This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 30 Juni 2026

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Sumsel Hadirkan Perpustakaan Khusus Berbasis Digital Terintegrasi


PALEMBANG – Dalam upaya nyata mendongkrak kualitas pendidikan di Bumi Sriwijaya, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan kini resmi mengoperasikan Perpustakaan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Fasilitas ini dihadirkan khusus untuk menjadi wadah rujukan informasi, riset, dan dokumen kependidikan yang kredibel dan modern.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa perpustakaan ini mengusung visi sebagai pusat referensi unggul yang adaptif terhadap era transformasi digital. Langkah ini diambil guna merespons kebutuhan para guru dan siswa akan akses data pendidikan yang cepat dan akurat.


> "Sebagai perpustakaan khusus, kami hadir sebagai pusat rujukan informasi dan dokumentasi pendidikan yang terpercaya. Kami terus berinovasi dengan menghadirkan *Digital Library*, sebuah terobosan yang mengubah cara kita mengakses ilmu," jelas Hj. Mondyaboni saat meninjau fasilitas perpustakaan.


Melalui platform *Digital Library* ini, keterbatasan fisik perpustakaan konvensional berhasil diatasi. Ribuan koleksi literatur, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan kini telah dialihkan ke dalam format digital yang dapat diakses secara fleksibel tanpa batasan ruang dan waktu oleh seluruh insan pendidikan.


Kehadiran inovasi ini diharapkan tidak hanya mempermudah penyusunan karya ilmiah dan bahan ajar bagi para guru, namun juga menjadi stimulus bagi siswa untuk memperluas wawasan mereka melalui literasi digital yang terintegrasi.


Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel berkomitmen untuk terus memperbarui isi dan fitur teknologi di dalam perpustakaan khusus ini agar tetap relevan dengan perkembangan kurikulum global. Di akhir penjelasannya, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel menyampaikan pesan penting bagi kemajuan literasi daerah. "Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan," tutupnya dengan penuh semangat. (Manda)

Share:

Senin, 29 Juni 2026

Pengurus PASKI Kota Palembang Resmi Dikukuhkan di BKB, Ratu Dewa: “Palembang Kota Tertua, PASKI Harus Jadi yang Terbaik


PALEMBANG – Dunia komedi Sumatera Selatan mencetak sejarah baru. Sebanyak 30 Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) Kota Palembang periode 2026-2030 resmi dikukuhkan dan dilantik pada Sabtu, 27 Juni 2026. Acara yang berlangsung

meriah ini digelar di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) dengan latar ikonik Jembatan Ampera, yang dirangkai langsung dengan ajang *Lomba Palembang Berkomedi*.


Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, Ketua PASKI Sumatera Selatan Cek Fikri Haikal, S.AK., M.M., Dewan Pembina PASKI Pusat sekaligus Ketua AKKSI Helmy Yahya, serta aktor dan politikus senior asal Palembang, Anwar Fuadi.


Komedi Cerdas, Beretika, dan Melek Hukum

Dalam sambutan perdananya, Ketua PASKI Kota Palembang, **Kiyai Budi Keker**, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi. Ia berkomitmen penuh untuk membawa warna baru dalam industri hiburan di Kota Pempek.


“Saya ingin PASKI Kota Palembang melahirkan komedian yang tidak hanya lucu, tetapi juga memahami hukum,” tegas Kiyai Budi Keker.


Guna mewujudkan visi tersebut, PASKI Kota Palembang juga meluncurkan **Buku Panduan Berkonten PASKI**. Buku ini disusun oleh Tim Bidang Hukum PASKI Kota Palembang yang diketuai oleh Adv. A. Rilo Budiman, S.H., M.H., CPCm. Panduan tersebut dirancang khusus sebagai rambu-rambu agar para komika dan komedian lokal dapat menghibur tanpa harus melanggar hukum atau menyinggung SARA (kelakar yang kelewatan).


Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Tokoh Nasional

Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis PASKI Kota Palembang. Menurutnya, PASKI memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan menghidupkan ekosistem kreatif di kota tersebut.


"Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Semoga PASKI Kota Palembang menjadi yang terbaik dibandingkan kota-kota lainnya," ujar Ratu Dewa penuh optimisme.


Dukungan serupa datang dari tokoh kreatif nasional, **Helmy Yahya**. Ia mengajak pengurus daerah untuk memanfaatkan jaringan luas yang ada di pusat demi kemajuan talenta lokal.


 "Mumpung di Jakarta itu banyak *nian* orang Palembang. Aku ketua, sekjenku Adrian Zakari juga *wong* Palembang. Silakan dimanfaatkan kami, jangan diangguri, rugi," kelakar Helmy menyemangati.


Sinergi untuk Masa Depan Industri Kreatif

Pelantikan 30 pengurus ini menempatkan Cek Nia Keker sebagai Sekretaris PASKI Kota Palembang. Suksesnya agenda bersejarah ini tidak lepas dari sinergi kuat dan dukungan penuh dari Bank Indonesia, Pemerintah Kota Palembang, serta Wonderful Indonesia.


Kolaborasi ini menegaskan keseriusan semua pihak untuk membangun industri komedi di Palembang yang tidak hanya menghibur dan cerdas, tetapi juga menjunjung tinggi etika. (Manda)

Share:

Kejurnaswil Sumatera Shorinji Kempo 2026, Perkemi Pekanbaru Raih 2 Medali Emas dan 1 Perak


‎Pekanbaru - Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Pekanbaru sukses menorehkan prestasi di ajang Kejurnas Wilayah Sumatera Kempo 2026 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Kejurnas Wilayah Sumatera berlangsung sejak 23 Juni dan secara resmi ditutup pada Sabtu (27/6/2026). 

‎Dalam event bergengsi ini, para kenshi kontingen Perkemi Pekanbaru berhasil merebut 2 medali emas dan 1 perak. Hasil ini menempatkan kontingen Kota Pekanbaru berada dalam urutan 10 besar perolehan medali dalam Kejurnas Wilayah Sumatera. 

‎Adapun medali emas pertama disabet oleh kenshi Marsitta Bellvania Siregar dalam nomor Embu Tandoku Pemula Kyu IV & Kyu III. Capaian gemilang disusul oleh Salyadini Soraya. Tampil dalam nomor Randori Dewasa Kelas 70 Kg, Salyadini berhasil meraih medali emas kedua untuk Perkemi Kota Pekanbaru. 

‎Sementara itu, medali perak ditorehkan oleh Zellovia Vega di nomor Randori Remaja Putri Kelas 48 Kg. 

‎Dalam Kejurnas Wilayah Sumatera 2026, Perkemi Kota Pekanbaru menurunkan sebanyak 14 atlet mengikuti 16 nomor lomba. 

‎Hasil 2 emas dan 1 perak ini sekaligus menempatkan kontingen Perkemi Pekanbaru unggul atas 3 daerah lain di Riau yang mengikuti Kejurnas Wilayah Sumatera. Kontingen Perkemi Pelalawan meraih 1 medali emas, Perkemi Pelalawan meraih 4 perak dan 3 perunggu serta Perkemo Siak mendapat 2 medali perak. 

‎Adapun juara umum Kejurnas Wilayah Sumatera diraih oleh kontingen Perkemi Kota Padang yang mendapatkan 14 emas, 14 perak dan 6 perunggu. Sementara tuan rumah Kota Sawahlunto menjadi runner up dengan perolehan 9 emas, 9 perak dan 5 perunggu. 

‎Ketua Perkemi Kota Pekanbaru, Arif Frans Darmana menyampaikan apresiasi kepada para kenshi asal Kota Pekanbaru yang turun dalam Kejurnas Wilayah Sumatera 2026. Ia menyatakan, perolehan 2 emas dan 1 perak merupakan  prestasi bersama, didukung oleh dedikasi tim pelatih yang dikepalai oleh Syamsul Syahputra dan Yuskhairi, Andrian. 

‎"Saya mengucapkan selamat kepada para kenshi, baik yang berhasil meraih medali maupun yang ikut tampil dalam  Kejurnas Wilayah Sumatera 2026. Apresiasi juga kami sampaikan kepada tim pelatih dan orangtua kenshi yang ikut mendukung keberangkatan kontingen," kata Arif Frans Darmana. 

‎Pelatih Kempo Kota Pekanbaru, Syamsul Syahputra menegaskan, perolehan 2 emas dan 1 perak sebenarnya sudah cukup baik. Apalagi, persiapan kontingen Pekanbaru dalam mengikuti Kejurnas Wilayah Sumatera 2026 cukup mepet, hanya sekitar 2 bulan saja. Bahkan, sebagian besar kenshi yang diturunkan, baru kali pertama ikut dalam Kejurnas Wilayah. 

‎"Sebenarnya kita cukup nekat ikut dalam Kejurnas Wilayah Sumatera ini. Persiapan kita sangat terbatas. Tapi, alhamdulilah para kenshi dapat tampil percaya diri," kata Syamsul. 

‎Kejurnas Wilayah Kempo Sumatera diikuti sebanyak 426 atlet kempo (kenshi) terbaik dari 29 kabupaten/kota di seluruh penjuru Sumatera. Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah pada Rabu (24/6/2026).

‎Hadir dalam acara pembukaan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi), Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji dan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra serta Ketua Pengprov Perkemi Sumbar, Bagas Panyusunan Nasution. (Manda)

Share:

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat


Jakarta, 28/6/2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, BPJS Kesehatan menggelar Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (28/6). Kegiatan yang diikuti oleh berbagai komunitas lari tersebut adalah komitmen BPJS Kesehatan mendukung upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari penguatan Program JKN dengan mendorong masyarakat membudayakan hidup sehat. 


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan bahwa keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari kemampuan dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan ketika masyarakat sakit. Menurutnya, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat semakin sadar menjaga kesehatannya sehingga risiko penyakit dapat dicegah sejak dini. 


"Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya berupaya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif," ujar Pujo. 


Pujo menjelaskan, per 1 Juni 2026 terdapat lebih dari 285 juta peserta JKN atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Capaian tersebut didukung oleh 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga akses layanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat. 


"BPJS Kesehatan senantiasa memperkuat langkah promotif dan preventif untuk menekan peningkatan penyakit tidak menular, khususnya pada kelompok usia produktif. Pada tahun 2025, lebih dari 79 juta peserta JKN telah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan, dengan sekitar 23 juta peserta berisiko hipertensi dan 17 juta peserta berisiko diabetes melitus," terang Pujo. 


Selain itu, menurut data BPJS Kesehatan juga menunjukkan bahwa pada kelompok usia di bawah 45 tahun terdapat lebih dari 400 ribu peserta JKN yang didiagnosis diabetes melitus dan satu juta lebih peserta JKN terdiagnosis hipertensi. Bagi Pujo, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit kronis tidak lagi hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga mengancam generasi muda dan usia produktif.

 

"BPJS Kesehatan juga terus mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat, di antaranya melalui Prolanis Muda, Skrining Riwayat Kesehatan, serta edukasi kesehatan. Kegiatan Health Fun Run hari ini menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan," ujar Pujo. 


Harapannya, semangat yang dibangun melalui Health Fun Run tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Pujo, semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula fondasi keberlanjutan Program JKN di masa depan. 


"Penguatan budaya hidup sehat merupakan bagian dari dukungan BPJS Kesehatan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui semangat gotong royong serta penguatan upaya promotif dan preventif dalam Program JKN, BPJS Kesehatan optimis dapat berkontribusi mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tutur Pujo. 


Pada saat yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mengatakan semangat gotong royong merupakan esensi utama Program JKN. Melalui semangat gotong royong, peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dan peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu, dengan demikian seluruh peserta memperoleh perlindungan Kesehatan yang berkelanjutan. 


“Gotong royong merupakan nilai yang harus terus dijaga. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Untuk generasi muda, jangan menunda memulai kebiasaan hidup sehat karena menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat,” kata Raffi. 


Raffi mengatakan, melalui kegiatan Fun Run secara rutin, BPJS Kesehatan telah mengajarkan bahwa kesehatan bukan dimulai di hari esok tapi dimulai sejak dini. 


“Sehat itu ada dua, dimulai dari hati dan mentransfer ke otak. Kalau kita niatkan untuk sehat, pasti mindset di otak akan langsung tergerak. Sehat itu mahal, jadi kita harus jaga kesehatan sejak dini,” tegas Raffi. (Manda)

Share:

Minggu, 28 Juni 2026

Ajang Kejurprov Panahan Junior Riau 2026, Pekanbaru Raih Juara Umum


‎Pekanbaru - Atlet Panahan Kota Pekanbaru berhasil memborong medali emas, perak dan perunggu di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior I Panahan Riau 2026. Kontigen kota pekanbaru berhasil meraih empat belas medali emas ini dari 16 divisi yang dipertandingkan berhasil menempatkan Pekanbaru di peringkat juara umum di kejuaraan panahan junior tingkat riau. 

‎Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum

‎Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Pekanbaru Ir Yuda Bhakti, Minggu (28/6/2026). 

‎Penampilan gemilang tersebut sekaligus mengantarkan atlet panahan kota Pekanbaru itu lolos ke Kejurnas Panahan yang akan digelar di Kudus, 22-29 Juli 2026 mendatang. 

‎" Alhamdulillah, pada kejurprov junior I panahan riau 2026 kemarin, atlet kita berhasil meraih empat belas medali emas, enam perak dan lima perunggu. Ini prestasi sangat membanggakan dengan hasil ini kita akan melaju di tingkat Nasional," ujar Yuda Bhakti.

‎Ketua Panahan Pekanbaru dua Periode ini menjelaskan dari total keseluruhan sebanyak 55 atlet terbaiknya atlet panahan Pekanbaru berhasil meraih medali emas dan  lolos ke Kejurnas terdiri atas Arkhan Khaliq Putra dan Hana Mardiyah Putri dari kategori U-10.

‎Kemudian Naufal Abdul Ghani Putra dan Nayla Syifa'u Rezti Putri dari kategori U-13. Sementara dari kategori U-15 ada

‎M Zacky Zairuni Atha Putra dan Muharramah Khairunna Hasvi Putri, serta 

‎Aidil Kaffah Hasvi Putra dan Calista Oktasyasa Putri dari kategori U-18.

‎“Keberhasilan ini sekaligus menandai keberhasilan pembinaan atlet-atlet muda Pekanbaru. Kami juga sangat berharap semoga KONI Pekanbaru nanti nya bisa memfasilitasi atlet pekanbaru untuk keberangkatan ke Kejurnas di Kudus ” kata Yuda Bhakti

‎Sementara itu, Ketua Umum KONI Pekanbaru Achmad Faisal Reza SE mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda Pekanbaru. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan orang tua yang selama ini mendukung proses latihan dan persiapan menghadapi kejuaraan.

‎“Hasil ini berkat ketekunan para atlet, pelatih, dan orang tua dalam mempersiapkan diri. Semoga prestasi ini bisa berlanjut hingga Kejurnas,” kata Reza.

‎Berikut 14  atlet peraih medali emas antara lain: 

‎1. Rafasya Alfarizki Recurve kategori U-18 Putra

‎2. Aura Bening Latifah Recurve kategori U-18 Putri

‎3. Fayyadhi Ahsan Zubir Recurve kategori U-13 Putra

‎4. M Alif Athallah Compound kategori U-18 Putra

‎5. Afif Naufal Aryanto Compound kategori U-15 Putra

‎6. Abrar Tsaqif Compound kategori U-13 Putra

‎7. Aidil Kaffah Hasvi Nasional kategori U-18 Putra

‎8. Calista Oktasyasa Nasional kategori U-18 Putri

‎9. M zacky Zairuni Atha Nasional kategori U-15 Putra

‎10. Muharramah Khairunna Hasvi Nasional kategori U-15 Putri

‎11. Naufal Abdul Ghani Nasional kategori U-13 Putra

‎12. Nayla syifa'u Rezti Nasional kategori U-13 Putri

‎13. Arkhan khaliq Nasional kategori U-10 Putra

‎14. Hana Mardiyah Nasional kategoriU-10 Putri

Share:

Jumat, 26 Juni 2026

RUPS LB SPR Cipta Lestari: Suryadi Khusaini Diangkat Jadi Komisaris Fajar Menanti Simanjutak sebagai Direktur


‎Pekanbaru - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Cipta Lestari hari ini miliki nahkoda baru. Ditetapkan, Suryadi Khusaini dipercaya sebagai Komisaris, sedangkan Fajar Menanti Simanjutak sebagai Direktur Utama (Dirut).

‎Penetapan RUPS-LB dibacakan oleh Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Muhammad Haris Kampai di kantornya, Jalan Diponegoro Pekanbaru. Rapat penetapan ini juga dihadiri para pemegang saham, Sekretaris Perusahaan Hariyanto Karim. Turut hadir Komisaris PT SPR Trada Aspandiar dan Direktur PT SPR Trada Suwandi yang sebelumnya telah ditetapkan juga melalui RUPS-LB.

‎"Hari ini kita sudah membacakan keputusan, penetapan Direktur dan Komisaris baru PT Cipta Lestari. Yakni pak Suryadi Khusaini selaku komisaris dan pak Fajar Menanti sebagai Dirut," kata Haris, Jumat (26/6/26).

‎Kedua nahkoda baru ini menggantikan dua direksi sebelumnya yakni Iyus Rizal dan Khuzaifah. Haris berharap, ke depan melalui nahkoda baru PT Cipta Lestari jauh bisa berkembang lagi sesuai dengan core bisnisnya di bidang kehutanan dan perkebunan.

‎Pada kesempatan inj, Haris menegaskan bahwa pergantian direksi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja perusahaan. Ia juga meminta kepada direksi sebelumnya Pak Iyus Rizal dan Pak Khuzaifah, agar tetap menjalin komunikasi dengan direksi yang baru, terutama dalam menyampaikan capaian maupun persoalan yang selama ini dihadapi PT SPR Cipta Lestari.

‎Ia juga menekankan bahwa berdasarkan keputusan RUPS-LB, seluruh kebijakan strategis yang berkaitan dengan rekrutmen pegawai, pengelolaan keuangan, serta aktivitas pengadaan barang dan jasa di PT SPR Cipta Lestari harus dikoordinasikan dengan PT SPR selaku perusahaan induk.

‎"Sama seperti direksi PT Trada sebelumnya telah disampaikan, semua pihak yang sudah diberi amanah agar sungguh-sungguh, membesarkan perusahaan ini. Kita tidak main-main, setiap tiga bulan wajib dievaluasi. Setahun sudah harus ada progres dari apa yang rencanakan, ini penting kita ingatkan," tegas Haris.

‎Sementara Direktur PT Cipta Lestari yang baru, Fajar Menanti Simanjutak menyatakan ucapan terimakasihnya atas kepercayaan para pemegang saham yang diberikan kepadanya. Ia berjanji akan berupaya maksimal menjaga amanah, untuk membesarkan perusahaan yang dipimpinya.

‎"Kita tentu akan berupaya maksimal. Fokus kita mencari, menggali segala potensi berkaitan core bisnis perusahaan. Target deviden adalah suatu keharusan. Karena salah satu didirikannya anak perusahaan di bawah PT SPR ini adalah bagaimana bisa memberikan keutungan," ungkap Fajar. (Manda)

Share:

Kamis, 25 Juni 2026

Sentuhan Kasih di Hari Baik: PT Tirta Sriwijaya Maju Hadirkan Kebahagiaan Bagi Anak Yatim


Palembang/Banyuasin, Lensa informasi.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PT Tirta Sriwijaya Maju menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada anak-anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa, Sukatno, SH., MH., N.LP., yang turut menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat.


Dalam sambutannya, Sukatno mengapresiasi inisiatif PT Tirta Sriwijaya Maju yang terus menunjukkan komitmen sosial melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

"Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut diapresiasi. 


Semoga kepedulian yang ditunjukkan PT Tirta Sriwijaya Maju menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama," ujarnya.


Perwakilan PT Tirta Sriwijaya Maju Gresscia Namira Ass.Manager TJSL,Humas,Publikasi dan Dokumentasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan, terutama pada momen-momen keagamaan.


 Melalui pembagian paket sembako ini, perusahaan berharap dapat membantu meringankan kebutuhan para anak yatim sekaligus mempererat hubungan baik dengan masyarakat.

Suasana penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.


Anak-anak yatim menerima paket sembako dengan wajah penuh kebahagiaan, sementara seluruh pihak yang hadir berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.


Momentum 10 Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan rasa empati, memperkuat solidaritas sosial, dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. 


Melalui kegiatan ini, PT Tirta Sriwijaya Maju kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (Manda)

Share:

MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN, Status Pembatalan SHGU PT SKB Bersifat Inkracht


PALEMBANG - Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia melalui mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam sengketa tata usaha negara terkait pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.


Putusan tersebut tertuang dalam amar Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 yang mengabulkan permohonan PK Menteri ATR/BPN, membatalkan Putusan Kasasi Nomor 554 K/TUN/2024, serta menolak gugatan PT Sentosa Kurnia Bahagia.


Dengan putusan itu, Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1/Pbt/KEM-ATR/BPN/VI/2023 tentang pembatalan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor 00146/MUBA atas nama PT Sentosa Kurnia Bahagia seluas sekitar 3.859,7 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan tetap berlaku dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).


Menyikapi putusan tersebut, Kuasa Hukum PT Gorby Putra Utama (GPU), Dr. (c) Sofhuan Yusfiansyah, SH., MH, mengatakan putusan Mahkamah Agung tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap objek yang selama ini menjadi sengketa.


“Putusan ini menunjukkan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Mahkamah Agung mempertimbangkan berbagai fakta hukum, termasuk adanya novum atau bukti baru serta putusan-putusan lain yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Sofhuan dalam keterangannya, pada Kamis (25/6/2026).


Menurut Sofhuan, dalam pertimbangannya Mahkamah Agung juga memperhatikan sejumlah fakta hukum yang terungkap dalam perkara lain yang berkaitan dengan objek sengketa, baik perdata maupun pidana. 


Karena itu, putusan PK tersebut diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama ini terjadi.


“Dengan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, tidak tersedia lagi upaya hukum biasa maupun luar biasa terhadap perkara ini. 


Putusan tersebut bersifat final dan mengikat, sehingga kami berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang telah berjalan,” katanya.


Ia menambahkan, dengan dikabulkannya PK Menteri ATR/BPN dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU tersebut, maka status HGU PT Sentosa Kurnia Bahagia dinyatakan batal berdasarkan keputusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.


"Dengan dikabulkannya PK ini dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU oleh Menteri ATR/BPN, maka secara hukum SHGU PT SKB dinilai tidak lagi berlaku atau dibatalkan atau dicabut secara permanen. Putusan tersebut bersifat final dan mengikat," pungkas Sofhuan dengan tegas.


Sementara itu, Tokoh Masyarakat Musi Rawas Utara (Muratara), Abdul Aziz, SH, menyambut baik putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan PK Menteri ATR/BPN dan menguatkan pembatalan HGU PT SKB.


“Putusan ini memberikan kepastian hukum dan patut dihormati oleh semua pihak. Kami berharap persoalan yang selama ini menimbulkan polemik dapat diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Abdul Aziz.


Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses sengketa tata usaha negara terkait pembatalan HGU PT SKB yang sebelumnya bergulir mulai dari tingkat pertama, kasasi, hingga peninjauan kembali di Mahkamah Agung. 

(Yanti/rilis)

Share:

Borong 25 Emas, Kontingen Kota Palembang Sabet Gelar Juara Umum O2SN SMA/SMK Se-Sumsel

  


PALEMBANG — Rangkaian kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Menengah (Dikmen) SMA & SMK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi ditutup pada Rabu (24/06/2026). Acara penutupan yang berlangsung khidmat di Aula SMK Negeri 3 Palembang ini menandai berakhirnya kompetisi sengit antarpelajar terbaik dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan hadir langsung untuk menutup secara resmi agenda bergengsi ini, dengan didampingi oleh jajaran pimpinan Eselon III dan IV di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel.


Dalam sambutannya, pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa ajang O2SN bukan sekadar wadah meraih medali, melainkan sarana strategis untuk menjaring talenta muda berbakat, menanamkan jiwa sportivitas, kreativitas, serta membentuk karakter tangguh. Langkah ini krusial demi mewujudkan generasi emas Sumatera Selatan yang sehat dan berprestasi menuju visi "Sumsel Maju untuk Semua."


Kota Palembang Sabet Juara Umum

Pada kompetisi tahun ini, Kontingen Kota Palembang berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum setelah mendominasi perolehan medali dengan total 25 medali emas, 8 perak, dan 6 perunggu.


Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., menyatakan rasa syukur dan bangganya atas capaian luar biasa ini. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari proses seleksi ketat terhadap atlet-atlet terbaik di tingkat SMA dan SMK se-Kota Palembang.


"Alhamdulillah, Kota Palembang berhasil keluar sebagai Juara Umum. Namun, kami mengingatkan para atlet untuk tidak larut dalam euforia karena target utama kita yang lebih besar adalah menyongsong tingkat Nasional pada bulan September mendatang," ujar H. Suparman saat diwawancarai usai acara penutupan.



Bidik Target 6 Besar Nasional

Menatap kompetisi O2SN Tingkat Nasional, H. Suparman optimis melihat potensi besar dari para atlet Sumsel, khususnya pada cabang olahraga (cabor) andalan seperti Pencak Silat dan Panjat Tebing yang catatan waktu serta kemampuannya sudah memenuhi standar nasional.


Terkait persiapan teknis, pembinaan para atlet nantinya akan diserahkan dan dikoordinasikan langsung bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga masing-masing. Di Kota Palembang sendiri, fasilitas latihan seperti venue di Jakabaring Sport City (JSC) dan pelatih profesional siap dimaksimalkan.


"Kita sekarang tidak lagi berbicara atas nama daerah atau kabupaten/kota, melainkan membawa nama besar Sumatera Selatan. Target kita di nasional adalah menembus posisi 6 besar. Tantangan terbesar adalah bersaing dengan provinsi di Pulau Jawa yang memiliki disiplin dan kesiapan tinggi," tambahnya.


Selain persiapan fisik dan teknik, fokus pembinaan ke depan juga akan menyasar pada aspek mental atlet. Pendampingan psikologis atau mentoring akan diperkuat guna mengatasi masalah "demam panggung" dan menjaga rasa percaya diri atlet saat berhadapan dengan lawan di arena nasional.


Apresiasi untuk Seluruh Pihak

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, dewan juri, tim pendamping, para kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan O2SN Dikmen 2026 sehingga dapat berjalan lancar, aman, dan sportif.


Selamat kepada para juara yang akan menjadi pahlawan olahraga Sumatera Selatan di kancah nasional. Tetap junjung tinggi sportivitas, terus berprestasi, dan jadilah generasi muda yang membanggakan!. (MND)

Share:

Sentuh Belasan Ribu Penerima, Kemenag Sumsel Salurkan Santunan Lebaran Yatim ke 11.339 Anak dan Disabilitas


Palembang (Kemenag Sumsel) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) mencatat capaian luar biasa dalam gerakan kepedulian sosial dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Tidak tanggung-tanggung, melalui gerakan serentak di seluruh kabupaten dan kota, sebanyak 11.339 anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas di seluruh penjuru Sumatera Selatan sukses menerima penyaluran santunan dan paket bantuan dalam program "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026" pada Kamis (25/06/2026).


Gerakan masif berskala provinsi ini memuncak dalam festival keagamaan khidmat yang dipusatkan di Aula MAN 3 Palembang. Di tingkat wilayah tersebut, Kanwil Kemenag Sumsel menyantuni secara langsung 320 anak yatim dan disabilitas sebagai representasi dari belasan ribu penerima manfaat yang tersebar di Bumi Sriwijaya.


Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menegaskan bahwa gerakan serentak ini merupakan komitmen nyata negara dalam merajut kesetaraan hak dan menghadirkan ruang inklusif bagi kelompok rentan.


“Kita menyadari bersama bahwa anak-anak yatim dan piatu ini memerlukan kasih sayang dan kepedulian yang lebih. Melalui gerakan Lebaran Yatim serentak di seluruh daerah Sumsel ini, pemerintah hadir memberikan perhatian penuh. Dari total 11.339 anak yang tersentuh program ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang merasa berjalan sendiri,” tegas Syafitri Irwan.



Lebih lanjut, Syafitri membakar semangat para anak yatim dan disabilitas yang hadir agar tetap optimis menatap masa depan. “Jangan pernah berhenti sekolah, jangan pernah berhenti berprestasi, dan teruslah menggali potensi kalian. Begitu pula bagi anak-anak penyandang disabilitas, jangan pernah merasa rendah diri. Kesempatan dan peluang di masa depan tetap terbuka lebar untuk kita semua,” pesan Kakanwil memotivasi.


Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Sumsel, Evi Zurfiana Azom, selaku Ketua Panitia memaparkan bahwa kesuksesan menyentuh angka 11.339 penerima manfaat ini merupakan buah dari sinergi semesta. Kerja besar ini didukung penuh oleh jejaring kebaikan lintas sektor, meliputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumsel, Forum Zakat (FOZ), serta jajaran Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sumatera Selatan, yang bergerak paralel bersama Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.


Jalannya puncak festival di Aula MAN 3 Palembang ini turut dikawal dan disaksikan langsung oleh pimpinan lintas instansi, termasuk Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, Kabag TU Kanwil Kemenag Taufiq, Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Mukmin Mukri, serta jajaran Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat, dan Ketua DWP Kanwil Emilia Syafitri Irwan.


Rangkaian acara yang ditutup dengan tausiyah sejuk oleh Ustadz Yan Syafril ini sukses mengukuhkan pesan bahwa "Kemenag Berdampak" bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh lini kehidupan masyarakat terkecil di Sumatera Selatan. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Senin, 22 Juni 2026

Disdik Sumsel Resmi Buka O2SN 2026: Panggung Prestasi 254 Atlet Pelajar SMA/SMK


PALEMBANG, 23 JUNI 2026 – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan resmi memulai gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Menengah (Dikmen) tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2026. Acara yang mempertemukan ratusan talenta terbaik ini dibuka secara resmi di Aula SMK Negeri 3 Palembang pada Senin (22/6/2026) dan akan berlangsung hingga Rabu, 24 Juni 2026.


Mengangkat tema "Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter dan Hebat Melalui Olahraga", ajang ini menjadi tahun kedua integrasi penuh kompetisi antara pelajar SMA dan SMK dalam satu panggung olahraga yang sama.


Sorotan Utama Pembukaan O2SN 2026:

 * Penyatuan Potensi SMA & SMK: Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, SE, S.Kom., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa format gabungan ini terbukti efektif menjaring bibit atlet terbaik secara merata untuk mewakili Sumsel di kancah nasional.


 * Optimisme Juara: Disdik Sumsel optimistis dengan potensi besar atlet pelajar daerah. "Kita yakin dan optimistis, kita bisa menjadi juara," ujar Mondyaboni dalam sambutannya.


 * Total Peserta: Sebanyak 254 atlet pelajar dan 33 official/pendamping** dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan ikut ambil bagian.


5 Cabang Olahraga & Lokasi Pertandingan:

Untuk menjaga kualitas kompetisi, pertandingan disebar di tiga lokasi strategis di Palembang:

 1. Jakabaring Sport City (JSC): Cabang Olahraga Atletik, Renang, dan Panjat Tebing.

 2. SMK Negeri 3 Palembang: Cabang Olahraga Pencak Silat.

 3. PB Cempaka Palembang: Cabang Olahraga Bulu Tangkis.


Misi Tembus 10 Besar Nasional

Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, **Mitrisno, S.Pd., M.Pd.**, menjelaskan bahwa O2SN tingkat provinsi ini merupakan fase seleksi krusial. Pihaknya menetapkan target tinggi pada O2SN tingkat nasional mendatang.


“Target kita adalah mampu menembus 10 besar nasional. Para juara di tingkat provinsi ini nantinya tidak langsung dilepas, melainkan akan menjalani program pemusatan latihan (*training center*) intensif sebagai persiapan menuju kompetisi nasional,” jelas Mitrisno.


Melalui penyelenggaraan O2SN Dikmen 2026, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan berkomitmen menciptakan iklim kompetisi yang sehat demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik dan prestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan karakter sportivitas yang kuat. (Red)

Share:

Jumat, 19 Juni 2026

Perkuat Kepedulian Sosial, Polda Sumsel Salurkan Bantuan Sembako dan Kebutuhan Dasar di Babat Supat


MUSI BANYUASIN — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Babat Supat Polres Musi Banyuasin menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada seorang anak penderita hidrosefalus di Desa Suka Maju, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Babat Supat Iptu Agum Marenra, S.Tr.K., M.H., bersama personel Polsek Babat Supat dan Bhayangkari Ranting Babat Supat. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah keluarga penerima bantuan menjadi wujud nyata semangat pengabdian Polri yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang menghadapi kondisi sosial dan kesehatan yang membutuhkan dukungan bersama.


Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Babat Supat menyerahkan bantuan berupa dua karung beras, satu dus paket sembako, satu buah kasur, empat buah bantal, serta dua bingkisan khusus untuk anak penderita hidrosefalus. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi.


Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Polri dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui pendekatan humanis seperti ini, Polri terus memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


Kapolsek Babat Supat Iptu Agum Marenra, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan empati jajaran Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.


“Kami hadir untuk berbagi dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat bagi anak kita untuk terus berjuang menjalani pengobatan serta kehidupan sehari-hari,” ujar Kapolsek Babat Supat Iptu Agum Marenra, S.Tr.K., M.H.


Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan sosial seperti ini memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar pemberian bantuan. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga memperkuat ketahanan sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan membangun hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Hari Bhayangkara bukan hanya momentum refleksi bagi institusi Polri, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir, peduli, dan siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Polda Sumatera Selatan akan terus mendorong seluruh jajaran untuk mengembangkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, Polri berharap dapat terus memperkuat kepercayaan publik sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Selatan. (Red)

Share:

Kamis, 18 Juni 2026

Patahkan Isu Dualisme, Pengukuhan PGRI Sumsel 2024–2029 Tegaskan Legitimasi Hukum Tunggal


PALEMBANG – Teka-teki mengenai kepemimpinan definitif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sumatera Selatan kini terjawab tuntas. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Teguh Sumarno, secara resmi mengukuhkan Drs. H. Riza Fahlevi, MM, sebagai Ketua PGRI Sumsel beserta jajarannya untuk masa bakti 2024–2029. Prosesi pelantikan ini sekaligus mematahkan segala isu keretakan organisasi yang selama ini beredar di ruang publik.


Kehadiran jajaran Forkopimda Sumatera Selatan, tokoh masyarakat, serta ribuan guru dari berbagai daerah di Sumsel menjadi bukti konkret solidnya dukungan moral dan struktural terhadap kepengurusan ini.


Ketua Umum PB PGRI, Teguh Sumarno, menyatakan bahwa kebersamaan yang terlihat dalam pengukuhan ini merupakan sinyal kuat berakhirnya polemik dalam tubuh organisasi. Terkait proses hukum yang masih berjalan di tingkat pusat, Teguh menegaskan pihak PB PGRI bersikap kooperatif dan sangat menghormati mekanisme peradilan hingga adanya keputusan inkrah.


“Kami berharap apa yang selama ini dianggap sebagai dualisme dapat segera berakhir. Kebersamaan hari ini menjadi pertanda baik untuk memperkuat persatuan. Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan, namun tetap optimistis bahwa kebenaran dan niat baik yang diperjuangkan akan mendapatkan hasil terbaik,” tegas Teguh.


Penegasan serupa disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Daerah PGRI Sumsel, R. Wijaya. Ia menyatakan secara hitam di atas putih tidak ada dualisme dalam kepengurusan PGRI Sumsel. Segala bentuk legalitas dan keabsahan hukum organisasi yang dipimpinnya dapat diverifikasi secara transparan melalui dokumen resmi negara.


“Kami memastikan bahwa PGRI yang kami pimpin adalah organisasi yang sah dan taat terhadap aturan hukum yang berlaku. Kami minta para guru tidak perlu terpengaruh informasi simpang siur yang sengaja diembuskan untuk memicu kebingungan,” ujar Wijaya.


Wijaya juga meluruskan isu terkait penyegelan di lingkungan Universitas PGRI Palembang, dengan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan riak dari konflik internal kampus dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepengurusan baru PGRI Sumsel yang sah. Dibanding merespons polemik, PGRI Sumsel memilih fokus pada kerja nyata dengan memanfaatkan teknologi informasi dan membuka nomor *hotline* pengaduan digital agar aspirasi para guru dapat dieksekusi secara cepat.


Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto, yang turut menyaksikan jalannya pengukuhan, menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel siap bersinergi dengan wadah yang sah ini. Ia berharap PGRI Sumsel periode 2024–2029 dapat melangkah maju menjadi benteng perlindungan, pembinaan, serta motor penggerak kompetensi guru di Sumatera Selatan. (Red)

Share:

Sebanyak 150 Anak Sumsel Dapat Layanan Khitan Gratis dari Pegadaian, Aman dan Nyaman Bersama Tenaga Medis Profesional


Palembang - Dalam rangka memperkuat komitmen sosial perusahaan sekaligus mendukung terwujudnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas, PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel menggelar program Khitan Cerdas Generasi Emas yang diikuti oleh 150 anak dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Pegadaian Kanwil III Palembang ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian. 


Program Khitan Cerdas Generasi Emas terselenggara melalui kolaborasi antara PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Yayasan Kesejahteraan Permata Pegadaian (YKPP), dan RS Pelabuhan Palembang sebagai mitra layanan kesehatan yang menghadirkan tenaga medis profesional guna memastikan proses khitan berlangsung aman, nyaman, dan berkualitas. 


Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian TJSL PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Yun Oliandri, menjelaskan bahwa Program Khitan Cerdas Generasi Emas merupakan salah satu bentuk implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. 


"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tahun ini sebanyak 150 anak mengikuti Khitan Cerdas Generasi Emas yang terselenggara berkat kolaborasi Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Yayasan Kesejahteraan Pegadaian (YKPP), dan RS Pelabuhan Palembang. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman dan menyenangkan bagi para peserta," ujar Yun Oliandri. 


Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pegadaian terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. 


"Melalui Program Khitan Cerdas Generasi Emas ini, Pegadaian ingin menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa investasi terbaik tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga investasi terhadap kualitas generasi muda. Anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter akan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045," ujar Novryandi. 


Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan layanan khitan secara gratis, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta melalui pemberian uang saku dan hadiah spesial sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan. 


Sebanyak 150 peserta yang mengikuti program ini merupakan anak-anak berusia maksimal 15 tahun yang telah melalui proses pendaftaran dan verifikasi sebelumnya. Selain mendapatkan layanan khitan tanpa biaya, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pendampingan medis selama proses berlangsung. 


Menurut Novryandi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk terus hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan. 


"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Pegadaian ingin terus tumbuh bersama masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," tambahnya. 


Melalui semangat Pegadaian MengEMASkan Indonesia, perusahaan terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai lembaga jasa keuangan terpercaya, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat. Program Khitan Cerdas Generasi Emas diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi nyata Pegadaian dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan. 


Tentang Pegadaian 

PT Pegadaian didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas. 


Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas. 


Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah). 


Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat. 


Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.

(Yanti)

Share:

Rabu, 17 Juni 2026

BPJS Kesehatan Palembang dan FK Unsri Perkuat Pemahaman JKN bagi Calon Tenaga Medis

Palembang - Mahasiswa dan dosen di lingungan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya mengikuti kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus 2026 yang digelar BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang di Gedung Azwar Agoes Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami praktik penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memperkuat perspektif profesionalisme dalam pelayanan kesehatan.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan dan implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJKN), tetapi juga diajak melihat secara langsung tantangan dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.


Wakil Dekan Bidang III Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. (K) menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberi nilai tambah bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.


Menurutnya, materi yang disampaikan perlu dipahami secara utuh karena akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa nantinya berpraktik sebagai tenaga medis.


“Mahasiswa perlu memahami substansi yang diperoleh dari kegiatan ini, karena pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya menuntut kompetensi klinis, tetapi juga integritas dan pemahaman sistem. Bekerjalah secara profesional, lakukan penegakan diagnosis secara tepat, dan hindari praktik yang berpotensi mengarah pada fraud agar pelayanan kepada pasien tetap berkualitas,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Edy Surlis yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Meivy Yanti, SE, AAAK. menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan berperan langsung dalam menjaga keberlanjutan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.


Dalam sesi pemaparan, Meivy memperkenalkan konsep pelayanan yang mudah, cepat, dan setara sebagai bagian dari transformasi layanan serta wujud nyata Social Health Insurance yang terpercaya bagi masyarakat.


Meivy juga menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem JKN penting dikenalkan sejak masa pendidikan agar calon tenaga kesehatan memiliki sudut pandang yang lebih utuh terhadap pelayanan.


“Mahasiswa hari ini adalah pengambil keputusan di layanan kesehatan pada masa mendatang. Karena itu, penting untuk memahami bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan akses layanan yang efektif, adil, dan sesuai regulasi,” katanya.


Melalui BPJS Kesehatan Goes to Campus, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang berharap mahasiswa memperoleh wawasan praktis, memahami implementasi JKN di Indonesia, serta terdorong menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas dalam melayani masyarakat. (Manda)

Share:

Senin, 15 Juni 2026

Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan


Jakarta (12/06/2026) – Belum lama ini, sempat ramai di media sosial tentang netizen yang mengeluh karena harus membayar sejumlah uang saat dirawat inap di rumah sakit, padahal ia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Setelah diusut, ternyata peserta tersebut menunggak iuran dan baru mengaktifkannya kembali saat dirawat inap di rumah sakit.


"BPJS Kesehatan menjamin biaya peserta JKN selama status kepesertaannya aktif. Jika ada pesertaJKN yang menunggak dan baru diaktifkan kembali saat dirawat inap, maka akan diberlakukan denda pelayanan. Besarannya 5 persen dari perkiraan biaya pelayanan kesehatan dikalikan jumlah bulan tertunggak, maksimal 12 bulan. Besaran denda pelayanan paling tinggi adalah Rp20 juta, namun biasanya nominalnya jauh lebih rendah dari itu. Kami tegaskan kembali bahwa denda pelayanan ini hanya berlaku untuk pasien yang dirawat inap di rumah sakit dalam kurun waktu 45 hari sejak status JKN-nya aktif lagi," jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah.


Menurut Rizzky, ketentuan denda layanan sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Rizzky juga menegaskan bahwa di luar pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, faktanya cakupan manfaat Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sangat luas. Ada ribuan jenis diagnosis penyakit yang dijamin JKN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023


“Bukan hanya penyakit berbiaya mahal yang dijamin, BPJS Kesehatan bahkan menjamin biaya pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan berjangka waktu lama atau bahkan berlangsung seumur hidup, seperti cuci darah bagi pasien gagal ginjal, penderita talasemia dan hemofilia, pasien yang menjalani pengobatan kanker, insulin untuk penderita diabetes, dan lain sebagainya,” kata Rizzky.


Rizzky juga menjelaskan beberapa contoh pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan karena sudah ditanggung oleh instansi lain. Misalnya, gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat ditangani oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), alat kontrasepsi dan obat-obatnya ditangani Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), atau pelayanan kesehatan untuk korban kekerasan dan penganiayaan ditangani Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).


Rizzky menambahkan, ada pula pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan karena dilakukan untuk tujuan kosmetik. Misalnya, operasi plastik dan pasang kawat gigi untuk tujuan mempercantik diri. Selain itu, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin karena dilakukan di luar negeri, karena mekanisme penjaminan Program JKN hanya berlaku di wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan, termasuk dalam pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.


"Ada juga beberapa pelayanan kesehatan tidak masuk dalam jaminan BPJS Kesehatan karena sudah dijamin oleh instansi lainnya. Misalnya, cedera akibat kecelakaan kerja dijamin oleh BPJamsostek, PT Taspen, PT ASABRI, atau instansi penjamin lainnya," katanya.


Rizzky pun menjelaskan bahwa aturan soal pelayanan kesehatan yang tidak dijamin sudah ada sejak lama, bahkan sejak BPJS Kesehatan belum beroperasi. Aturan itu pertama kali disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, kemudian diturunkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, dan diperbarui secara berkala hingga terakhir terbitlah Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.


“Jadi kebijakan tersebut bukan aturan yang baru diberlakukan, kami telah melakukan sosialisasi berulang-ulang dalam berbagai kesempatan. Harapan kami, peserta JKN rutin membayar iuran supaya Program JKN terus berlanjut melindungi masyarakat Indonesia. Apalagi sudah banyak masyarakat yang merasakan betapa besar manfaat program ini,” ujar Rizzky.

Share:

Selasa, 09 Juni 2026

Mediasi Sengketa Informasi Disdik Riau dan Zonny Hundri Capai Kesepakatan


Pekanbaru - Sengketa informasi publik antara Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebagai termohon dan Zonny Hundri sebagai pemohon akhirnya mencapai kesepakatan melalui proses mediasi di Komisi Informasi (KI) Riau.


Meski berjalan alot selama empat kali, Disdik Riau menyatakan siap membuka informasi yang diminta dengan catatan diberikan waktu 30 hari kerja untuk melengkapi data.


Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, sengketa informasi yang sebelumnya diajukan pemohon dinyatakan selesai. Majelis KI Riau tinggal memasuki tahap pembacaan putusan mediasi.


Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau H Zufra Irwan SE MM, selaku mediator mengatakan, kesepakatan tersebut tercapai setelah para pihak menjalani empat kali tahapan mediasi. 


“Setelah empat kali proses mediasi, termohon Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan pemohon Zonny Hundri mencapai kesepakatan bersama. Dan kita mengapresiasi respons dari Kepala Dinas Pendidikan Riau yang memerintahkan timnya untuk membuka akses informasi ini, walaupun prosesnya terbilang lambat. Namun, ini masih dalam koridor UU Keterbukaan Informasi Publik," ujar Zufra Irwan kepada wartawan, Selasa (9/6).


Pada mediasi terakhir tersebut, sambung Zufra, Disdik Riau diwakili oleh Kasi Pendidikan dan perwakilan dari Bidang Pengawasan SLTA.


Namun, sebut Zufra, kesepakatan ini memiliki catatan. Dimana Dinas Pendidikan meminta waktu 30 hari kerja untuk memenuhi dan melengkapi data serta informasi yang dimohonkan oleh pemohon. 


"Menurut Tim yang ikut mediasi Kadisdik telah memerintahkan timnya untuk memenuhi hal tersebut dan memberikan akses informasi kepada pemohon. Kita patut mengapresiasi respons dari Kadisdik ini, meskipun prosesnya terbilang lambat. Namun, karena ini melalui proses mediasi, hal tersebut masih berada dalam koridor Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik," sebut Zufra menjelaskan. mediasi merupakan salah satu mekanisme penyelesaian sengketa informasi publik yang mengedepankan musyawarah dan kesepahaman antara para pihak. 


"Dalam perkara ini, baik pemohon maupun termohon menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan melalui dialog yang di KI Riau. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara Mediasi Sepakat yang ditandatangani para pihak. Dengan demikian, proses penyelesaian sengketa informasi dinyatakan selesai sesuai ketentuan yang berlaku," sebut Zufra menyampaikan, KI Riau berharap penyelesaian melalui mediasi dapat menjadi contoh bagi badan publik dan masyarakat dalam menyelesaikan sengketa informasi secara efektif, cepat, dan mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik.


Mediasi Pemko Pekanbaru Gagal 


​Kondisi sebaliknya terjadi pada mediasi sengketa informasi dengan PPID Utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang gagal total. Dimana BPKAD Kota Pekanbaru selaku instansi termohon sama sekali tidak memberikan respons maupun menghadiri tiga kali agenda mediasi yang telah dijadwalkan.


​Meski BPKAD Pekanbaru mangkir, apresiasi justru diberikan kepada PPID Utama Pemko Pekanbaru yang dinilai konsisten dan selalu hadir memenuhi panggilan sidang, serta terus berupaya membangun komunikasi dengan BPKAD agar mau bersikap terbuka.


"Tiga kali agenda mediasi dilakukan, namun sama sekali tidak ada respons maupun kehadiran dari pihak BPKAD. Benar-benar tidak ada respons. Di sisi lain. Karena itu penyelesaian sengketanya lanjut ke ajudikasi nonlitigasi. Namun begitu, kita memberikan apresiasi kepada PPID Utama Pekanbaru, karena mereka sangat konsisten. Setiap kali kita mengirimkan surat panggilan sidang, mereka tetap hadir dan terus berupaya mengomunikasikannya kepada dinas terkait yang dimohonkan informasi tersebut," papaeZufra.(rls)

Share:

Pegadaian Semakin Kokoh sebagai Perusahaan Jasa Keuangan Berdaya Saing Global

  


JAKARTA - PT Pegadaian kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Asia dengan meraih penghargaan HR Asia Best Company to Work For in Asia 2026 untuk kedelapan kalinya. Pada ajang HR Asia Awards 2026, Pegadaian juga berhasil memborong lima penghargaan sekaligus yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. 


Kelima penghargaan tersebut meliputi HR Asia Best Company to Work For in Asia 2026 Indonesia Chapter, HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Awards 2026, HR Asia Tech Empowerment Awards 2026, HR Asia People Transformation Awards 2026, serta HR Asia Sustainable Workplace Awards 2026. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Pegadaian dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan talenta, transformasi digital, serta budaya kerja yang inklusif dan berkelanjutan. 


Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Pegadaian dalam membangun budaya kerja yang mampu mendorong kinerja dan inovasi seluruh insan perusahaan. 


"Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh Insan Pegadaian, termasuk kami di Pegadaian Kanwil III Sumbagsel. Raihan Best Company to Work For in Asia untuk kedelapan kalinya menunjukkan bahwa Pegadaian berhasil membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mampu mendorong setiap insan perusahaan untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," ujar Novryandi. 


Menurut Novryandi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari transformasi budaya perusahaan yang terus dilakukan Pegadaian, termasuk penguatan kompetensi SDM, penerapan budaya AKHLAK, serta pengembangan talenta yang berkelanjutan. 


"Pegadaian memiliki komitmen kuat untuk menciptakan SDM yang unggul dan adaptif terhadap perubahan. Melalui semangat MengEMASkan Indonesia, kami terus mendorong insan Pegadaian agar mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian nasional," tambah Novryandi. 


Saat ini Pegadaian diperkuat oleh lebih dari 14.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sinergi yang kuat dari seluruh Insan Pegadaian menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai transformasi perusahaan, mulai dari digitalisasi layanan, pengembangan produk, hingga perluasan bisnis melalui ekosistem Bank Emas dan ekspansi internasional ke Timor-Leste.


Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi Pegadaian sebagai perusahaan jasa keuangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.. 


Tentang Pegadaian 


PT Pegadaian didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas. 


Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas. 


Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah). 


Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat. 


Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.


(Yanti)

Share:

Senin, 08 Juni 2026

SPMB 2026 Harus Bersih, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko dan Sekolah Tolak Intervensi


PEKANBARU – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh dampingi Pemko Pekanbaru kawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik penyimpangan.


Komitmen tersebut disampaikan lansung  Ketua Pokja PWI Pekanbaru, Andre Zaky, saat mengikuti Deklarasi dan Penanda Tanganan Komitmen Pakta Integritas SPMB Tahun 2026 di Balai Pendidikan dan Menengah (BPM) Riau, Senin (8/6/2026).


Andre Zaky menegaskan, SPMB harus menjadi instrumen pemerataan pendidikan yang menjamin seluruh anak memperoleh akses sekolah yang sama tanpa diskriminasi latar belakang sosial, ekonomi, maupun kedekatan dengan pejabat atau pihak tertentu.


Menurutnya, pelaksanaan SPMB wajib bersih dari praktik titipan, pungutan liar, percaloan, serta berbagai bentuk intervensi yang berpotensi mencederai prinsip keadilan pendidikan.


“Kami mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Pekanbaru menjalankan SPMB secara transparan dan berintegritas. 


Tidak boleh lagi ada istilah siswa titipan, baik dari pejabat, tokoh masyarakat, maupun pihak yang memiliki pengaruh. Semua harus tunduk pada aturan yang sama,” tegasnya.


Ia menambahkan, seluruh sekolah harus konsisten menjalankan mekanisme penerimaan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pengecualian.


“Jangan ada penerimaan siswa karena rasa sungkan, tekanan, atau intimidasi dari pihak tertentu.


Semua sekolah harus berani menegakkan aturan dan menolak siswa yang masuk melalui jalur di luar sistem,” ujarnya.


Andre Zaky juga mengingatkan bahwa penerimaan siswa di luar sistem resmi dapat berdampak serius terhadap masa depan peserta didik.


Siswa yang tidak tercatat dalam sistem berisiko tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kehilangan hak atas berbagai bantuan pemerintah, hingga menghadapi kendala administrasi pendidikan di kemudian hari berupa Ijazah.


“Penerapan SPMB yang disiplin bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap hak-hak peserta didik,” katanya.


Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, PWI Pekanbaru juga menyatakan siap mendampingi kepala sekolah dan satuan pendidikan yang menghadapi tekanan atau intervensi selama proses penerimaan murid baru berlangsung.


“Kami mendorong seluruh kepala sekolah tetap teguh menjalankan regulasi. Jangan takut terhadap intimidasi atau tekanan dari pihak mana pun. 


PWI siap mengawal agar seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai aturan,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengakui bahwa berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan praktik percaloan dan pungutan uang masuk yang mencederai rasa keadilan dalam dunia pendidikan.


Karena itu, Pemko Pekanbaru menyambut baik komitmen bersama, khususnya, PWI Pekanbaru berkomitmen  untuk memperkuat pengawasan dan memastikan SPMB berjalan lebih bersih, transparan, dan akuntabel. 


Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.


Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran orang tua terkait keterbatasan daya tampung sekolah negeri maupun biaya pendidikan.


“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Karena itu, akses pendidikan harus dijamin tanpa diskriminasi dan tanpa intervensi pihak mana pun,” tegas Markarius. (Raf)

Share:

Minggu, 07 Juni 2026

Gelar Aksi Sosial di Palembang, Makelar Amal Indonesia dan HIPMI Sumsel Khitan Gratis 50 Anak di Palembang



PALEMBANG, 7 Juni 2026 – Memasuki musim libur sekolah, lembaga sosial Makelar Amal Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat luas. Bekerja sama dengan BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan (khususnya Bidang 4 dan Bidang 11), lembaga ini sukses menyelenggarakan aksi sosial berupa Khitanan Massal Metode Laser dan pemeriksaan USG gratis bagi ibu hamil di Kota Palembang pada Minggu (7/6/2026).


Aksi nyata ini turut didukung dan disponsori oleh berbagai pihak lintas sektor, antara lain PT Pusri, Indomarco Prismatama, Klinik Prawiro Husada, dan Apotek Yasyfin.


Sasar 50 Anak dan 20 Ibu Hamil secara Cuma-Cuma

Pembina Makelar Amal Indonesia, Agung Bahari, ST, M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran agenda rutin yang digelar minimal dua kali dalam setahun ini. Antusiasme warga Palembang terbilang sangat tinggi setelah informasi pendaftaran disebarluaskan setiap hari melalui media sosial.

"Alhamdulillah, hari ini ada lebih dari 50 anak yang mengikuti khitanan massal, serta 20 ibu hamil yang mendapatkan layanan USG gratis. Semuanya tanpa dipungut biaya sepeser pun," ujar Agung Bahari.


Ia menambahkan, metode khitan yang digunakan sudah modern, yakni menggunakan metode laser. Jika dikonversikan ke biaya normal saat ini, layanan khitan premium tersebut bisa mencapai Rp1,5 juta per anak. Tak hanya dikhitan secara gratis, anak-anak peserta juga pulang dengan wajah ceria karena mendapatkan bingkisan berupa kain dan mainan.


Bentuk Investasi Generasi Masa Depan

Aksi sosial ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Makelar Amal Indonesia, H. Khalid, yang turun mendampingi Ketua Bidang 11 HIPMI Sumsel, dr. Didit Agus Prawira.


Dalam kesempatan tersebut, H. Khalid menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi utama Makelar Amal Indonesia sebagai jembatan kebaikan antara para dermawan (donatur) dan masyarakat yang membutuhkan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang telah mempercayakan amanahnya kepada Makelar Amal Indonesia. Kami akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Palembang," ungkap H. Khalid.


Terkait layanan USG gratis, H. Khalid menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu hamil merupakan aspek krusial bagi masa depan bangsa.

"Kami sangat peduli terhadap kesehatan ibu hamil. Sejak dalam kandungan, kita harus menjaga calon generasi penerus agar kelak lahir dalam kondisi sehat, kuat, dan berkualitas," jelasnya.



Siarkan Semangat Sedekah dan Siap Berlanjut ke Banyuasin

Melalui momentum ini, Makelar Amal Indonesia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menghidupkan syiar sedekah dalam kehidupan sehari-hari.

"Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, justru dengan bersedekah itulah kita akan menjadi kaya," pesan Agung Bahari memotivasi.


Bagi masyarakat Sumatera Selatan yang belum berkesempatan ikut dalam aksi kali ini, Makelar Amal Indonesia telah menjadwalkan aksi serupa pada pekan depan. Mengingat wilayah kerja lembaga ini mencakup seluruh Sumatera Selatan, estafet kepedulian akan bergeser ke wilayah kabupaten tetangga.

"Di tanggal 14 Juni nanti, kegiatan serupa akan kembali kita laksanakan di Kabupaten Banyuasin, tepatnya berlokasi di Klinik Prawiro Husada. Harapan kami, kegiatan sosial untuk masyarakat ini Alhamdulillah tidak akan pernah putus," tutup Agung.

Indra Media 

Share:

Sabtu, 06 Juni 2026

Dari Pembinaan Menuju Kemandirian, Polres OKI Hadirkan Rumah Layak Huni untuk Mantan Napiter


OGAN KOMERING ILIR – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) meresmikan program bedah rumah bagi mantan narapidana terorisme di Desa Bumiarjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Minggu (7/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Pejabat Utama Polres OKI, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah setempat.


Peresmian bedah rumah ini menjadi simbol keberhasilan pendekatan humanis Polri dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan narapidana terorisme yang telah kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbaur secara aktif di tengah masyarakat.


Penerima program bedah rumah adalah Kiagus Muhamad Toni, yang telah menyelesaikan masa hukuman pada tahun 2015. Setelah bebas, yang bersangkutan mengikuti program pembinaan dan deradikalisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Polres OKI bersama Densus 88 Antiteror Polri.


Selain pembinaan ideologi kebangsaan, yang bersangkutan juga mendapatkan pelatihan keterampilan servis AC dan public speaking sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang produktif dan mandiri di tengah masyarakat.


Saat ini, berdasarkan hasil asesmen program pembinaan, Kiagus Muhamad Toni telah berada pada kategori Status Hijau, yang menunjukkan keberhasilan proses reintegrasi sosial, penerimaan terhadap nilai-nilai kebangsaan, serta kemampuan beradaptasi secara positif di lingkungan masyarakat.


Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah tersebut memiliki luas 36 meter persegi dengan waktu pengerjaan sekitar dua minggu. Kehadiran rumah layak huni diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjalani kehidupan yang lebih baik.


Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun harapan, kepercayaan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.


“Keberhasilan deradikalisasi tidak hanya diukur dari perubahan pola pikir, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk kembali hidup produktif, diterima masyarakat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan. Program bedah rumah ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.


Menurutnya, pendekatan kemanusiaan menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mencegah munculnya kembali paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.


Program tersebut juga sejalan dengan semangat Program Kapolda Sumsel “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini”, yang mendorong setiap personel Polri untuk menghadirkan manfaat nyata dan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa keberhasilan deradikalisasi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa yang harus terus dijaga dan diperkuat.


“Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Ketika seseorang kembali menjadi bagian dari masyarakat dan mampu hidup produktif, maka di situlah sesungguhnya keberhasilan deradikalisasi dapat dirasakan secara nyata,” tegas Kapolda Sumsel.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan gambaran nyata bagaimana Polri mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjaga keamanan nasional.


“Deradikalisasi bukan hanya tentang mengubah cara pandang, tetapi juga membangun harapan dan masa depan. Ketika masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pembinaan dan pemberdayaan, maka kepercayaan akan tumbuh dan stabilitas sosial akan semakin kuat. Program ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak solusi sosial di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Kegiatan peresmian berlangsung penuh kehangatan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan menjadi simbol kuatnya sinergi dalam mendukung proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.


Melalui momentum Hari Bhayangkara Ke-80, Polres OKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program-program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga stabilitas kamtibmas melalui pendekatan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada masa depan bangsa.

Manda 

Share:

Definition List

Unordered List

Support