This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 28 Februari 2025
Polda Sumsel Sidak di Pasar Satelit, Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idul Fitri
KAI Divre III Palembang Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Jelang Ramadhan
Penyerahan paket sembako berupa 10 Kg beras dan 1 dus mie instan, yang diterima oleh 100 warga di masing-masing wilayah dengan jumlah total 300 paket sembako senilai Rp.100.500.000,-
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan kepedulian terhadap kondisi sosial di wilayah operasionalnya serta sebagai bentuk dukungan BUMN membangun negeri, sesuai dengan Asta Cita pemerintah.
"Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat Sumsel yang berada di lingkungan operasional KA dalam menyambut bulan Suci Ramadhan serta mendorong untuk pengembangan perekonomian berkelanjutan di daerah-daerah penerima bantuan, semoga bantuan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan proses bisnis perusahaan" tutup Aida. (Manda)
Kamis, 27 Februari 2025
Lanal Palembang Raih Penghargaan Satker Terbaik dalam Pengisian dan Pelaporan Potmar Tahun 2024
Rabu, 26 Februari 2025
Ketua Umum Garda Prabowo Resmikan Sekretariat DKD Sumsel, Tegaskan Peran sebagai Mitra Pemerintah
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua dan Pengurus Dewan Koordinator Cabang (DKC) dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, termasuk Ketua DKC Kabupaten PALI. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan kesiapan Garda Prabowo untuk berperan aktif di tingkat daerah.
Hadir pula sejumlah pejabat dan perwakilan instansi penting, antara lain Kompol Andriko B. Penuntun, S.H., M.H., sebagai utusan Kapolda Sumsel, Dr. Markoginta yang mewakili Gubernur Sumsel, serta perwakilan dari BAIS TNI, Dishub Sumsel, dan Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim. Selain itu, Camat Bukit Kecil Hefnianto, S.H., M.H., Mayor Inf. Mulyawan, S.E. dari BIN, serta Dandim 0418/Palembang yang diwakili Kapten Inf. D. Silitonga turut hadir dalam acara tersebut.
Sekretariat sebagai Pusat Aspirasi Masyarakat
Ketua DKD Garda Prabowo Sumatera Selatan, H. Bana Juni, S.H., M.B.A., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas peresmian sekretariat ini. Ia berharap kantor tersebut dapat menjadi pusat aspirasi bagi masyarakat serta menjadi wadah bagi laporan dan keluhan warga terkait berbagai persoalan di Sumatera Selatan.
"Kami ingin Sekretariat ini menjadi rumah bersama, tempat bagi masyarakat Sumsel menyampaikan aspirasi dan harapan mereka untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Bana Juni.
Ia juga menegaskan bahwa Garda Prabowo Sumatera Selatan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan nasional.
Fauka Noor Farid Tegaskan Peran Garda Prabowo
Dalam pidatonya, Ketua Umum Garda Prabowo, Fauka Noor Farid, menekankan pentingnya semangat "Komando Merah Putih" yang diteriakkan oleh anggota Garda Prabowo. Ia mengingatkan bahwa organisasi ini memiliki sejarah perjuangan yang harus dihormati dan diteruskan oleh setiap anggotanya.
"Tanamkan semangat itu. Kita, Garda Prabowo, harus menanamkan jiwa korsa, keberanian, dan nasionalisme. Kita harus menjadi mitra pemerintah, mendukung kebenaran, mengingatkan yang salah, dan tetap menjaga keseimbangan. Garda Prabowo bukan organisasi arogan, tetapi wadah intelektual yang bermartabat," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan perwira Kopassus ini menegaskan bahwa setiap simbol dan lambang dalam logo Garda Prabowo memiliki makna yang dalam. Oleh karena itu, ia mengimbau anggotanya untuk selalu bersikap rendah hati, beretika, dan menjadi mitra bagi pemerintah, TNI, serta Polri dalam menjaga stabilitas dan pembangunan nasional.
"Jadilah mata dan telinga Presiden di seluruh pelosok negeri. Garda Prabowo harus berani dan tegas, tetapi tetap menjunjung tinggi sopan santun dan etika. Kita bukan preman, melainkan kaum intelektual yang siap mendukung pembangunan Indonesia," ujar Fauka dengan lantang.
Peresmian Ditandai dengan Pemotongan Pita
Sebagai simbol bahwa Sekretariat DKD Garda Prabowo Sumatera Selatan resmi beroperasi, Fauka Noor Farid melakukan pemotongan pita. Momen ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin, menandakan optimisme terhadap peran sekretariat dalam mendukung aspirasi masyarakat.
Dari Kabupaten PALI, Ketua DKC Garda Prabowo, Arman Sahri, menyampaikan rasa bangganya karena mendapat amanah sebagai Ketua pertama organisasi tersebut di daerahnya. Ia menegaskan komitmen Garda Prabowo dalam mengawal pembangunan di Bumi Serepat Serasan.
"Kami siap berkontribusi dalam mengawal pembangunan di Kabupaten PALI. Kami berharap kehadiran Garda Prabowo di daerah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat," ungkap Arman Sahri.
Garda Prabowo Perkuat Eksistensi di Sumsel
Dengan diresmikannya sekretariat ini, Garda Prabowo Sumatera Selatan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi yang berkomitmen mendukung pembangunan nasional, menjaga stabilitas negara, serta menjadi penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ke depan, diharapkan sekretariat ini dapat menjadi pusat komunikasi dan koordinasi yang efektif antara Garda Prabowo dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Garda Prabowo menegaskan akan terus berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung visi Indonesia maju. (Manda)
460 Personil Polda Sumsel dan jajaran mengikuti kegiatan pembinaan personel, dalam rangka pencegahan radikalisme dan intoleransi
Sosialisasi Pengawasan Itwasda Polda Sumsel TA 2025
Selasa, 25 Februari 2025
Wagub Sumsel H. Cik Ujang Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Lemabang
Dalam tinjauannya, Cik Ujang menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil, meskipun ada sedikit kenaikan.
"InsyaAllah stabil semua, walau ada kenaikan paling sekitar 2-5 ribu," ujarnya.
Salah satu komoditas utama yang menjadi perhatian adalah harga beras. Menurutnya, saat ini harga beras masih dalam kondisi terkendali. Jika ada oknum yang sengaja menaikkan harga secara tidak wajar, Pemprov Sumsel akan mengambil tindakan tegas.
"Apalagi kalau program food estate Presiden Prabowo berjalan lancar dari Sabang sampai Merauke, InsyaAllah beras akan stabil. Maka mari kita dukung program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah kabupaten/kota," tambahnya.
Selain menyoroti harga kebutuhan pokok, Cik Ujang juga menyinggung mengenai kondisi pasar tradisional. Ia mengungkapkan adanya keinginan pemerintah untuk melakukan modernisasi terhadap pasar tradisional agar lebih nyaman dan bersih.
Namun, ia menekankan bahwa rencana tersebut harus dilakukan dengan koordinasi yang baik serta tetap mengutamakan aspek kemanusiaan.
"Jangan sampai kita membawa kekhawatiran bagi para pedagang," pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok serta meningkatkan kesejahteraan para pedagang pasar tradisional. (Manda)
TIM TABUR KEJATI SUMSEL BERHASIL MENANGKAP DPO KEJARI PALEMBANG
Palembang - LSP / 25 Februari 2025 – Tim Tangkap Buron (TABUR) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum dengan berhasil menangkap buronan asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang. Terpidana Stefanus Richard Kysi Pratama Bin M. Ricky Kurnia akhirnya diringkus pada Selasa, 25 Februari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB di rumah orang tuanya di Kota Palembang.
Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasi V Kejati Sumsel, Adi Chandra, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Tabur. Stefanus sebelumnya telah disidangkan di Pengadilan Negeri Palembang secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa karena alasan sah.
Kasus Penganiayaan Anak
Stefanus Richard Kysi Pratama dinyatakan bersalah dalam kasus tindak pidana kekejaman dan penganiayaan terhadap anak. Ia terbukti melanggar Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 33/Pid.Sus/2023/PN Plg tanggal 4 April 2023, ia dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan penjara serta denda sebesar Rp50 juta. Jika denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.
Stefanus telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir 1 tahun 11 bulan sebelum akhirnya berhasil ditangkap.
Pelarian Hingga ke Aceh
Upaya pengejaran terhadap terpidana dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa Stefanus sempat melarikan diri dari Kota Palembang ke Kota Lubuk Linggau, lalu ke Jambi, Riau, hingga Banda Aceh. Namun, Tim Tabur Kejati Sumsel akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi keberadaannya di Palembang.
Begitu mendapat informasi mengenai posisi Stefanus, tim langsung bergerak cepat dan menangkapnya saat ia tengah beristirahat di rumah orang tuanya. Proses penangkapan berjalan dengan aman dan tanpa hambatan.
Proses Hukum Selanjutnya
Setelah ditangkap, Stefanus langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Keberhasilan Tim Tabur Kejati Sumsel dalam menangkap buronan ini menunjukkan komitmen mereka dalam menegakkan hukum dan memastikan para terpidana menjalani hukuman sesuai dengan putusan pengadilan.
Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu buronan lain yang masih dalam daftar pencarian untuk memastikan hukum ditegakkan secara adil. (Manda)
Kepala SDN 129 Palembang Terima Kunjungan Kadisdik dan Camat Sukarami, Tinjau Program MBG dan Pembagian Buku Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Siswa MAN 1 Palembang Antusias Sambut Program Makan Bergizi Gratis
Empat Perampok Bersenjata di Muba Ditangkap, Empat Lainnya Masih Buron
Keempat pelakunya yakni Budi Santoso alias Budi Handuk (37) warga Jambi, Edi Purwanto alias Pur (47), Komar alias Latif (50), dan Sumari (44), ketiganya warga Kabupaten Musi Rawas Sumsel.
Para pelaku ditangkap di lokasi beberapa tempat di Kabupaten Muba pada Sabtu (22/2/2025).
Dalam aksinya pelaku yang berjumlah sekitar delapan hingga 10 orang tersebut menyatroni rumah korban bernama Maspar dengan menggunakan senjata api.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo didampingi Plt Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel Kompol Menang, SH mengatakan dari perampokan dirumah korban para pelaku berhasil menggondol uang tunai senilai Rp400 juta serta emas 50 suku.
"Para pelaku datang ke rumah korban dengan mengendarai empat motor, merangsek masuk ke rumah korban dengan modus berpura-pura sebagai pembeli di toko milik korban Maspar,"kata Anwar kepada wartawan saat pres rilis di Mapolda Sumsel Selasa (25/2/2025).
Dikatakan Anwar setelah masuk kedalam rumah pelaku lalu mengancam istri dan anak Maspar dengan senjata api rakitan.
"Sedangkan pelaku lain yang ikut masuk langsung membawa kabur uang serta perhiasan yang ada di dalam brankas,"jelasnya.
Sedangkan suami korban Maspar tidak ada dirumah karena sedang menghadiri acara sedekah ruwahan.
"Total kerugian perampokan ini ditaksir sekitar Rp 800 juta.
Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tim gabungan Subdit III Jatanras, Satreskrim Polres Muba dan Polsek Sanga Desa, empat pelaku berhasil ditangkap.
"Empat pelaku juga ada LP di Jambi dalam kasus yang sama dan di Sumatera Barat. Empat orang yang masih DPO yang identitasnya sudah kami kantongi masih dalam pengejaran,"terangnya
Dari tangan pelaku anggota mengamankan barang bukti, tiga pucuk senpira, satu bila saja, kendaraan sepeda motor, handphone serta uang tunai satu juta sisa hasil perampokan.
"Dari hasil pengakuan para pelaku mereka mendapatkan bagian uang masing masing Rp 30 juta hanya menyisakan 1 juta lebih,"bebernya.
Saat ini, keempat pelaku ditahan di Polsek Sanga Desa.**
Jadi, untuk para pelaku, kami kejar. Ada yang sudah kami tangkap di Jambi, ada juga yang kami tangkap di Jawa Tengah. Mereka sempat melarikan diri, tetapi syukur Alhamdulillah, kami berhasil menangkap mereka. Mohon doanya agar tersangka lainnya bisa segera kami amankan.
Mereka melarikan diri ke beberapa tempat. Dari tahun 2018 hingga sekarang, mereka memiliki pembagian tugas masing-masing. Untuk yang dianggap sebagai pemimpin atau yang mengatur, saat ini masih berstatus DPO. Mohon doanya agar kami bisa segera menangkapnya.
Para pelaku ini, dari barang bukti yang ada, masing-masing mendapatkan sekitar Rp30 juta. Namun, dari total uang yang mereka bagi, yang berhasil kami sita hanya Rp1,465 juta.
Terkait dengan jumlah pelaku, ada empat orang yang masuk rumah, ditambah satu orang lagi, sehingga total lima orang. Sebenarnya, dari delapan pelaku, semuanya masuk ke dalam rumah. Mereka berbagi tugas, ada yang menggeledah, membuka laci, dan ada juga yang masuk ke kamar untuk mencari harta benda.
Kami masih melakukan pendalaman apakah ada laporan polisi (LP) atau tempat kejadian perkara (TKP) lain yang telah dilaporkan. Penyelidikan masih terus dilakukan, baik terhadap para tersangka maupun koordinasi dengan jajaran Polda Jambi dan Polda lainnya.
Sebelum beraksi, mereka memantau terlebih dahulu aktivitas calon korban, melihat jumlah orang di dalam rumah, apakah ada pembeli yang ramai atau tidak, serta mengamati barang-barang berharga yang ada. Mereka benar-benar memperhitungkan segalanya sebelum melakukan aksi.
Terkait 50 suku emas, apakah sudah dijual? Berdasarkan keterangan para pelaku, emas tersebut memang sudah dijual. Saat ini masih ada empat orang pelaku lagi yang belum tertangkap, dan mereka inilah yang mengupayakan penjualan barang hasil curian.
Penangkapan ini berawal dari informasi yang kami dapatkan. Salah satu pelaku, Malik, bukan pelaku langsung, tetapi dia yang menyewakan atau meminjamkan senjata api kepada para pelaku. Dari informasi ini, kami berhasil menelusuri jejak mereka dan mengungkap kelompok perampok ini.
Untuk proses hukum selanjutnya, sebagaimana telah dijelaskan oleh pimpinan kami, pengembangan kasus masih terus dilakukan. Bagi para DPO yang mungkin mengetahui informasi ini, pilihannya hanya dua: menyerahkan diri atau menghadapi tindakan tegas dari kami.
Data sudah jelas, dan tim kami terus bergerak untuk segera menuntaskan kasus ini. Terkait dengan jumlah senjata yang digunakan, apakah hanya tiga atau lebih, itu masih dalam tahap penyelidikan. Mohon bersabar, kami akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. (Manda)
Jelang Ramadhan, Polda Sumsel Gelar Silaturahmi dengan Insan Pers untuk Perkuat Kemitraan
Jelang Angkutan Lebaran 2025, Divre III Palembang Siapkan 43 unit Kereta dan Laksanakan Rampcheck Bersama DJKA Kemenhub RI
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan angkutan Lebaran tahun 2025 ini, KAI Divre III Palembang mengoperasikan 3 (tiga) kereta api penumpang yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau (pp), KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (pp) dan KA Komersial Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau (pp), total 43 unit kereta terdiri dari 14 unit kereta K1(eksekutif), 8 unit kereta K2 (bisnis), 12 unit kereta K3 (ekonomi), 2 unit kereta M1 (kereta makan), 3 unit kereta KMP3 (kereta makan + pembangkit) dan 4 unit kereta pembangkit yang dirangkai pada masing-masing kereta sesuai kelasnya.
"Keseluruhan kereta tersebut dinyatakan siap operasi (SO) oleh tim teknis sarana KAI Divre III Palembang yang telah melalui serangkaian perawatan dan pemeriksaan," kata Aida.
Aida menambahkan, serangkaian perawatan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas yang telah memiliki sertifikasi kompetensi sebagai tenaga pemeriksa sarana kereta api dari DJKA Kemenhub untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pelanggan.
"Pemeriksaan sarana tersebut meliputi pengujian statis dan dinamis yang terdiri dari uji dimensi, ruang batas sarana, berat kosong dan muat kereta, pengereman, keretakan dan kebocoran," jelas Aida.
Selain pemeriksaan teknis, KAI Divre III Palembang bersama DJKA Kemenhub RI melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Palembang juga melakukan pemeriksaan kelengkapan fasilitas standar pelayanan minimum (SPM) diatas KA sesuai PM 63 tahun 2019 yang meliputi APAR, palu pemecah kaca, prosedur evakuasi, P3K, toilet, CCTV, lampu penerangan, toilet, penyejuk ruangan (AC) yang berfungsi untuk menjaga temperatur suhu didalam kereta maksimal 27° celsius, restorasi, rak bagasi, informasi audio visual dan tempat penyimpanan kursi roda.
Dari sisi pelayanan di stasiun juga dilakukan pemeriksaan atau inspeksi kelengkapan SPM yang meliputi loket, informasi ketersediaan tempat duduk, customer service, ruang boarding, ruang tunggu, mushola, toilet, ruang laktasi, announcer/pengeras suara, peron, jalur evakuasi dan tangga bancik.
KAI Divre III Palembang mengimbau kepada masyarakat yang ingin menggunakan jasa angkutan kereta api untuk melakukan mudik lebaran agar dapat segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website www.kai.id, kanal penjualan resmi yang telah bekerjasama dengan KAI dan aplikasi pemesanan tiket online lainnya.
"KAI Divre III Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan agar menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk bepergian terutama pada mudik lebaran nanti," tutup Aida. (Manda)
Bakti Sosial Pramuka SMAN 16 Palembang: Mendidik Siswa dalam Pengabdian Masyarakat dan Pencegahan Tawuran
Kepala SMAN 16 Palembang, Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, MM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan sekolah, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. "Siswa harus belajar tentang kedisiplinan, tata krama, serta bagaimana beradaptasi di lingkungan sosial yang berbeda. Mereka juga harus mampu membawa diri dengan baik serta menjaga nama baik sekolah, sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan," jelasnya.
Terjun Langsung ke Masyarakat
Sebanyak 330 siswa kelas XII mengikuti kegiatan ini dan dibagi menjadi sembilan kelompok. Mereka diberikan berbagai tugas sosial, seperti membantu kebersihan lingkungan, berinteraksi dengan masyarakat sekitar, serta memberikan edukasi kepada anak-anak di pesantren.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan sekolah tetapi juga berbagai instansi yang turut memberikan pembekalan dan pelatihan kepada siswa. Hadir sebagai narasumber antara lain:
- Danramil Sako dan Semabor 0418/08, Lettu Taufik, SH.
- Lurah Sako, Indi Suhanto, SH., M.Si.
- Bhabinkamtibmas Kelurahan Sako, Aipda Pol. A. Rahman.
- Mayor CTP Suryadi sebagai Pelatih Pramuka.
Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh pembina Pramuka putra, Pak Tri Oktavianto, S.Pd., serta pembina Pramuka putri, Ibu Sasmeri.
Para narasumber memberikan berbagai materi kepada siswa, mulai dari wawasan kebangsaan, pentingnya kedisiplinan, hingga bahaya narkoba dan tawuran. Mereka berharap agar siswa bisa lebih bijak dalam bergaul dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Sambutan Danramil Sako: Cegah Tawuran, Jaga Etika
Dalam kesempatan tersebut, Danramil Sako, Papinka Dimas, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kedisiplinan dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
"Di sini juga ada Pak Lurah, karena setiap ada kegiatan kewilayahan, mereka inilah yang akan hadir dan aktif di wilayah. Yang kami hormati juga ada senior kami, Pak Suryadi dan Pak Muntashar, yang nanti akan memberikan materi. Kami sebagai pembina teritorial hadir untuk memberikan penekanan di masyarakat. Saat ini di Palembang sedang marak tawuran, terutama pada malam-malam tertentu, di mana anak-anak berkumpul dan membuat keributan," tegasnya.
Danramil menekankan bahwa aparat kewilayahan seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah harus sering turun tangan untuk mencegah aksi tawuran. Ia mengingatkan bahwa pelaku tawuran bisa mendapatkan hukuman 2 hingga 4 tahun penjara, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Jangan sampai ada siswa SMAN 16 Palembang yang terlibat tawuran dan ditangkap. Hukuman untuk tawuran itu nyata dan bisa merusak masa depan kalian," tambahnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghormati guru, menjaga sikap, dan menjauhi narkoba serta minuman keras.
"Kalian harus menunjukkan etika orang Timur, menghargai diri sendiri, orang tua, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai terjerumus ke hal negatif, karena itu bisa merusak masa depan kalian," tutupnya.
Sambutan Mewakili Kapolsek Sako: Bahaya Tawuran dan Pergaulan Bebas
Mewakili Kapolsek Sako, Aipda A. Rahman juga memberikan pesan penting kepada siswa tentang bahaya tawuran dan pergaulan yang tidak sehat.
"Dalam beberapa tahun belakangan ini, kita sering mendengar adanya tawuran antar remaja dan antar sekolah. Tawuran ini jelas merugikan diri sendiri, masyarakat, dan keluarga. Oleh karena itu, saya tekankan kepada adik-adik, terutama laki-laki, setelah pulang sekolah jangan nongkrong di tempat yang tidak sesuai, seperti di bawah pohon sambil merokok atau minum minuman keras. Itu hanya akan merusak diri kalian sendiri," ujarnya.
Menurutnya, penyebab utama tawuran berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan kepribadian masing-masing individu, sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari lingkungan sekolah dan pergaulan.
"Kadang ada yang merasa lebih pintar atau lebih kuat, sehingga mudah tersinggung dan akhirnya membuat geng untuk tawuran. Ini sangat berbahaya dan bisa merusak masa depan kalian. Sekolah sudah jelas melarang tawuran, tetapi jika ada yang tetap melanggar, pasti akan ada konsekuensi berat, termasuk dikeluarkan dari sekolah," tegasnya.
Ia mengajak siswa SMAN 16 Palembang untuk menghindari pergaulan yang negatif dan lebih fokus pada pendidikan serta kegiatan positif seperti Pramuka.
Pembentukan Karakter Melalui Pramuka
Tri Oktavianto, S.Pd., selaku pembina Pramuka putra, menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka ini bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian sosial serta mengajarkan siswa arti pentingnya gotong-royong dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu kegiatan utama dalam bakti sosial ini adalah pembersihan lingkungan RT, yang juga merupakan bagian dari program wajib yang didorong oleh pemerintah.
"Dengan keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan ini, diharapkan mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, untuk siswa kelas X dan XI, kegiatan Pramuka dilakukan di lapangan sekolah dengan berbagai pelatihan dasar kepramukaan, seperti:
- Pelatihan baris-berbaris.
- Pengenalan sandi dan semapur.
- Latihan keterampilan dasar Pramuka lainnya
Dampak Positif bagi Siswa
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru tetapi juga membangun karakter yang lebih baik. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kepemimpinan, serta cara berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung.
"Kami ingin siswa SMAN 16 Palembang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, wawasan luas tentang kepramukaan, serta menjadi individu yang kreatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar," ujar Tri Oktavianto.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama Pramuka adalah membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat.
"Harapannya, nilai-nilai ini tidak hanya diterapkan selama kegiatan Pramuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka di masa depan," tutupnya.
Dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, kegiatan bakti sosial Pramuka SMAN 16 Palembang ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat. (Manda)
































































