudah mengeksplorasi kemampuan serta mengembangkan kreativitasnya,” katanya.

Andalusia juga menilai dukungan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini. Pendidikan yang diberikan di sekolah perlu diperkuat dengan pola pengasuhan dan pendampingan yang baik di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak berada pada usia dini.

“Kalau kita ingin menyiapkan generasi yang berkualitas, maka fondasinya harus dibangun sejak dini. Anak-anak perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman, perhatian dan kasih sayang,” tegas Affan.

Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar ramah terhadap anak.

Menurut Affan, peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana lingkungan pendidikan telah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh.

“Jangan sampai kita hanya mengejar kemampuan akademik. Anak juga harus memiliki karakter, keberanian, kreativitas, kepedulian dan kemampuan bersosialisasi. Inilah yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Affan berharap momentum Gebyar PAUD dapat memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas.

Ia menambahkan, investasi terbesar untuk masa depan Kota Palembang bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif dan memiliki karakter kuat.

“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan Palembang. Maka tugas kita sekarang adalah memastikan mereka mendapatkan fondasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Melalui Gebyar PAUD HAN 2026, semangat membangun pendidikan yang ramah anak diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus diwujudkan dalam proses pendidikan sehari-hari di seluruh satuan PAUD di Kota Palembang. (Manda)

Share:

SMKN 4 Palembang Usung Edukasi Kolaboratif dan Patroli Preventif, Jaga Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

PALEMBANG — Mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, SMK Negeri 4 Palembang terus memperkokoh benteng pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi erat bersama aparat penegak hukum, jajaran guru, serta peran aktif para orang tua siswa.

Waka Humas SMKN 4 Palembang, Bayu Prasetya, menyampaikan bahwa fokus utama sekolah saat ini adalah menciptakan ruang belajar yang aman serta membentengi para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif dari luar.

Sejauh ini, kondisi di lingkungan SMKN 4 Palembang berjalan kondusif dan tidak ditemukan adanya laporan siswa yang terlibat dalam aksi tawuran maupun konvoi liar.

Langkah Terpadu SMKN 4 Palembang dalam Membina Siswa:

  • Patroli Pengayoman Bersama Aparat: Bekerja sama dengan Polsek Kemuning, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polrestabes, hingga Polda Sumsel, sekolah rutin menggelar pemantauan di titik-titik kegiatan siswa serta area perlintasan sekitar sekolah untuk memastikan keselamatan anak-anak saat jam pulang sekolah.
  • Program Edukasi Kamtibmas Mingguan: Menggandeng pihak TNI dan Polri untuk hadir secara berkala sebagai pembina upacara mingguan, memberikan pengarahan langsung mengenai kedisiplinan, kesadaran hukum, dan bahaya kenakalan remaja.
  • Komunikasi Aktif dengan Orang Tua: Memaksimalkan saluran media sosial dan grup komunikasi wali murid untuk menyebarkan pesan positif, serta menguatkan komitmen tata tertib tertulis yang telah disepakati bersama orang tua sejak awal masuk sekolah.
  • Pembinaan Karakter yang Merangkul: Mengutamakan dialog dan edukasi persuasif bagi para siswa agar mampu memilah pergaulan yang sehat, serta membentengi diri dari pengaruh oknum luar yang tidak bertanggung jawab.

Melalui komitmen dan sinergi yang terus terjaga ini, SMKN 4 Palembang optimistis dapat terus membimbing para siswanya menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Manda)

Share:

Senin, 17 Agustus 2026

Landy Sativa, Siswa SMAN Sumatera Selatan Raih Prestasi Nasional sebagai DUTA SMA INFORMATIF 2026


PALEMBANG — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah Sumatera Selatan di tingkat nasional. Landy Sativa, siswa kelas 12 SMAN Sumatera Selatan, resmi dinobatkan sebagai Duta SMA Sumatera Selatan 2026 sekaligus meraih predikat Duta SMA Informatif 2026 tingkat nasional.

Kategori Duta SMA Informatif merupakan penghargaan nasional bagi perwakilan yang dinilai konsisten menyebarkan informasi aktual, faktual, dan edukatif kepada para siswa secara inklusif, baik secara luring maupun daring.

Dalam wawancaranya, Landy menyampaikan rasa terharu dan syukurnya atas pencapaian ini setelah melalui proses seleksi yang panjang.

"Tentu sangat terharu dan senang. Motivasi utama saya adalah ingin berkontribusi langsung dalam sistem pendidikan untuk membantu menanggulangi berbagai tantangan remaja, seperti masalah kesehatan mental dan pertemanan. Saya ingin menjadikan gelar ini wadah untuk menyebarkan informasi secara inklusif tanpa terbatas jarak, waktu, atau latar belakang," ujar Landy.

Meski tengah disibukkan dengan persiapan TKA dan persiapan Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional pada 31 Agustus mendatang, Landy optimistis dapat menjalani seluruh tanggung jawabnya melalui manajemen waktu yang ketat serta dukungan guru dan rekan-rekannya.

Sebagai langkah konkret pasca-penobatan, Landy bersama pasangannya telah merancang program kerja bertajuk "What If Progress". Program ini berfokus pada penanganan isu sosial remaja—seperti kebiasaan merokok, zat adiktif, hingga balap liar—khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Untuk memastiikan dampak yang berkelanjutan, mereka juga membentuk komunitas "Sahabat Progres" yang merangkul perwakilan siswa dari berbagai sekolah mitra.

Siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah berasrama ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan di SMAN Sumatera Selatan, sekaligus menitipkan pesan untuk rekan-rekan sejawatnya.

"Jangan pernah merasa rendah diri dengan starting point atau latar belakang kita. Terus berjuang, manfaatkan kesempatan, dan tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketika selempang ini dikalungkan, ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar membawa nama baik provinsi dan negara," pesannya.

Ia juga berharap kedepan kurikulum pendidikan di Indonesia memiliki kerangka jangka panjang yang stabil serta adanya peningkatan apresiasi dan kesejahteraan bagi para guru, khususnya guru honorer di daerah terpencil.

Apresiasi dan Dukungan Sekolah

Kepala SMAN Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya yang mampu menembus tingkatan nasional.

"Keluarga besar SMAN Sumatera Selatan sangat gembira dan bangga. Ini bukan pencapaian biasa, melainkan pencapaian luar biasa dari seorang anak yang tumbuh dari kesederhanaan hingga berhasil menembus posisi nasional," ungkap Iswan.

Iswan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras bersama, mulai dari peran guru, tim asrama, staf sekolah, hingga dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Ia pun berpesan agar Landy tetap rendah hati dalam mengemban amanah tersebut.

"Pesan saya untuk Landy, seperti namanya Sativa, ibarat padi semakin berisi semakin menunduk. Jangan sombong dan selalu ingat bahwa semua perjuangan ini tidak lepas dari ridho Allah SWT. Kami berharap Dinas Pendidikan Prov. Sumsel terus mendukung SMAN Sumsel agar kami dapat terus mempertahankan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi berprestasi untuk Sumatera Selatan dan Indonesia," tutupnya. (IND)

Share:

Memperkuat Wawasan Global: SMA Negeri 5 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa Sambut Siswa Pertukaran Pelajar Asal Italia dan Jepang


PALEMBANG — Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, Kota Palembang kembali menjadi tuan rumah bagi program pertukaran pelajar internasional melalui yayasan nirlaba Bina Antarbudaya Chapter Palembang. Dua siswa mancanegara asal Italia dan Jepang resmi tiba dan memulai kegiatan belajar mengajar di dua sekolah unggulan di Palembang selama kurang lebih 10 bulan.

Siswa pertukaran pelajar yang hadir di Bumi Sriwijaya tahun ini adalah Mattia Agnola asal Italia yang menempuh pendidikan di SMA Negeri 5 Palembang, serta Teta Yosuya asal Jepang yang menimba ilmu di SMA Kusuma Bangsa (Kumbang).

Komitmen Pendidikan Berwawasan Global

Terpilihnya SMAN 5 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa sebagai host school (sekolah penerima) didasari oleh komitmen sekolah yang tinggi terhadap pengembangan pendidikan berwawasan global serta personal branding yang kuat. Bagi SMAN 5 Palembang, ini merupakan tahun kedua dipercaya menjadi tempat belajar budaya dan bahasa bagi siswa asing, setelah sukses menjadi sekolah penerima bagi siswa asal Italia bernama Giordano pada periode sebelumnya.

Kepala SMAN 5 Palembang yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Bina Antarbudaya Chapter Palembang, Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M., menyampaikan bahwa kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi sekolah yang berwawasan global.

"Kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi SMA Negeri 5 Palembang yang berwawasan global. Kami berusaha memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid-murid untuk berinteraksi secara internasional. Kehadiran Mattia menjadi inspirasi dan motivasi nyata tentang semangat belajar—bagaimana seorang anak berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan keluarganya di Eropa demi mempelajari budaya serta bahasa Indonesia," ungkap Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M.

Adaptasi Budaya dan Bahasa

Mattia Agnola telah bergabung di kelas 11.8 (peminatan IPS/Sosiologi) SMAN 5 Palembang sejak pekan lalu. Pilihan peminatan ini diambil sesuai dengan minat dan ketertarikan Mattia pada mata pelajaran sejarah dan sosiologi.

Sejak awal kedatangannya, Mattia menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap budaya Nusantara. Ia telah mempelajari norma kesopanan lokal serta kata-kata dasar dalam bahasa Indonesia. Untuk menunjang proses adaptasi dan komunikasi harian, Bina Antarbudaya Chapter Palembang menyiapkan program pembekalan bahasa Indonesia secara intensif selama tiga bulan pertama.

Kehadiran Mattia dan Teta mendapat sambutan hangat dari para siswa dan tenaga pendidik. Momen ini dimanfaatkan para siswa lokal untuk semakin aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta mengasah kepekaan antarbudaya di tengah arus globalisasi.

Tentang Bina Antarbudaya Chapter Palembang

Bina Antarbudaya merupakan yayasan nirlaba mitra AFS Intercultural Programs di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Berdiri selama lebih dari 80 tahun di Indonesia, organisasi ini mengelola 20 chapter regional di berbagai wilayah.

Chapter Palembang sendiri didirikan secara resmi pada tahun 2005 atas kerja sama Kantor Nasional Bina Antarbudaya dengan SMAN 17 Palembang (pada masa kepemimpinan Dra. Mien Sukasmi). Saat ini, kepengurusan Bina Antarbudaya Chapter Palembang diketuai oleh Bapak Armani (Guru Bahasa Inggris SMAN 17 Palembang) bersama Ketua Harian Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M. serta jajaran pengurus yang konsisten memfasilitasi program pertukaran budaya antarnegara setiap tahunnya.  (Ind)

Share:

Minggu, 16 Agustus 2026

Kobarkan Semangat Kemerdekaan, SMAN 10 Palembang Dorong Generasi Muda Cintai Kebudayaan Nusantara

PALEMBANG — SMAN 10 Palembang menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat. Perayaan ini difokuskan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik agar semakin mencintai tanah air dan bangsa.

​Kepala SMAN 10 Palembang, Lili Rahmawati, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan ini sangat penting untuk mengingatkan kembali para siswa akan nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi fondasi utama merebut kemerdekaan.

​"Melalui peringatan ini, kami ingin mengingatkan para murid untuk senantiasa menghargai jasa para pejuang kemerdekaan. Rasa hormat tersebut juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap hormat kepada orang tua dan guru," ujar Lili Rahmawati, S.Pd., M.M.

Beliau juga mengajak seluruh civitas akademika dan para siswa untuk terus mempererat tali persaudaraan serta aktif menjaga warisan tradisi. "Mari kita bersatu, menggali, dan mencintai kebudayaan Indonesia yang sangat beragam ini sebagai identitas bangsa yang membanggakan," tegasnya.

​Melalui agenda HUT RI ke-81 ini, SMAN 10 Palembang berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme tinggi, berbudi pekerti luhur, dan bangga akan budaya Nusantara. (Ind)

Share:

Jumat, 14 Agustus 2026

Sambut HUT RI Ke-81, SMKN 8 Palembang Gelar Rangkaian Lomba Semarak dan Upacara Adat Nusantara

PALEMBANG, 14 Agustus 2026 – Suasana penuh semangat kebangsaan dan keceriaan mewarnai lingkungan SMK Negeri 8 Palembang pada Jumat (14/8/2026). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha—berbaur bersama mengikuti berbagai perlombaan khas kemerdekaan.

Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini diisi dengan berbagai perlombaan menarik. Mulai dari perlombaan tradisional seperti permainan egang/engklang untuk siswa guna mempopulerkan kembali budaya Nusantara, pertandingan futsal antar guru dan pegawai, hingga aksi spontanitas guru-guru yang menggelar lomba memasak nasi goreng antar-pasangan guru saat sore hari sembari menunggu jam pulang.

Pernyataan Resmi Manajemen Sekolah

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Kepala SMKN 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si., dengan didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Syamsul Bahri, S.Pd., M.Si., menyampaikan makna mendalam di balik kemeriahan peringatan HUT RI tahun ini.

"Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat tali silaturahmi dan persatuan antara sesama guru, karyawan, hingga peserta didik. Jiwa nasionalisme yang terbangun dari kebersamaan ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran di sekolah agar terasa lebih dalam, nyaman, dan berdampak positif bagi siswa," ujar Kepala SMKN 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si.

Senada dengan hal tersebut, pihak sekolah menekankan imbauan dan harapannya:

  • Pesan Kebersamaan & Gotong Royong: Seluruh warga sekolah diimbau untuk terus menjaga keharmonisan, kenyamanan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah sesuai dengan semangat keadilan dan kemakmuran kemerdekaan.
  • Proses Pendidikan Berkelanjutan: Harapan besar ditujukan agar atmosfer positif dari peringatan kemerdekaan ini terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan karakter siswa secara berkelanjutan.

Puncak Acara: Upacara Pakaian Adat Nusantara

Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di SMKN 8 Palembang akan mencapai puncaknya pada Senin, 17 Agustus 2026, melalui pelaksanaan Upacara Bendera di lapangan sekolah.

Menariknya, seluruh peserta upacara diwajibkan mengenakan pakaian adat Nusantara. Pihak sekolah juga menyiapkan apresiasi khusus berupa reward untuk kategori Best Costume bagi para guru yang akan diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah.

Tak hanya berjaya di internal, SMKN 8 Palembang juga mencatatkan prestasi dalam kemeriahan HUT RI di tingkat dinas dengan meraih Juara 3 Lomba Games PS pada rangkaian kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi. (Indra)

Share:

Kamis, 13 Agustus 2026

Tingkatkan Minat Baca Siswa, SMAN 9 Palembang Terima 215 Buku dari Universitas Sriwijaya


​PALEMBANG, 12 Agustus 2026 — SMAN 9 Palembang resmi menerima bantuan donasi buku sebanyak 215 eksemplar dari Universitas Sriwijaya. Inisiatif donasi ini bertujuan untuk memperkaya literatur perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca siswa-siswi SMAN 9 Palembang.

​Donasi ini mencakup beragam judul buku yang relevan dengan kebutuhan penunjang akademik dan pengembangan diri siswa. Pihak SMAN 9 Palembang menyambut baik langkah nyata Universitas Sriwijaya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.

​Dalam keterangannya, Keluarga Besar SMAN 9 Palembang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kontribusi positif ini.

​"Atas nama Keluarga Besar SMAN 9 Palembang, kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Universitas Sriwijaya. Bantuan donasi 215 buku ini sangat bernilai bagi perkembangan perpustakaan kami. Semoga setiap buku yang dibaca menjadi sumber keberkahan, ilmu yang bermanfaat, serta bernilai pahala yang tak terputus bagi seluruh jajaran Universitas Sriwijaya."

​Pihak sekolah berharap hubungan baik dan kolaborasi edukatif antara SMAN 9 Palembang dan Universitas Sriwijaya dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang. (Ind)

Share:

Mengusung Tema "MEMBARA", SMAN 1 Palembang Resmi Buka Peringatan HUT RI ke-81

PALEMBANG — SMA Negeri 1 Palembang resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia dengan penuh semangat kebersamaan. Mengusung tema besar "MEMBARA" (Merdeka Membangun Asa, Bersatu Raih Juara), kegiatan ini dijadwalkan berlangsung meriah dari tanggal 13 hingga 18 Agustus 2026.

Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan di lapangan SMAN 1 Palembang yang diikuti antusias oleh ratusan siswa-siswi yang kompak mengenakan pakaian olahraga nuansa merah putih, didampingi oleh para guru dan staf pegawai.

Kegiatan semarak kemerdekaan ini dilaksanakan menindaklanjuti imbauan Gubernur Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., agar setiap satuan pendidikan mengondisikan para peserta didik untuk merayakan hari bersejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Kepala SMAN 1 Palembang, Drs. Sugiyono, MM., menyampaikan bahwa semangat yang diusung dalam tema MEMBARA bertujuan untuk mengingatkan para siswa akan besarnya perjuangan para pahlawan bangsa.

 "Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pahlawan. Melalui tema MEMBARA — Merdeka Membangun Asa, Bersatu Raih Juara — kami ingin anak-anak mengambil hikmah mendalam bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, dipertahankan, dan diisi dengan karya serta prestasi yang relevan dengan perkembangan zaman," tegas Drs. Sugiyono, MM.

Rangkaian Kegiatan dan Agenda Acara (13 – 18 Agustus 2026)

 * 13 – 14 Agustus 2026: Lomba Olahraga Tradisional & Seni

   * Olahraga Tradisional: Berbagai perlombaan olahraga tradisional (bekerja sama/mengacu pada standar KORMI) yang melatih kekompakan, ketangkasan, dan jiwa sportivitas.

   * Cabang Seni: Perlombaan seni vocal solo dan karaoke yang diikuti oleh jajaran siswa maupun guru.

   * Catatan: Kegiatan pada dua hari ini diselenggarakan secara intensif di lingkungan sekolah dan bukan merupakan hari libur.

 * 17 Agustus 2026: Upacara Bendera HUT RI ke-81

   * Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan sekolah secara khidmat, dilanjutkan dengan partisipasi warga sekolah di lingkungan masyarakat masing-masing.

 * 18 Agustus 2026: Apel Pagi, Pembagian Hadiah & Festival Panjat Pinang (Penutupan)

   * Apel Pagi & Pembagian Hadiah: Penyerahan piala dan hadiah bagi para pemenang lomba olahraga dan seni.

   * Festival Panjat Pinang: Sebagai puncak penutupan, pihak sekolah menyediakan 2 pohon pinang dengan total hadiah senilai Rp7.000.000,- (masing-masing pohon bernilai Rp3.500.000,-) yang diperuntukkan khusus bagi kelompok siswa laki-laki serta kelompok guru dan pegawai laki-laki.

Melalui kemeriahan perayaan ini, SMAN 1 Palembang berharap seluruh warga sekolah dapat mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan jiwa berkompetisi yang sehat, serta terus melangkah bersama mewujudkan Indonesia Berkeadilan. (Ind)

Share:

Senin, 10 Agustus 2026

Perkuat Silaturahmi Jajaran Pendidikan, Disdik Palembang Gelar 16 Lomba Rayakan HUT ke-81 RI


PALEMBANG – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menggelar rangkaian perlombaan selama dua hari, Senin–Selasa (10–11/8/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM, pada Senin (10/8/2026).

Acara yang melibatkan jajaran dinas, guru, kepala sekolah, hingga peserta didik se-Kota Palembang ini menjadi ruang apresiasi sekaligus penguat solidaritas di lingkungan pendidikan.

Rangkaian Kegiatan dan Perlombaan

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru Kelas Kota Palembang, Sri Hartini, M.Pd., menjelaskan terdapat 16 jenis perlombaan yang dirancang untuk menguji kerja sama tim:

 * Hari Pertama (Senin, 10/8): Lomba memasak nasi goreng, tarik tambang, karaoke, joget balon, dan cerdas cermat antarsiswa.

 * Hari Kedua (Selasa, 11/8): Estafet balon, melempar bola, estafet karet, catur, gaple, makan kerupuk, dan berbagai permainan tradisional lainnya.

"Tujuannya untuk membangun kerja sama dan strategi tim. Melalui tema kebersamaan ini, Disdik, KKG, KKKS, dan MKKS bersatu demi memajukan pendidikan di Palembang," ujar Sri.

Apresiasi dan Pemaknaan Kemerdekaan

Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM, H. Edison, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, perlombaan tradisional tidak hanya memberi hiburan, tetapi juga memupuk tali silaturahmi.

"Ini menambah semangat jajaran sekaligus mempererat hubungan antar-guru dan sekolah di Palembang," ungkap Edison.

Sementara itu, Kadisdik Palembang Affan Prapanca menegaskan bahwa agenda tahunan ini merupakan wadah ekspresi kreativitas sekaligus momentum merefleksikan makna kemerdekaan.

"Selain mempererat rasa kekeluargaan dan memberi ruang ekspresi bagi keluarga besar Disdik, kita punya kewajiban untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masa depan," tutur Affan. (Ind)

Share:

Rabu, 05 Agustus 2026

Kolaborasi Lintas Sekolah Raih Peringkat 1 Best Project dalam Workshop Guru Cerdas KKA PalComTech

PALEMBANG – Semangat inovasi para tenaga pendidik di Palembang kembali membuahkan hasil membanggakan. Tim gabungan dari SMAN 5, SMAN 4, dan SMAN 18 Palembang berhasil menyabet Peringkat 1 Best Project dalam ajang Workshop Guru Cerdas KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis PalComTech.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa gagasan kreatif yang dipadukan dengan kolaborasi kuat mampu menghasilkan karya digital yang bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Workshop yang diselenggarakan PalComTech ini hadir sebagai wadah strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial. Melalui serangkaian sesi pelatihan, para peserta diajak tidak hanya memahami teori, tetapi juga berdiskusi, melakukan uji coba, serta merancang proyek inovatif yang siap diimplementasikan secara nyata.

Bagi tim gabungan SMAN 5, SMAN 4, dan SMAN 18, penghargaan ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dinamika. Keberanian untuk terus belajar dari kesalahan, menyempurnakan gagasan, dan mempersembahkan karya terbaik menjadi kunci utama di balik raihan gelar Best Project tersebut.

Kemenangan ini diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi akhir, melainkan langkah awal untuk terus berinovasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan, kreatif, serta menginspirasi bagi generasi mendatang.

Ungkapan rasa syukur dan terima kasih mendalam disampaikan kepada Institut Teknologi dan Bisnis PalComTech, para narasumber, fasilitator, serta seluruh anggota tim yang telah mencurahkan waktu, ide, dan tenaga hingga karya inovatif ini berhasil diwujudkan. (Ind)

Share:

Tim Robotik SMKN 2 Palembang Sabet Juara III LKS Nasional 2026, Antar Sumsel Tembus Peringkat 6 Besar


PALEMBANG, 5 Agustus 2026 – SMK Negeri 2 Palembang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui bidang lomba Autonomous Mobile Robotics, tim robotik sekolah berhasil meraih Juara III Nasional pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Capaian ini menjadi salah satu pendorong utama keberhasilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menembus peringkat ke-6 nasional.

Prestasi gemilang tersebut dipersembahkan oleh dua siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Elektronika Industri, yakni Muhammad Dhanis dan Faeyza Shabirah. Berkat kerja keras dan persiapan intensif, keduanya mampu bersaing ketat menghadapi perwakilan terbaik dari 15 provinsi di seluruh Indonesia.

Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para siswa dan guru pembimbing. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan vokasi di Sumatera Selatan.

> "Saya sangat bangga kepada anak-anak kami yang telah mengharumkan nama SMKN 2 Palembang sekaligus membawa nama baik Provinsi Sumatera Selatan. Di tingkat nasional persaingannya sangat ketat. Alhamdulillah, tim kami mampu memberikan prestasi untuk Sumsel," ujar Suparman.

Ia menambahkan bahwa capaian kontingen Sumsel di posisi 6 besar menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi industri. Pihak sekolah juga telah menyiapkan strategi regenerasi agar tradisi juara di bidang teknologi dan robotika dapat terus dipertahankan, dengan target Sumsel mampu menembus peringkat 5 besar nasional di masa mendatang.

Sementara itu, guru pembimbing tim robotik, Kemas Atin, S.Pd.Gr., M.M., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan konsisten dan disiplin tinggi selama kurang lebih tiga bulan sejak Mei 2026. Bahkan, para siswa tetap giat berlatih di masa libur sekolah.

"Kompetisi Autonomous Mobile Robotics menggunakan standar WorldSkills yang memiliki aturan dan tingkat kesulitan tinggi. Peserta dituntut menguasai desain mekanik, sistem kelistrikan, sensor, pemrograman, hingga integrasi komponen agar robot mampu menyelesaikan misi secara otomatis," jelas Kemas Atin.

Perwakilan siswa, Muhammad Dhanis, mengaku bersyukur dan bangga atas hasil yang diraih. Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi adik-adik tingkatnya untuk mendalami bidang robotika sebagai salah satu disiplin ilmu masa depan.

Melalui capaian ini, SMKN 2 Palembang membuktikan komitmennya sebagai sekolah vokasi unggulan yang siap mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi dan berstandar internasional. (Ind)

Share:

Senin, 27 Juli 2026

Sambut 564 Siswa Baru, SMKN 6 Palembang Tegaskan Tolak Bullying dan Judol


PALEMBANG — SMK Negeri 6 Palembang secara resmi menyambut 564 peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026. Tak sekadar mengenalkan lingkungan fisik dan program keahlian, sekolah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang bersih dari perundungan (*bullying*) dan maraknya bahaya judi *online* (judol).


Sebagai langkah nyata, SMKN 6 Palembang menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel) untuk memberikan penyuluhan hukum. Mengusung tema “Keadaban dan Keamanan Digital serta Dampak Negatif Game dan Judi Online (Judol)”, sosialisasi ini dirancang agar para siswa baru dapat membentengi diri dari ancaman kejahatan siber dan risiko pergaulan digital.


Pembentukan Karakter melalui "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat"

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 6 Palembang, Sri Haryani, M.Pd., menyampaikan bahwa MPLS disajikan secara interaktif dan menyenangkan untuk menguatkan karakter peserta didik. Siswa didorong menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari melalui implementasi *Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat*.

“Yang kami tekankan adalah bagaimana siswa mengimplementasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Misalnya membentuk karakter yang baik, gemar berolahraga, disiplin, bijak menggunakan media sosial, serta menerapkan budaya sekolah yang bebas dari bullying. Mereka juga diajarkan untuk rukun dengan teman dan menghormati sesama,”* jelas Sri Haryani.


Selain mendapatkan pembekalan hukum dan karakter, para siswa baru juga diperkenalkan dengan beragam kegiatan ekstrakurikuler melalui demonstrasi interaktif seperti Paskibra, Pencak Silat, Pramuka, dan kegiatan minat-bakat lainnya pada Kamis pagi.


Imbauan dan Harapan Kepala SMKN 6 Palembang

Di tengah tingginya dinamika isu remaja—seperti ancaman perundungan, tawuran, hingga jeratan judi *online*—Kepala SMKN 6 Palembang mengimbau seluruh peserta didik baru untuk senantiasa menjaga integritas dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.


“Kami mengimbau anak-anakku sekalian untuk benar-benar bijak dalam memilah informasi dan aktivitas di dunia digital. Jauhi judi online, hindari tawuran, dan katakan tidak pada bullying. Jadikan lingkungan sekolah sebagai wadah untuk mengeksplorasi potensi diri, mengukir prestasi, dan membangun persahabatan yang positif,”* tegas Kepala SMKN 6 Palembang.


Pihak sekolah juga menekankan krusialnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta mendampingi aktivitas anak.


“Mari bersama-sama kita saling mengingatkan anak-anak agar tidak terlibat tawuran, tidak membully teman, fokus belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan mereka. Harapan kami, 564 siswa baru ini tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, taat hukum, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,”* tutupnya. (Mnd)

Share:

Sabtu, 25 Juli 2026

Tutup FLS3N Sumsel 2026, Kadisdik Mondyaboni Minta Pemenang Bersiap Harumkan Nama Bumi Sriwijaya di Nasional


PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Rangkaian Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi ditutup secara khidmat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, dan panitia yang telah menyukseskan gelaran seni bergengsi ini.


Secara khusus, Kadisdik memberikan instruksi dan motivasi kepada para kontingen yang berhasil meraih gelar juara untuk langsung bersiap menghadapi persaingan di tingkat nasional.


"Selamat kepada para juara yang akan membawa panji Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional! Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, jaga ketekunan, dan bawalah harum nama Bumi Sriwijaya. Bagi yang belum meraih juara tahun ini, ingatlah bahwa keberanian kalian tampil dan berkarya sudah menjadikan kalian seorang pemenang," tegas Mondyaboni.


Misi Meraih Gelar Juara Nasional

Mondyaboni menekankan bahwa ajang FLS3N bukan sekadar kompetisi mengejar trofi, melainkan ruang pembinaan karakter, pengasahan kreativitas, dan pelestarian akar budaya lokal di tangan generasi muda.


Namun, menghadapi laga di tingkat nasional mendatang, Dinas Pendidikan Prov. Sumsel mematok target tinggi untuk membawa pulang hasil terbaik bagi daerah.

"Targetnya tentu kita juara," ujar Kadisdik optimis saat ditanya mengenai target Sumatera Selatan di panggung nasional.


Mendorong Penjaringan Talenta Seni Lebih Luas

Mengakhiri masa penutupan FLS3N 2026, Kadisdik menyampaikan rasa terima kasih sekaligus harapannya agar ajang FLS3N mendatang dapat menjaring lebih banyak talenta seni dari berbagai penjuru Sumatera Selatan.


"Terima kasih. Harapan ke depan tentunya nanti di tahun ke depan anak-anak akan lebih banyak lagi yang mempunyai bakat agar ditampilkan dan kemudian dikompetisikan, sehingga kita mendapatkan bakat-bakat serta talenta-talenta unggul di bidang seni dan kearifan lokal di Sumatera Selatan. Mari terus kita dukung tumbuh kembang kreativitas anak-anak kita demi mewujudkan generasi berkarakter, berbudaya, dan berprestasi!" pungkasnya. (Mnd)

Share:

Kamis, 23 Juli 2026

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman, SMAN 12 Palembang Sambut 240 Siswa Baru dengan Konsep MPLS Inspiratif dan Anti-Perpeloncoan

 


PALEMBANG — SMA Negeri 12 Palembang resmi menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Mengusung konsep MPLS Ramah Anak, kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan tanpa adanya praktik perpeloncoan.


Sebanyak 240 siswa baru yang terbagi dalam 6 gugus (masing-masing 40 siswa per gugus) antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari hari Senin hingga Jumat.


Sinergi Sekolah dan Orang Tua Sejak Hari Pertama

Inovasi baru pada MPLS tahun ini ditandai dengan dibukanya kegiatan pra-MPLS yang melibatkan para orang tua murid. Waka Kesiswaan SMA Negeri 12 Palembang, Kgs. H. M. Andriansyah, S.Pd.I., Gr., menjelaskan bahwa sosialisasi bersama orang tua menjadi langkah krusial untuk membangun rasa aman dan saling percaya.


"Kami mengundang orang tua murid agar mereka memahami konsep MPLS ramah ini. Kami ingin memastikan saat orang tua mengantarkan anaknya di hari pertama, mereka tahu bahwa SMA Negeri 12 Palembang adalah rumah kedua yang nyaman. Tidak ada lagi ketakutan akan perpeloncoan atau tugas-tugas aneh seperti jaman dulu," ujar Kgs. H. M. Andriansyah, S.Pd.I., Gr. selaku Waka Kesiswaan SMAN 12 Palembang.


Selain menekankan kenyamanan, pihak sekolah juga memperkenalkan visi-misi lembaga serta menggembleng kedisiplinan siswa sejak awal pembukaan.


Pembentukan Karakter: Jurnal "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" & Filosofi Kimia

Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik dibekali materi wajib pembentukan karakter, salah satunya melalui penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Untuk memastikan kebiasaan baik ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekolah menyiapkan lembar proyek berupa Jurnal Laporan Kegiatan Harian. Melalui jurnal ini, perkembangan dan pola hidup mandiri siswa dipantau secara mendalam mulai dari hal-hal mendasar:


  • Jam bangun pagi dan kemandirian merapikan tempat tidur.
  • Pelaksanaan ibadah dan doa harian.
  • Pola hidup sehat (seperti jumlah asupan air minum per hari).
  • Sikap dan interaksi sosial di tengah masyarakat.



Menariknya, kepengurusan OSIS dan MPK turut menyuntikkan pendekatan kreatif dalam pengenalan jati diri siswa. Belinda Mutiara (Ketua OSIS SMAN 12 Palembang) yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana MPLS, bersama Pandji Oksya Purnama (Ketua MPK SMAN 12 Palembang) sebagai Penanggung Jawab Penjelajahan, mengungkapkan adanya kolaborasi materi sains dengan pengembangan diri.


"Kami mengombinasikan konsep pengenalan jati diri dengan pelajaran Kimia mengenai proses asam-basa. Kami analogikan, jika siswa menanamkan perbuatan baik, maka output-nya akan positif, begitupun sebaliknya. Ini cara unik agar adik-adik kelas 10 lebih mudah memahami sebab-akibat dari setiap tindakan mereka,"* terang Belinda Mutiara.


Edukasi Hukum & Bahaya Narkoba Bersama BNN dan Kepolisian

Menjawab tantangan era digital dan dinamika lingkungan remaja, SMAN 12 Palembang turut menggandeng instansi luar seperti **BNN (Badan Narkotika Nasional) dan pihak Kepolisian.


Siswa mendapatkan sosialisasi mendalam terkait pemahaman bahaya Narkoba, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (NAPZA), pencegahan kenakalan remaja, hingga pemahaman hukum. Siswa diajarkan cara menyaring informasi di media sosial (Instagram, TikTok, X/Twitter) serta menyikapi pengaruh lingkungan secara bijak dan santun tanpa harus berkonflik.


Ajang Unjuk Bakat: Promosi dan Demo Ekstrakurikuler

Guna memfasilitasi minat dan bakat siswa baru, rangkaian MPLS juga dimeriahkan dengan agenda pengenalan ekstrakurikuler yang terbagi dalam dua tahap:


 1. Rabu & Kamis: Penayangan video kreatif promosi dari masing-masing ekstrakurikuler.

 2. Jumat: Pelaksanaan Demo Ekstrakurikuler secara langsung di lapangan sekolah.


Seluruh ekstrakurikuler di SMAN 12 Palembang menunjukkan keunggulannya. Namun, pada MPLS kali ini, beberapa ekskul yang paling mencuri perhatian dan diminati peserta didik baru antara lain Paskibra, Publisistik/Ekskul Seni (Sabuk Gersmi), dan Olahraga/Bela Diri.


Menginspirasi Lewat Prestasi Siswa

Pelaksanaan MPLS ini juga menjadi momentum untuk memotivasi siswa baru melalui deretan prestasi membanggakan yang diraih oleh para seniornya. Di antaranya keberhasilan siswa SMAN 12 Palembang di ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia (PPKI) Sumatra Selatan serta ajang seni tingkat daerah.


Salah satu apresiasi khusus diberikan kepada Andika Yuda Pratama (siswa kelas 12-6), yang berhasil terpilih masuk dalam daftar 100 Penari Terbaik Kota Palembang / Sumatra Selatan dalam peringatan Hari Tari Nasional.


Melalui seluruh rangkaian MPLS Ramah ini, SMAN 12 Palembang berharap para siswa baru kelas 10 dapat melangkah ke jenjang SMA dengan semangat tinggi, berkarakter unggul, taat hukum, serta aktif mengeksplorasi potensi diri melalui wadah yang telah disediakan sekolah. (Mnd)

Share:

Gelar MPLS Ramah dan Bebas Perpeloncoan, SMKN 4 Palembang Sambut Siswa Baru


PALEMBANG — SMK Negeri 4 Palembang secara resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 666 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Mengusung konsep MPLS Ramah, kegiatan yang berlangsung selama lima hari (13–17 Juli) ini berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perpeloncoan.


Mewakili Kepala SMK Negeri 4 Palembang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bayu Prasetya, S.Pd.Gr, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan fokus utama pembentukan karakter melalui konsep "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".


 "Sesuai edaran dari Pak Menteri, MPLS kita berlangsung ramah dan edukatif. Tidak ada lagi budaya perpeloncoan. Pembiasaan karakter seperti senam pagi Anak Indonesia Hebat, sosialisasi ramah pendidikan, hingga pengenalan kegiatan positif harian yang sesuai usia pelajar menjadi menu utama selama lima hari ini," ujar Bayu.


Kolaborasi Strategis dan Deklarasi Anti-Tawuran

Dalam pelaksanaannya, SMKN 4 Palembang juga menggaet narasumber kompeten dari pihak eksternal, di antaranya kepolisian (Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning) dan TNI (Koramil Kamboja).


Selain pembekalan wawasan wiyata mandala dan materi internal sekolah pada hari pertama, kehadiran aparat penegak hukum di hari berikutnya ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai:


  • Pencegahan kenakalan remaja dan anti-tawuran.
  • Edukasi tata tertib lalu lintas dan keselamatan berkendara.
  • Deklarasi Bersama Anti-Tawuran dan Anti-Narkoba yang diikuti secara serentak oleh seluruh siswa baru.


8 Jurusan Unggulan dan Puncak Demo Ekstrakurikuler

Ratusan siswa baru tersebut terbagi ke dalam 21 Rombongan Belajar (Rombel) di 8 program keahlian. Bayu mengungkapkan, antusiasme pendaftar tahun ini tergolong merata, meski beberapa jurusan menjadi favorit utama lantaran ditunjang program Kelas Industri yang kuat.


  • Jurusan Terfavorit: Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
  • Puncak Acara (Hari Ke-5): Penampilan demonstrasi dari 13 ekstrakurikuler (seperti Paskibra, Pramuka, Voli, Futsal, dll).
  • Eskul Paling Diminati: Paskibra, yang kini tengah mempersiapkan seleksi petugas pengibaran bendera HUT ke-81 RI hingga tingkat provinsi dan nasional.


Himbauan Bijak Bermedia Sosial dan Imbauan untuk Orang Tua

Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di media sosial, Pihak Sekolah mengimbau kepada para orang tua dan siswa baru agar senantiasa bijak menyikapi berita yang beredar.


 "SMK Negeri 4 Palembang memiliki banyak prestasi unggulan. Kami mengimbau para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putramu kepada kami, serta tidak menelan bulat-bulat informasi yang belum tentu benar di media sosial. Bagi para siswa, gunakanlah media sosial secara bijak, jagalah nama baik almamater, dan populerkanlah prestasi sekolah," tegas Bayu.


Sekolah berharap seluruh materi dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan MPLS tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. (Mnd)

Share:

SIAP BERSINAR DI TINGKAT NASIONAL, FLS3N TINGKAT PROVINSI SUMATERA SELATAN 2026 RESMI DIBUKA


PALEMBANG, 23 Juli 2026 – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., di SMA Negeri Sumatera Selatan, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, ajang ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni, sastra, dan budaya daerah.


Ajang seleksi menuju FLS3N tingkat nasional ini diikuti oleh pelajar-pelajar terbaik yang mewakili 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, menegaskan bahwa seni dan sastra memiliki peran krusial dalam dunia pendidikan untuk membentuk karakter serta memperkuat identitas budaya bangsa. Ia merinci bahwa perubahan nama dari FLS2N menjadi FLS3N menandai komitmen pemerintah dalam memperluas ruang ekspresi peserta didik.


 “Penambahan cabang sastra menjadi langkah positif agar peserta didik memiliki lebih banyak ruang untuk berekspresi, berkarya, dan mencintai budaya bangsa melalui seni maupun sastra,” ujar Mondyaboni. Beliau berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi duta budaya Sumatera Selatan di tingkat nasional.


Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd., menyampaikan bahwa FLS3N merupakan program strategis dalam pembinaan siswa jenjang SMA untuk mengidentifikasi dan membina talenta terbaik daerah.


 “Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas dan percaya diri. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi bagaimana mereka mampu menunjukkan karakter, kreativitas, dan semangat melestarikan seni serta budaya daerah. Mereka yang terpilih nantinya akan menjadi wajah Sumatera Selatan di FLS3N tingkat nasional,” ungkap Basuni.


Ketua Panitia sekaligus Ketua MKKS SMA Provinsi Sumsel,Drs. Sugiyono, M.M. menjelaskan bahwa FLS3N berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan 16 cabang lomba secara luring maupun daring. Pusat kegiatan berada di SMA Negeri Sumatera Selatan, sementara beberapa cabang lomba digelar di SMA Negeri 1 Palembang, SMK Negeri 3 Palembang, dan SMK Negeri 5 Palembang.


Sugiyono menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, jujur, dan adil oleh dewan juri yang dipimpin oleh Misral, S.Sn., M.Sn. Selain mencari peserta terbaik, FLS3N juga bertujuan menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal Sumatera Selatan.


Selaku tuan rumah penyelenggara, Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan putra-putri terbaik yang akan membawa nama Sumatera Selatan di tingkat nasional. Siapa pun yang terpilih merupakan kebanggaan kita bersama,” tutur Iswan.


Melalui penyelenggaraan FLS3N 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengukir prestasi di bidang seni dan sastra, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya daerah di panggung nasional. (Mnd)

Share:

MPLS Ramah SMKN 5 Palembang: Tanamkan Budaya Bebas Narkoba dan Perundungan Sejak Dini


PALEMBANG – SMK Negeri 5 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai langkah awal membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan intoleransi. Sebanyak 275 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar mengikuti rangkaian kegiatan MPLS selama lima hari, 13–17 Juli 2026.


Kepala SMK Negeri 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan materi yang diberikan kepada peserta didik baru tidak hanya sebatas pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembentukan karakter melalui berbagai edukasi yang melibatkan sejumlah instansi.


"Kami ingin siswa baru memahami sejak awal bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Karena itu mereka dibekali materi tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, bijak bermedia sosial, menghormati orang tua, hingga membangun hubungan yang baik dengan sesama teman," ujarnya.


Selama pelaksanaan MPLS, sekolah menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampus, serta guru Bimbingan Konseling (BK).


Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan kekerasan, perundungan dan intoleransi, edukasi kesehatan remaja, hingga literasi digital agar siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dan terhindar dari pengaruh negatif seperti judi online dan kejahatan siber.


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 5 Palembang, Aan Novrianto, S.T., M.Kom., mengatakan pendidikan karakter menjadi prioritas sekolah sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.


"Kami ingin seluruh siswa merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah. Karena itu sejak MPLS mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya saling menghormati, menjauhi tindakan perundungan, serta berani melaporkan apabila menemukan atau mengalami kekerasan di lingkungan sekolah," katanya.


Menurut Aan, keterlibatan berbagai instansi dalam MPLS menjadi bentuk sinergi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta didik mengenai berbagai persoalan yang saat ini banyak dihadapi remaja.


"Harapan kami, siswa SMK Negeri 5 Palembang tidak hanya memiliki kompetensi di bidang keahlian, tetapi juga berkarakter, berintegritas, bebas dari narkoba, anti-bullying, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab di sekolah maupun di masyarakat," jelasnya.


Selain mendapatkan materi pembentukan karakter, peserta didik juga dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Gerakan Cinta Orang Tua, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat dan minat.


Melalui MPLS Ramah, SMK Negeri 5 Palembang berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, tumbuh dalam lingkungan belajar yang positif, serta menjadi generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia. (Mnd)

Share:

Gali Potensi Non-Akademik Siswa Baru, SMAN 11 Palembang Siapkan Ruang Berekspresi Luas


PALEMBANG – SMA Negeri 11 Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul secara akademik maupun nonakademik. Sekolah aktif mendorong peserta didik untuk berorganisasi serta mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.


Komitmen ini diwujudkan dengan memberikan panggung khusus bagi seluruh organisasi dan ekstrakurikuler untuk memperkenalkan diri kepada siswa baru dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.


Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa pengenalan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam membentuk fondasi siswa. Menurutnya, keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur dari pencapaian di dalam kelas, tetapi juga dari pengembangan potensi diri di luar ruang belajar.


“Pada hari keempat MPLS, seluruh ekstrakurikuler kami beri kesempatan untuk mendemonstrasikan kegiatan sekaligus memperkenalkan organisasinya kepada adik-adik kelas. Harapannya, mereka tertarik bergabung dan dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Sunandar.


Inisiatif dan Kreativitas Siswa Jadi Sorotan

Momen unjuk kebolehan ekstrakurikuler tersebut berlangsung meriah. Setiap organisasi menampilkan atraksi terbaik sesuai bidangnya masing-masing. Menariknya, sejumlah organisasi siswa bahkan menyiapkan doorprize dan hadiah sederhana menggunakan dana kas internal mereka sebagai bentuk kreativitas untuk menarik minat peserta didik baru.


Sunandar mengapresiasi tinggi seluruh rangkaian acara tersebut karena murni lahir dari ide dan kerja keras para siswa sendiri.


“Semuanya murni inisiatif anak-anak. Mereka sudah menyiapkan konsep kegiatan sejak jauh hari. Ini menjadi pengalaman berharga dalam belajar bekerja sama, berorganisasi, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.


Wadah Minat yang Beragam dan Rencana Pengembangan Fasilitas

Mengenai dinamika minat siswa, Sunandar mengungkapkan bahwa pilihan peserta didik cukup beragam. Cabang olahraga, khususnya bola voli, masih menjadi favorit utama sekaligus cabang andalan sekolah dalam berbagai ajang kompetisi. Sementara itu, minat pada organisasi seperti Pramuka dan Paskibra terus menyesuaikan dengan tren dan minat generasi saat ini.


Guna mendukung ruang gerak dan potensi siswa yang tinggi, pihak sekolah berupaya terus meningkatkan fasilitas penunjang. Salah satu rencana strategis yang disiapkan adalah pembangunan lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk olahraga basket, voli, hingga futsal.


Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran—terutama untuk kebutuhan sarana pendukung seperti jaring pengaman yang belum dapat diakomodasi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)—pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti mencari solusi terbaik demi kemajuan siswa.


Membentuk Soft Skill untuk Masa Depan

Di akhir keterangannya, Sunandar menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi dan ekstrakurikuler adalah investasi jangka panjang untuk masa depan peserta didik. Kegiatan ini dinilai ampuh dalam membangun karakter, memperkuat kemampuan komunikasi, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengasah kerja sama tim.


“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki *soft skill*, jiwa kepemimpinan, dan rasa percaya diri. Semua itu bisa diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dan positif,” tegas Sunandar.


Ia berharap seluruh peserta didik baru berani mengambil kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan yang ada di SMAN 11 Palembang, sehingga dapat menemukan potensi terbaik dalam diri mereka sekaligus membawa harum nama sekolah di tingkat daerah maupun nasional. (Mnd)

Share:

Definition List

Unordered List

Support