This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label sumsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumsel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2026

Wujudkan Akses Keagamaan Setara, Pemprov Sumsel Mulai Pembangunan Rumah Tahfidz Khusus Sahabat Tuli di Palembang


PALEMBANG, 15 AGUSTUS 2026 — Komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan bebas buta aksara Al-Qur'an terus diperkuat di Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi memulai pembangunan fasilitas pusat pembelajaran dan hafalan Al-Qur'an permanen yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas rungu-wicara (Sahabat Tuli) di kawasan Perumahan Privilege, Kecamatan Gandus, Palembang.

Fasilitas keagamaan berbasis keisyaratan ini tercatat sebagai Rumah Tahfidz Tuli pertama yang berdiri di kawasan Pulau Sumatera, sekaligus menjadi yang kedua di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna menjawab kebutuhan akan akses pendidikan agama yang layak dan setara bagi komunitas disabilitas pendengaran.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Sabtu (15/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antarpihak yang memungkinkan terealisasinya sarana pendidikan inklusif ini.

"Pembangunan sarana ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam membuka ruang belajar yang setara. Keberadaan pengajar yang kompeten serta semangat para santri untuk belajar adalah ruh utama dari rumah tahfidz ini, bukan sekadar kemegahan fisiknya. Semoga kehadiran pusat pembelajaran ini mendatangkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan," ujar Herman Deru.


Sebelumnya, proses pengajaran membaca dan menghafal Al-Qur'an bagi Sahabat Tuli di wilayah tersebut harus dilakukan secara berpindah-pindah lokasi. Kehadiran gedung baru ini diproyeksikan memberikan kepastian sarana belajar yang kondusif, lengkap dengan kurikulum dan metode pengajaran bahasa isyarat yang diampu oleh ustadz dan ustadzah berkompeten.

Poin Utama Fasilitas & Program:

 * Fasilitas Pembelajaran Permanen: Menghilangkan kendala tempat belajar yang sebelumnya berpindah-pindah.

 * Kurikulum Spesialis: Menggunakan pendekatan visual dan bahasa isyarat yang disesuaikan untuk standar hafalan Al-Qur'an.

 * Pengkaderan Pengajar: Mengikutsertakan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas rungu-wicara.

 * Visi Inklusi Luas: Dirancang berkembang menjadi pusat pemberdayaan keagamaan bagi berbagai kelompok disabilitas lainnya di masa mendatang.

Perwakilan manajemen Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, menjelaskan bahwa aktivitas mengaji sebenarnya telah berjalan aktif sebelum peletakan batu pertama dilakukan. Pihaknya berharap pusat pembelajaran ini dapat terus berkembang merangkul seluruh lapisan masyarakat berkebutuhan khusus di Sumatera Selatan.

Prosesi peresmian ini turut disaksikan oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel serta perwakilan komunitas disabilitas lokal, menegaskan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. (Idp)

Share:

Wujudkan Akses Al-Qur'an Ramah Disabilitas: Pembangunan Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara Resmi Dimulai di Palembang


PALEMBANG, 16 Agustus 2026 — Kota Palembang mencatatkan sejarah baru dalam penguatan pendidikan keagamaan inklusif melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Roudhotul Ashom Nusantara khusus Teman Tuli. Acara ini berlangsung di Kompleks Perumahan Privilege Palembang, Jalan Masjid Az-Zikra, Kecamatan Gandus, dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan.

Pendirian fasilitas ini menjadi tonggak penting sebagai sarana tahfidz khusus Tuli pertama di Pulau Sumatera sekaligus yang kedua di Indonesia. Hadirnya Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara menjadi solusi nyata atas kebutuhan tempat belajar Al-Qur'an yang permanen, ramah, dan memadai bagi komunitas Teman Tuli.

Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi tinggi atas gagasan ini. Ia menekankan bahwa pengajaran Al-Qur'an untuk disabilitas pendengaran membutuhkan metode khusus yang berfokus pada isyarat dan visualisasi.

> "Ini adalah langkah yang sangat istimewa. Jika sahabat tunanetra mengandalkan Braille, maka Teman Tuli menggunakan bahasa isyarat. Tentu dibutuhkan kesabaran dan metode khusus. Kehadiran tempat ini mempertegas Sumatera Selatan sebagai daerah yang tidak hanya religius, tetapi juga menjunjung kesetaraan hak pendidikan bagi seluruh warga," ujar Gubernur.

Pembangunan rumah tahfidz ini diprakarsai oleh Penggagas Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, yang tergerak melihat kondisi Teman Tuli yang sebelumnya harus berpindah-pindah lokasi untuk belajar. Tempat belajar baru ini dirancang agar dapat dimanfaatkan secara gratis dan nyaman tanpa kendala fasilitas.

Program pengajaran di rumah tahfidz ini melanjutkan dedikasi Ustaz Akbar yang telah mendampingi Teman Tuli belajar Al-Qur'an secara sukarela selama lebih dari empat tahun. Proses pembelajaran disusun secara bertahap—mulai dari huruf hijaiyah, merangkai kata, membaca, hingga tahap kitabah (menuliskan hafalan).

Untuk menjaga mutu keilmuan, metode pembelajaran di Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara juga diperkuat dengan pengambilan sanad Al-Qur'an di Yogyakarta yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara diharapkan menjadi pusat dakwah inklusif dan ruang pemberdayaan yang melahirkan generasi Qur’ani dari kalangan Teman Tuli. (Idp)

Share:

Senin, 03 Agustus 2026

Tingkatkan Keandalan Pasokan Air, Perumda Tirta Musi Lakukan Pemeliharaan Berkala Reservoir IPA Sungai Lais


PALEMBANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang terus berkomitmen untuk menjaga keandalan dan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Palembang. Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) pasokan air, Perumda Tirta Musi dijadwalkan akan melaksanakan pengerjaan pemeliharaan berkala berupa pengurasan dan pembersihan reservoir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Lais.


Kegiatan pemeliharaan sarana produksi vital tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Selama proses pengerjaan berlangsung, pengaliran air bersih ke sejumlah area yang disuplai oleh IPA Sungai Lais akan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian aliran sementara.


Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Rahmad, menjelaskan bahwa pengurasan reservoir merupakan agenda pemeliharaan rutin yang sangat krusial. Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan seluruh sistem produksi serta distribusi air bersih agar tetap higienis dan handal saat diterima oleh masyarakat.


"Pengurasan reservoir IPA Sungai Lais merupakan langkah pemeliharaan penting demi menjaga standar kualitas air minum. Selama pengerjaan berlangsung, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan terdampak untuk menghemat dan menampung air secukupnya. Tim teknis kami di lapangan akan berupaya semaksimal mungkin agar pengerjaan dan proses penormalan kembali berjalan cepat," ujar Rahmad.



Wilayah Pelayanan Terdampak:

Perumda Tirta Musi memperkirakan sebanyak 2.775 Sambungan Langganan (SL) akan terdampak selama proses pengerjaan ini, yang tersebar di wilayah:

 1. Jalan Intan Sekunyit

 2. Lorong Ampera 1 & Lorong Ampera 2

 3. Lorong Perintis

 4. Lorong Yada

 5. Komplek Abadi

 6. Lorong Agung

 7. Lorong Tanjungan


Pihak manajemen telah menyiagakan tim teknis dan petugas operasional untuk mengawal pengerjaan agar berjalan tepat waktu. Setelah pengerjaan pengurasan selesai dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB, proses pengaliran dan normalisasi tekanan air ke rumah-rumah pelanggan akan dilakukan secara bertahap.


Manajemen Perumda Tirta Musi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini serta mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan selama proses pengerjaan berlangsung. (Manda)

Share:

Senin, 13 Juli 2026

Tanggapi Keluhan di TikTok, Plt Kepala Dishub Palembang Ajak Masyarakat dan Media Bersinergi Urai Kemacetan


PALEMBANG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Heriyanto, S.Sos., M.Si. menanggapi secara terbuka kritikan masyarakat yang viral di platform media sosial TikTok. Dalam video yang beredar, warga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara pernyataan pihak terkait dengan kondisi nyata lalu lintas di lapangan.


Alih-alih bersikap defensif, Plt Kepala Dishub Kota Palembang justru menyambut baik kritikan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kinerja jajarannya. Beliau memandang teguran dari warga sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap tata kota Palembang.


"Terima kasih atas informasinya. Ke depan, kita akan lebih baik lagi berkat bantuan dari segala lini," tegas Plt Kepala Dishub Kota Palembang saat dimintai keterangan.


Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa persoalan lalu lintas di metropolis seperti Palembang tidak dapat diselesaikan secara instan jika hanya mengandalkan satu pihak. Terdapat tiga elemen penting yang ditekankan oleh Dishub Palembang untuk mewujudkan ketertiban jalan raya:


 Peningkatan Kinerja Institusi: Dishub akan terus membenahi sistem dan operasional petugas di lapangan agar sejalan dengan rencana dan target pemerintah.


Kesadaran Masyarakat: Dibutuhkan partisipasi aktif dari para pengguna jalan. Kedisiplinan masyarakat mematuhi rambu dan marka jalan adalah kunci utama kelancaran lalu lintas.


Peran Aktif Media: Kehadiran media massa dan media sosial dinilai krusial sebagai alat pengawasan sosial (kontrol sosial) sekaligus corong edukasi bagi publik.


"Tidak cukup jika hanya Dishub saja yang bergerak. Kami juga sangat perlu dibantu oleh masyarakat yang memang menginginkan lalu lintas lancar, termasuk juga rekan-rekan media," pungkasnya.


Melalui tanggapan ini, Dishub Kota Palembang berharap agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, warga, hingga insan pers, dapat menurunkan ego sektoral dan mulai bersinergi. Dishub menegaskan bahwa pintu komunikasi akan selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan demi kemajuan Kota Palembang. (Red)

Share:

Jumat, 10 Juli 2026

Saat Harapan Datang Lewat JKN


Palembang - Tangis Arief pecah di ruang praktik dokter di Puskesmas pada awal 2020. Ia yang pada saat itu masih berstatus Mahasiswa tingkat pertama tak lagi mampu menyembunyikan pergulatan batin yang selama ini menghantuinya. Ia datang bukan karena demam atau sakit fisik, melainkan untuk meminta pertolongan setelah terus-menerus dihantui keinginan untuk mengakhiri hidup.

"Saya bilang ke dokter kalau saya sudah tidak sanggup. Hampir setiap hari rasanya sedih, tidak semangat melakukan apa pun, sampai muncul keinginan bunuh diri. Saat menceritakan semuanya, tangis saya tumpah," kenangnya.

Sebelum memberanikan diri berobat, Arief lebih dulu mencari informasi melalui internet. Ia khawatir tidak mampu membayar biaya konsultasi dan pengobatan kesehatan jiwa yang harus dijalani dalam waktu lama. 

Dari berbagai informasi yang ia temukan, Arief mengetahui bahwa layanan konsultasi jiwa dapat diakses melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berbekal kepesertaan JKN yang sebelumnya didaftarkan ayahnya sebagai Peserta Mandiri, ia mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk berkonsultasi dan meminta rujukan ke dokter spesialis jiwa.

Setelah melakukan pemeriksaan, Dokter Penanggung Jawab di Puskesmas segera merujuk Arief ke rumah sakit karena kondisinya dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut. Di poli jiwa, Arief kembali menceritakan seluruh gejala yang dialaminya. Hasil pemeriksaan saat itu menunjukkan ia mengalami Skizofrenia Paranoid.

Sejak saat itu, perjalanan pengobatan Arief dimulai. Selama hampir enam tahun menjalani kontrol rutin, diagnosisnya terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi. Dari Skizofrenia Paranoid, kemudian berubah menjadi depresi dengan gejala psikotik, hingga saat ini menjadi gangguan Bipolar Afektif. 

Meski perjalanan pemulihan tidak singkat, Arief bersyukur tidak pernah terbebani biaya pelayanan kesehatan. Ia juga tidak pernah menerima perlakuan yang berbeda saat akses layanan di Fasiitas Kesehatan sebagai Peserta JKN.

"Kalau dihitung sejak awal berobat sampai sekarang, saya tidak mengeluarkan biaya untuk konsultasi maupun pengobatan karena semuanya ditanggung JKN. Saya sering membayangkan, kalau tidak punya JKN mungkin biaya yang harus saya keluarkan sudah puluhan bahkan bisa ratusan juta rupiah. Bagi saya, JKN benar-benar memberi kesempatan untuk terus menjalani pengobatan tanpa harus memikirkan biaya," ujarnya.

Bagi Arief di tengah kesehariannya sebagai Pekerja di Kebun Sawit, manfaat JKN tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan. Kehadiran Aplikasi Mobile JKN juga membuat proses berobat menjadi jauh lebih praktis dibandingkan beberapa tahun lalu. 

"Sekarang saya cukup daftar antrean lewat Aplikasi Mobile JKN sebelum datang ke rumah sakit. Setelah tiba, tinggal check-in mandiri dan verifikasi data. Waktunya jauh lebih singkat sehingga berobat tidak lagi melelahkan," ungkapnya.

Pengalaman Arief menjadi gambaran bahwa gangguan kesehatan jiwa merupakan kondisi yang dapat ditangani apabila memperoleh pertolongan sedini mungkin. Akses layanan yang mudah dan pembiayaan yang terjamin memberi kesempatan bagi masyarakat untuk fokus menjalani proses pemulihan tanpa dibayangi kekhawatiran biaya pengobatan. 

Bagi Arief, langkah pertama menuju puskesmas enam tahun lalu menjadi keputusan yang mengubah hidupnya. Di tengah perjuangan yang masih terus berlangsung hingga kini, ia berharap semakin banyak masyarakat tidak ragu mencari bantuan profesional ketika merasakan gejala gangguan kesehatan jiwa. 

"Kalau merasa ada yang tidak beres dengan kondisi mental, jangan dipendam sendiri. Datanglah berobat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk membaik. Saya bersyukur waktu itu berani mencari pertolongan, dan JKN membuat saya bisa terus menjalani pengobatan sampai hari ini," tuturnya. (Manda)

Share:

Selasa, 07 Juli 2026

Lebaran Jadi Momen Tak Terlupakan, Persalinan Lancar Berkat JKN


Palembang - Suara takbir masih menggema di Hari Raya Idul fitri ketika rasa mulas mulai dirasakan Sarah Dwi Murtina, seorang pekerja swasta di Kota Palembang. Di tengah suasana libur Hari Raya Besar Keagaaman hampir seluruh penduduk Indonesia, ia justru merasakan pengalaman berbeda. Persalinan normal anak pertamanya di salah satu bidan jejaring klinik pratama mitra BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang berjalan lancar tanpa dipungut biaya tambahan.


Momen yang semula sempat membuatnya khawatir itu berubah menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Bukan hanya proses persalinan yang berlangsung baik, tetapi juga rangkaian pemeriksaan kehamilan yang telah dijalaninya sejak awal melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


"Saya sempat berpikir, takut ada kendala karena masih suasana hari pertama Idul Fitri. Ternyata bidannya tetap siap membantu. Alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar dan yang membuat saya lega, dari awal kontrol sampai melahirkan tidak ada biaya tambahan sama sekali," ujarnya.


Ia mengaku rutin memeriksakan kehamilan di klinik pratama tempat dirinya terdaftar sebagai peserta JKN. Selama menjalani pemeriksaan, seluruh layanan diberikan sesuai kebutuhan medis tanpa menemui kendala berarti.


Memasuki usia kehamilan delapan bulan, hasil pemeriksaan menunjukkan posisi janin dalam keadaan sungsang. Kondisi tersebut sempat membuatnya cemas mengingat waktu persalinan semakin dekat.


"Dokter langsung menjelaskan kondisi bayi dan meminta saya berkonsultasi dengan bidan jejaring dari klinik tersebut. Saya mengikuti semua anjuran yang diberikan, termasuk rutin melakukan senam hamil. Syukur alhamdulillah, beberapa waktu kemudian posisi bayi sudah kembali normal sehingga saya bisa melahirkan secara normal," katanya.


Menurut Perempuan yang sebentar lagi genap berusia 37 tahun ini, pendampingan yang diberikan tenaga kesehatan membuat dirinya lebih tenang menghadapi masa-masa akhir kehamilan. Setiap pertanyaan yang disampaikan dijawab dengan jelas, sementara kondisi ibu dan janin terus dipantau hingga waktu persalinan tiba.


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan menyebutkan bahwa Pelayanan Kesehatan masa hamil (ante natal care) dapat dilakuan oleh dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FPKTP) atau bidan jejaring dari FPKTP tersebut.


Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti meski berlangsung pada hari libur nasional. Bagi peserta JKN, pelayanan kesehatan tetap dapat diakses sesuai indikasi medis melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.


Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak dini. Menurutnya, pemeriksaan berkala membantu mendeteksi lebih awal apabila terdapat kondisi yang memerlukan penanganan sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.


"Saya merasakan sendiri manfaatnya. Kalau waktu itu saya tidak rutin kontrol, mungkin posisi bayi sungsang baru diketahui menjelang persalinan. Karena diperiksa sejak awal dan mengikuti arahan tenaga kesehatan, semuanya bisa ditangani dengan baik. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa JKN benar-benar memberikan rasa aman bagi ibu hamil," tuturnya.


Baginya, layanan JKN bukan hanya membantu meringankan biaya persalinan, tetapi juga menghadirkan ketenangan selama menjalani masa kehamilan hingga proses kelahiran. Kepastian memperoleh pelayanan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan membuatnya dapat lebih fokus menjaga kesehatan diri dan calon buah hati.


Pada kesempatan yang sama, Sarah juga mengucapkan terima kasih untuk BPJS Kesehatan yang sebentar lagi berulang tahun ke-58.


“Sebagai peserta JKN, saya merasa lebih tenang karena akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan, semoga dapat terus menghadirkan pelayanan yang berkualitas”, tutup Sarah. (Manda)

Share:

Senin, 29 Juni 2026

Pengurus PASKI Kota Palembang Resmi Dikukuhkan di BKB, Ratu Dewa: “Palembang Kota Tertua, PASKI Harus Jadi yang Terbaik


PALEMBANG – Dunia komedi Sumatera Selatan mencetak sejarah baru. Sebanyak 30 Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) Kota Palembang periode 2026-2030 resmi dikukuhkan dan dilantik pada Sabtu, 27 Juni 2026. Acara yang berlangsung

meriah ini digelar di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) dengan latar ikonik Jembatan Ampera, yang dirangkai langsung dengan ajang *Lomba Palembang Berkomedi*.


Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, Ketua PASKI Sumatera Selatan Cek Fikri Haikal, S.AK., M.M., Dewan Pembina PASKI Pusat sekaligus Ketua AKKSI Helmy Yahya, serta aktor dan politikus senior asal Palembang, Anwar Fuadi.


Komedi Cerdas, Beretika, dan Melek Hukum

Dalam sambutan perdananya, Ketua PASKI Kota Palembang, **Kiyai Budi Keker**, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi. Ia berkomitmen penuh untuk membawa warna baru dalam industri hiburan di Kota Pempek.


“Saya ingin PASKI Kota Palembang melahirkan komedian yang tidak hanya lucu, tetapi juga memahami hukum,” tegas Kiyai Budi Keker.


Guna mewujudkan visi tersebut, PASKI Kota Palembang juga meluncurkan **Buku Panduan Berkonten PASKI**. Buku ini disusun oleh Tim Bidang Hukum PASKI Kota Palembang yang diketuai oleh Adv. A. Rilo Budiman, S.H., M.H., CPCm. Panduan tersebut dirancang khusus sebagai rambu-rambu agar para komika dan komedian lokal dapat menghibur tanpa harus melanggar hukum atau menyinggung SARA (kelakar yang kelewatan).


Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Tokoh Nasional

Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis PASKI Kota Palembang. Menurutnya, PASKI memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan menghidupkan ekosistem kreatif di kota tersebut.


"Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Semoga PASKI Kota Palembang menjadi yang terbaik dibandingkan kota-kota lainnya," ujar Ratu Dewa penuh optimisme.


Dukungan serupa datang dari tokoh kreatif nasional, **Helmy Yahya**. Ia mengajak pengurus daerah untuk memanfaatkan jaringan luas yang ada di pusat demi kemajuan talenta lokal.


 "Mumpung di Jakarta itu banyak *nian* orang Palembang. Aku ketua, sekjenku Adrian Zakari juga *wong* Palembang. Silakan dimanfaatkan kami, jangan diangguri, rugi," kelakar Helmy menyemangati.


Sinergi untuk Masa Depan Industri Kreatif

Pelantikan 30 pengurus ini menempatkan Cek Nia Keker sebagai Sekretaris PASKI Kota Palembang. Suksesnya agenda bersejarah ini tidak lepas dari sinergi kuat dan dukungan penuh dari Bank Indonesia, Pemerintah Kota Palembang, serta Wonderful Indonesia.


Kolaborasi ini menegaskan keseriusan semua pihak untuk membangun industri komedi di Palembang yang tidak hanya menghibur dan cerdas, tetapi juga menjunjung tinggi etika. (Manda)

Share:

Kamis, 25 Juni 2026

Sentuhan Kasih di Hari Baik: PT Tirta Sriwijaya Maju Hadirkan Kebahagiaan Bagi Anak Yatim


Palembang/Banyuasin, Lensa informasi.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PT Tirta Sriwijaya Maju menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada anak-anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa, Sukatno, SH., MH., N.LP., yang turut menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat.


Dalam sambutannya, Sukatno mengapresiasi inisiatif PT Tirta Sriwijaya Maju yang terus menunjukkan komitmen sosial melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

"Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut diapresiasi. 


Semoga kepedulian yang ditunjukkan PT Tirta Sriwijaya Maju menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama," ujarnya.


Perwakilan PT Tirta Sriwijaya Maju Gresscia Namira Ass.Manager TJSL,Humas,Publikasi dan Dokumentasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan, terutama pada momen-momen keagamaan.


 Melalui pembagian paket sembako ini, perusahaan berharap dapat membantu meringankan kebutuhan para anak yatim sekaligus mempererat hubungan baik dengan masyarakat.

Suasana penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.


Anak-anak yatim menerima paket sembako dengan wajah penuh kebahagiaan, sementara seluruh pihak yang hadir berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.


Momentum 10 Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan rasa empati, memperkuat solidaritas sosial, dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. 


Melalui kegiatan ini, PT Tirta Sriwijaya Maju kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (Manda)

Share:

MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN, Status Pembatalan SHGU PT SKB Bersifat Inkracht


PALEMBANG - Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia melalui mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam sengketa tata usaha negara terkait pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.


Putusan tersebut tertuang dalam amar Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 yang mengabulkan permohonan PK Menteri ATR/BPN, membatalkan Putusan Kasasi Nomor 554 K/TUN/2024, serta menolak gugatan PT Sentosa Kurnia Bahagia.


Dengan putusan itu, Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1/Pbt/KEM-ATR/BPN/VI/2023 tentang pembatalan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor 00146/MUBA atas nama PT Sentosa Kurnia Bahagia seluas sekitar 3.859,7 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan tetap berlaku dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).


Menyikapi putusan tersebut, Kuasa Hukum PT Gorby Putra Utama (GPU), Dr. (c) Sofhuan Yusfiansyah, SH., MH, mengatakan putusan Mahkamah Agung tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap objek yang selama ini menjadi sengketa.


“Putusan ini menunjukkan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Mahkamah Agung mempertimbangkan berbagai fakta hukum, termasuk adanya novum atau bukti baru serta putusan-putusan lain yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Sofhuan dalam keterangannya, pada Kamis (25/6/2026).


Menurut Sofhuan, dalam pertimbangannya Mahkamah Agung juga memperhatikan sejumlah fakta hukum yang terungkap dalam perkara lain yang berkaitan dengan objek sengketa, baik perdata maupun pidana. 


Karena itu, putusan PK tersebut diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama ini terjadi.


“Dengan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, tidak tersedia lagi upaya hukum biasa maupun luar biasa terhadap perkara ini. 


Putusan tersebut bersifat final dan mengikat, sehingga kami berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang telah berjalan,” katanya.


Ia menambahkan, dengan dikabulkannya PK Menteri ATR/BPN dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU tersebut, maka status HGU PT Sentosa Kurnia Bahagia dinyatakan batal berdasarkan keputusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.


"Dengan dikabulkannya PK ini dan tetap berlakunya keputusan pembatalan SHGU oleh Menteri ATR/BPN, maka secara hukum SHGU PT SKB dinilai tidak lagi berlaku atau dibatalkan atau dicabut secara permanen. Putusan tersebut bersifat final dan mengikat," pungkas Sofhuan dengan tegas.


Sementara itu, Tokoh Masyarakat Musi Rawas Utara (Muratara), Abdul Aziz, SH, menyambut baik putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan PK Menteri ATR/BPN dan menguatkan pembatalan HGU PT SKB.


“Putusan ini memberikan kepastian hukum dan patut dihormati oleh semua pihak. Kami berharap persoalan yang selama ini menimbulkan polemik dapat diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Abdul Aziz.


Putusan PK Nomor 68 PK/TUN/2026 tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses sengketa tata usaha negara terkait pembatalan HGU PT SKB yang sebelumnya bergulir mulai dari tingkat pertama, kasasi, hingga peninjauan kembali di Mahkamah Agung. 

(Yanti/rilis)

Share:

Sentuh Belasan Ribu Penerima, Kemenag Sumsel Salurkan Santunan Lebaran Yatim ke 11.339 Anak dan Disabilitas


Palembang (Kemenag Sumsel) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) mencatat capaian luar biasa dalam gerakan kepedulian sosial dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Tidak tanggung-tanggung, melalui gerakan serentak di seluruh kabupaten dan kota, sebanyak 11.339 anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas di seluruh penjuru Sumatera Selatan sukses menerima penyaluran santunan dan paket bantuan dalam program "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026" pada Kamis (25/06/2026).


Gerakan masif berskala provinsi ini memuncak dalam festival keagamaan khidmat yang dipusatkan di Aula MAN 3 Palembang. Di tingkat wilayah tersebut, Kanwil Kemenag Sumsel menyantuni secara langsung 320 anak yatim dan disabilitas sebagai representasi dari belasan ribu penerima manfaat yang tersebar di Bumi Sriwijaya.


Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menegaskan bahwa gerakan serentak ini merupakan komitmen nyata negara dalam merajut kesetaraan hak dan menghadirkan ruang inklusif bagi kelompok rentan.


“Kita menyadari bersama bahwa anak-anak yatim dan piatu ini memerlukan kasih sayang dan kepedulian yang lebih. Melalui gerakan Lebaran Yatim serentak di seluruh daerah Sumsel ini, pemerintah hadir memberikan perhatian penuh. Dari total 11.339 anak yang tersentuh program ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang merasa berjalan sendiri,” tegas Syafitri Irwan.



Lebih lanjut, Syafitri membakar semangat para anak yatim dan disabilitas yang hadir agar tetap optimis menatap masa depan. “Jangan pernah berhenti sekolah, jangan pernah berhenti berprestasi, dan teruslah menggali potensi kalian. Begitu pula bagi anak-anak penyandang disabilitas, jangan pernah merasa rendah diri. Kesempatan dan peluang di masa depan tetap terbuka lebar untuk kita semua,” pesan Kakanwil memotivasi.


Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Sumsel, Evi Zurfiana Azom, selaku Ketua Panitia memaparkan bahwa kesuksesan menyentuh angka 11.339 penerima manfaat ini merupakan buah dari sinergi semesta. Kerja besar ini didukung penuh oleh jejaring kebaikan lintas sektor, meliputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumsel, Forum Zakat (FOZ), serta jajaran Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sumatera Selatan, yang bergerak paralel bersama Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.


Jalannya puncak festival di Aula MAN 3 Palembang ini turut dikawal dan disaksikan langsung oleh pimpinan lintas instansi, termasuk Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, Kabag TU Kanwil Kemenag Taufiq, Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Mukmin Mukri, serta jajaran Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat, dan Ketua DWP Kanwil Emilia Syafitri Irwan.


Rangkaian acara yang ditutup dengan tausiyah sejuk oleh Ustadz Yan Syafril ini sukses mengukuhkan pesan bahwa "Kemenag Berdampak" bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh lini kehidupan masyarakat terkecil di Sumatera Selatan. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Kamis, 18 Juni 2026

Patahkan Isu Dualisme, Pengukuhan PGRI Sumsel 2024–2029 Tegaskan Legitimasi Hukum Tunggal


PALEMBANG – Teka-teki mengenai kepemimpinan definitif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sumatera Selatan kini terjawab tuntas. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Teguh Sumarno, secara resmi mengukuhkan Drs. H. Riza Fahlevi, MM, sebagai Ketua PGRI Sumsel beserta jajarannya untuk masa bakti 2024–2029. Prosesi pelantikan ini sekaligus mematahkan segala isu keretakan organisasi yang selama ini beredar di ruang publik.


Kehadiran jajaran Forkopimda Sumatera Selatan, tokoh masyarakat, serta ribuan guru dari berbagai daerah di Sumsel menjadi bukti konkret solidnya dukungan moral dan struktural terhadap kepengurusan ini.


Ketua Umum PB PGRI, Teguh Sumarno, menyatakan bahwa kebersamaan yang terlihat dalam pengukuhan ini merupakan sinyal kuat berakhirnya polemik dalam tubuh organisasi. Terkait proses hukum yang masih berjalan di tingkat pusat, Teguh menegaskan pihak PB PGRI bersikap kooperatif dan sangat menghormati mekanisme peradilan hingga adanya keputusan inkrah.


“Kami berharap apa yang selama ini dianggap sebagai dualisme dapat segera berakhir. Kebersamaan hari ini menjadi pertanda baik untuk memperkuat persatuan. Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan, namun tetap optimistis bahwa kebenaran dan niat baik yang diperjuangkan akan mendapatkan hasil terbaik,” tegas Teguh.


Penegasan serupa disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Daerah PGRI Sumsel, R. Wijaya. Ia menyatakan secara hitam di atas putih tidak ada dualisme dalam kepengurusan PGRI Sumsel. Segala bentuk legalitas dan keabsahan hukum organisasi yang dipimpinnya dapat diverifikasi secara transparan melalui dokumen resmi negara.


“Kami memastikan bahwa PGRI yang kami pimpin adalah organisasi yang sah dan taat terhadap aturan hukum yang berlaku. Kami minta para guru tidak perlu terpengaruh informasi simpang siur yang sengaja diembuskan untuk memicu kebingungan,” ujar Wijaya.


Wijaya juga meluruskan isu terkait penyegelan di lingkungan Universitas PGRI Palembang, dengan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan riak dari konflik internal kampus dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepengurusan baru PGRI Sumsel yang sah. Dibanding merespons polemik, PGRI Sumsel memilih fokus pada kerja nyata dengan memanfaatkan teknologi informasi dan membuka nomor *hotline* pengaduan digital agar aspirasi para guru dapat dieksekusi secara cepat.


Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto, yang turut menyaksikan jalannya pengukuhan, menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel siap bersinergi dengan wadah yang sah ini. Ia berharap PGRI Sumsel periode 2024–2029 dapat melangkah maju menjadi benteng perlindungan, pembinaan, serta motor penggerak kompetensi guru di Sumatera Selatan. (Red)

Share:

Rabu, 17 Juni 2026

BPJS Kesehatan Palembang dan FK Unsri Perkuat Pemahaman JKN bagi Calon Tenaga Medis

Palembang - Mahasiswa dan dosen di lingungan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya mengikuti kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus 2026 yang digelar BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang di Gedung Azwar Agoes Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami praktik penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memperkuat perspektif profesionalisme dalam pelayanan kesehatan.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan dan implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJKN), tetapi juga diajak melihat secara langsung tantangan dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.


Wakil Dekan Bidang III Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. (K) menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberi nilai tambah bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.


Menurutnya, materi yang disampaikan perlu dipahami secara utuh karena akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa nantinya berpraktik sebagai tenaga medis.


“Mahasiswa perlu memahami substansi yang diperoleh dari kegiatan ini, karena pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya menuntut kompetensi klinis, tetapi juga integritas dan pemahaman sistem. Bekerjalah secara profesional, lakukan penegakan diagnosis secara tepat, dan hindari praktik yang berpotensi mengarah pada fraud agar pelayanan kepada pasien tetap berkualitas,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Edy Surlis yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Meivy Yanti, SE, AAAK. menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan berperan langsung dalam menjaga keberlanjutan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.


Dalam sesi pemaparan, Meivy memperkenalkan konsep pelayanan yang mudah, cepat, dan setara sebagai bagian dari transformasi layanan serta wujud nyata Social Health Insurance yang terpercaya bagi masyarakat.


Meivy juga menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem JKN penting dikenalkan sejak masa pendidikan agar calon tenaga kesehatan memiliki sudut pandang yang lebih utuh terhadap pelayanan.


“Mahasiswa hari ini adalah pengambil keputusan di layanan kesehatan pada masa mendatang. Karena itu, penting untuk memahami bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan akses layanan yang efektif, adil, dan sesuai regulasi,” katanya.


Melalui BPJS Kesehatan Goes to Campus, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang berharap mahasiswa memperoleh wawasan praktis, memahami implementasi JKN di Indonesia, serta terdorong menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas dalam melayani masyarakat. (Manda)

Share:

Kamis, 28 Mei 2026

Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Tingkatkan Jumlah Hewan Kurban Tahun 2026


Palembang - PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel kembali melaksanakan Program Pegadaian Peduli Pangan Sehat – Protein Hewani (Kurban) Tahun 2026 sebagai bentuk implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H. Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan sehat berupa hewan kurban.


Pelaksanaan kegiatan kurban di lingkungan Kanwil III Palembang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Pada tahun ini, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel menyembelih total 12 ekor sapi di Kota Palembang. Selain itu, terdapat satu ekor sapi di Area Lampung dan satu ekor sapi di Area Jambi, serta 32 ekor kambing yang disalurkan melalui kantor cabang di wilayah kerja PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel.


Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebagai wujud rasa syukur atas pertumbuhan kinerja perusahaan sekaligus komitmen Pegadaian untuk terus berbagi manfaat kepada masyarakat.


Dari proses penyembelihan tersebut, Pegadaian berhasil mendistribusikan hampir 2.000 paket kurban yang terdiri dari paket daging, tulang, dan jeroan kepada masyarakat sekitar, penerima manfaat, tenaga pendukung operasional, hingga lingkungan yang membutuhkan.


Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

“Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan kurban kita meningkat. Ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas pertumbuhan perusahaan sekaligus komitmen Pegadaian untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan bersama, khususnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Novryandi.


Selain pendistribusian kepada penerima kupon, kelebihan kantong daging juga dibagikan kepada ratusan masyarakat yang belum mendapatkan kupon pembagian. Panitia turut menyalurkan sebagian paket kepada tetangga maupun keluarga yang membutuhkan, serta menyerahkan bantuan daging kurban kepada Panti Asuhan Daarut Tauhid sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi.


Kegiatan kurban tahun ini juga melibatkan berbagai pihak dan relawan yang turut membantu proses penyembelihan hingga distribusi agar berjalan tertib dan tepat sasaran. Semangat kebersamaan terlihat dari antusiasme seluruh panitia yang tetap bekerja hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.


PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan Pegadaian serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan kurban tahun ini.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Bapak/Ibu dan rekan-rekan panitia yang telah mendukung dan bekerja sama dengan baik demi kelancaran kegiatan ini. Semoga seluruh amal kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda,” tutup Novryandi.


Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

(Yanti)

Share:

Minggu, 24 Mei 2026

Jangan Langsung Serang Gubernur, Ini Cara Bedakan Jalan Nasional, Provinsi, dan Kabupaten Menurut DPRD Sumsel


Palembang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) Chairul S Matdiah, meminta masyarakat untuk lebih jeli dan edukatif dalam menyampaikan kritik serta pengaduan terkait infrastruktur jalan rusak. Hal ini disampaikannya agar aspirasi dan keluhan yang dilayangkan publik bisa tepat sasaran ke instansi yang memegang wewenang.


​Menurut Chairul, selama ini ada kecenderungan di masyarakat yang langsung menyalahkan Pemerintah Provinsi atau Gubernur ketika melihat ada jalan yang rusak di wilayah Sumsel. Padahal, dari total panjang jalan yang membentang di Bumi Sriwijaya, porsi kewenangan Pemerintah Provinsi terbilang paling kecil dibanding jalan nasional maupun kabupaten/kota.


​"Total panjang jalan di Sumsel ini mencapai lebih dari 26.000 kilometer. Namun, masyarakat perlu tahu bahwa kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan itu hanya berada pada jalur sepanjang ± 1.779 Km jalan provinsi. Sisanya, sekitar 24.000 Km lebih, merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga Pemerintah Desa," ujar Chairul S Matdiah.


​Oleh karena itu, lanjut Chairul, jika ada kerusakan di jalan desa atau jalan kabupaten, tidak tepat jika publik langsung menyerang atau menyalahkan Gubernur. 


"Cek dulu status jalannya, lihat marka warnanya. Kritik yang objektif dan tepat sasaran justru akan membuat pemerintah yang berwenang merespons dan memperbaikinya dengan lebih cepat," tegasnya.


​Untuk mengedukasi masyarakat, Chairul membeberkan rumus mudah membedakan status jalan di lapangan berdasarkan marka, ukuran fisik, dan rutenya.


Jalan Nasional adalah kewenangan Pemerintah Pusat melalui Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Jalan Nasional memiliki marka jalan membujur berwarna kuning di bagian tengah. Lebar jalan minimal 7 meter dan bertahap menuju 9 meter.


"Fungsi Jalan Nasional menghubungkan antarprovinsi dan menjadi jalur strategis nasional. Panjang Jalan Nasional di Sumsel adalah ± 1.580 Km," katanya.


Dia mencontohkan, ​​Jalur Lintas Timur rute Palembang–Betung–Sungai Lilin–Bayung Lencir–Batas Jambi, serta Palembang–Kayu Agung–Pematang Panggang–Batas Lampung.


​Jalur Lintas Tengah: Sp Indralaya–Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Batas Bengkulu, serta Baturaja–Martapura–Batas Lampung​Jalur Lintas Penghubung: Betung–Sekayu–Mangunjaya–Muara Beliti, dan Prabumulih–Beringin–Baturaja.


​Jalan Nasional dalam Kota Palembang: Jalan Kol H Burlian, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Demang Lebar Daun, Jalan R E Martadinata, Jalan Basuki Rahmat, Jalan R Sukamto, Jalan Gubernur H Bastari, Jalan Patal-Pusri, serta Jalur Parameswara - Soekarno Hatta.


Jalan Provinsi adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Memiliki marka jalan membujur berwarna putih. Lebar jalan minimal 6 meter dan bertahap menuju 7 meter. Dan, menghubungkan antarkabupaten/kota dalam satu provinsi.


"Panjang jalan provinsi di Sumsel: ± 1.779 Km," katanya.


Contoh ruas Jalan Provinsi di Sumsel antara lain Sekayu–PALI: Sp. Belimbing–Pendopo–Cecar–Sp. Semambang: Baturaja–Sp. Martapura–Muara Dua; Sp. Tambang Rambang–Bts. OKU: Sp. Penyandingan–Sp. Kepuh–Kurungan Nyawa–Martapura. Termasuk beberapa jalan di dalam Kota Palembang seperti Jalan Merdeka, Jalan Kapten A Rivai, Jalan AKBP Cek Agus/Mangkunegara, Jalan Radial, Jalan Angkatan 45, Jalan Pangeran Ayin, dan Jalan Nurdin Panji.


Sementara Jalan Kabupaten/Kota adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota masing-masing. Memiliki marka jalan membujur berwarna putih dengan lebar standar 3,5 meter s/d 5 meter (meski di beberapa kota besar sudah dilebarkan menjadi 7 hingga 14 meter). Fungsinya menghubungkan antarkecamatan maupun desa/kelurahan.


"​Panjang di Sumsel: ± 19.000 Km. Angka ini mencakup Jalan Kabupaten/Kota sepanjang 14.638 Km dan Jalan Desa sepanjang 4.362 Km (tersebar di 3.278 desa dengan rata-rata panjang 1,3 Km per desa),"dan panjang jalan di Sumatra Selatan 19000 km angka ini mencakup jalan kabupaten kota sepanjang 14.362 km tersebar 3.278 km desa dengan rata rata panjang 1.3 km perdesa kata Chairul s matdiah angg DPRD provinsi sumsel 


Terakhir adalah Jalan Eks Transmigrasi sepanjang ± 4.000 Km. Sebagian besar berada di bawah pengelolaan kabupaten/kota, namun sebagian lagi masih dalam proses serah terima aset dari Kementerian Transmigrasi. Kondisi ini sering kali menjadi beban bagi APBD Kabupaten karena statusnya belum resmi masuk ke dalam Surat Keputusan (SK) jalan kabupaten.


​Di akhir penjelasannya, Chairul S Matdiah berharap breakdown data ini bisa membuka mata masyarakat mengenai sistem birokrasi pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pemahaman ini penting agar iklim demokrasi dan penyampaian pendapat di Sumatera Selatan berjalan secara sehat dan konstruktif.


​"Pemerintah Provinsi tentu terus berkomitmen menjaga performa jalan yang menjadi wewenangnya. Namun untuk jalan nasional dan kabupaten, mari kita dorong instansi terkait yang memegang anggarannya agar bersama-sama mempercepat pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan," katanya. 

Manda lspnews 

Share:

Novryandi: Program Mengetuk Pintu Langit Wujud Kepedulian Pegadaian kepada Masyarakat


Palembang - PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui Program Mengetuk Pintu Langit (MPL) yang dilaksanakan secara serentak di berbagai cabang selama Januari dan Februari 2026. 


Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian yang bertujuan memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada masyarakat sekitar.


Beberapa cabang yang telah melaksanakan kegiatan Mengetuk Pintu Langit pada bulan Januari - Februari di antaranya Pegadaian Cabang Mayang Mangurai, Cabang Bandar Jaya, Cabang Syariah Bengkulu, dan Cabang Lemabang. Kegiatan dilakukan dengan membagikan paket makanan, takjil, serta bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat, pengendara, pekerja harian, hingga warga sekitar kantor cabang.


Di Cabang Bandar Jaya, kegiatan dilaksanakan dengan membagikan sebanyak 100 paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti minyak goreng, kecap, mie instan, teh celup, dan makanan ringan kepada masyarakat sekitar. Program ini mendapat sambutan positif dari penerima manfaat yang merasa terbantu dengan kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan sekitar.


Sementara itu, Pegadaian Cabang Mayang Mangurai melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian makanan dan bantuan sembako di sekitar kantor cabang dan lingkungan masyarakat sekitar pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh insan Pegadaian dalam semangat berbagi dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.


Tidak hanya itu, Pegadaian Syariah Bengkulu juga turut aktif melaksanakan Program Mengetuk Pintu Langit dengan membagikan snack takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di beberapa titik keramaian sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan Pegadaian dengan masyarakat sekitar.


Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa Program Mengetuk Pintu Langit bukan hanya sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat Pegadaian untuk selalu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Melalui Program Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian ingin terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa kebahagiaan dan menjadi penguat hubungan antara Pegadaian dengan masyarakat,” ujar Novryandi.


Program Mengetuk Pintu Langit akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan di seluruh cabang Pegadaian sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

(Yanti)

Share:

Kamis, 21 Mei 2026

Pegadaian Hadirkan Ruang Kreatif Multimedia TRING! Creative Space di Palembang


Palembang - PT Pegadaian Kantor Wilayah III Palembang resmi meresmikan TRING! Creative Space, sebuah ruang kreatif multimedia yang dihadirkan sebagai sarana pengembangan komunikasi digital, kreativitas, dan kolaborasi di lingkungan kerja Pegadaian.


Peresmian dilakukan oleh Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, bersama Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang, Novryandi, serta dihadiri jajaran manajemen dan insan Pegadaian Kanwil III Palembang.


Hadirnya TRING! Creative Space menjadi bagian dari langkah transformasi Pegadaian dalam memperkuat komunikasi yang lebih modern, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Ruangan ini tidak hanya difungsikan sebagai studio podcast, namun juga sebagai ruang kreatif multimedia yang dapat dimanfaatkan untuk produksi konten digital, diskusi kreatif, sharing session, hingga aktivitas kolaboratif lainnya.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kanwil III Palembang dalam menghadirkan ruang kreatif yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan komunikasi masa kini.

“TRING! Creative Space bukan sekadar ruang podcast, tetapi menjadi simbol semangat baru Pegadaian dalam membangun komunikasi yang lebih dekat, kreatif, dan relevan dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Saya berharap ruang ini dapat menjadi tempat lahirnya ide-ide positif, inovasi, serta konten inspiratif yang mampu memperkuat brand Pegadaian di era digital,” ujar Selfie Dewiyanti.


Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang, Novryandi, menyampaikan bahwa kehadiran ruang kreatif ini diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya berbagai ide dan inovasi baru di lingkungan Pegadaian.

“Melalui TRING! Creative Space, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mampu mendorong semangat kolaborasi, kreativitas, dan produktivitas insan Pegadaian. Harapannya, ruang ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan konten dan komunikasi yang positif, inspiratif, serta semakin mendekatkan Pegadaian dengan masyarakat,” ungkap Novryandi.


Mengusung konsep modern minimalis dengan sentuhan hangat dan identitas visual Tring!, ruangan ini dirancang nyaman dan adaptif untuk berbagai kegiatan kreatif. Kehadiran elemen multimedia, tata ruang estetik, serta suasana kolaboratif diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai karya kreatif dari insan Pegadaian.


Selain menjadi fasilitas pendukung komunikasi digital perusahaan, TRING! Creative Space juga diharapkan menjadi wadah pengembangan budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan Pegadaian Kanwil III Palembang.


Melalui peresmian ini, Pegadaian kembali menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perusahaan jasa keuangan yang modern, inovatif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

(Yanti/ril)

Share:

Perumda Tirta Musi Tuntaskan Perbaikan Pipa Bocor di Alang-Alang Lebar, Distribusi Air Kembali Normal


PALEMBANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang berhasil menuntaskan perbaikan jaringan pipa distribusi utama yang mengalami kerusakan akibat terdampak aktivitas proyek galian alat berat ekskavator di kawasan Alang-Alang Lebar. Perbaikan tersebut membuat distribusi air bersih kepada sekitar 9.000 pelanggan kini kembali berjalan normal.


Kerusakan terjadi setelah jaringan pipa interkoneksi mengalami hantaman alat berat dari pihak pelaksana proyek galian sehingga menyebabkan beberapa jalur pipa bergeser dan mengalami kebocoran cukup serius. Demi menghindari kerusakan lebih besar, pengaliran air dari stasiun induk sempat dihentikan sementara.


Manager Unit Pelayanan Alang-Alang Lebar Perumda Tirta Musi, Muhammad Nuridho, ST, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan kedaruratan di lapangan.

“Begitu menerima laporan adanya pipa bocor akibat hantaman ekskavator, tim teknis kebocoran yang dipimpin Pak Iqbal langsung turun melakukan penanganan darurat di lokasi,” ujarnya.


Ia menjelaskan, jalur yang terdampak meliputi pipa distribusi diameter 300 mm, pipa 200 mm, pipa 6 inci, dan pipa 4 inci yang merupakan bagian penting dari sistem interkoneksi distribusi air di wilayah Alang-Alang Lebar.


Menurut Muhammad Nuridho, wilayah Alang-Alang Lebar sendiri mendapat suplai air dari dua jalur utama, yakni jaringan distribusi pasca-Perumnas Sako Raya serta jalur pipa kapasitas besar diameter 600 mm menuju jalur 300 mm. Akibat gangguan tersebut, ribuan pelanggan sempat mengalami penghentian aliran air bersih.


Proses perbaikan darurat berlangsung hampir selama 24 jam. Selain melakukan penyambungan ulang jaringan yang rusak, tim teknis juga memasang sistem pipa siphon (simpon) guna mengantisipasi dampak pengerjaan lanjutan proyek galian di sekitar lokasi.


Setelah perbaikan utama selesai dilakukan, tim kembali mendeteksi adanya rembesan kecil pada pipa diameter 200 mm akibat tekanan udara (air lock) dan kondisi tanah pasca-galian. Penyempurnaan perbaikan pun dilakukan kembali pada Kamis (21/5) dan berhasil dirampungkan dalam waktu sekitar lima jam.


Muhammad Nuridho mengatakan koordinasi dengan pihak pelaksana proyek berjalan cukup baik selama proses penanganan berlangsung. Pihak pelaksana proyek juga turut membantu penyediaan material dan kebutuhan logistik di lapangan.

“Atas nama manajemen Perumda Tirta Musi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kepuasan pelanggan tetap menjadi perhatian utama kami,” katanya.


Ia menambahkan, dampak terbesar dari insiden tersebut bukan hanya kerusakan material jaringan pipa, tetapi terganggunya pelayanan kepada pelanggan selama hampir satu hari penuh.

Saat ini distribusi air dari jalur utama telah kembali dibuka normal dan proses pemulihan tekanan jaringan terus berlangsung hingga menjangkau seluruh wilayah pelayanan secara merata.

Untuk membantu pelanggan yang aliran airnya belum optimal selama proses normalisasi, Perumda Tirta Musi tetap menyiagakan armada mobil tangki dan penampungan air darurat (tedmon). Pelanggan dapat menghubungi Call Center Perumda Tirta Musi di nomor (0711) 355222 untuk mendapatkan bantuan distribusi air bersih gratis.

Manda Lspnews 

Share:

Selasa, 19 Mei 2026

Kolaborasi Yes’r Entertainment, Lembaga Sertifikasi Halal, dan UMKM Hidupkan Sisi Kreatif LKS SMK Sumsel 2026


PALEMBANG – Suksesnya penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2026 di SMKN 2 Palembang tidak hanya menjadi panggung unjuk keahlian bagi para siswa vokasi. Di balik kemegahan kompetisi, sinergi apik antara pihak promotor event Yes’r Entertainment, Lembaga Sertifikasi Halal, serta para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sukses menghidupkan atmosfer festival yang berdampak ekonomi nyata di lokasi acara.


Sebagai mitra penyelenggara yang dipercaya mengawal rangkaian acara Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Yes’r Entertainment membuktikan komitmennya dalam mengemas event pendidikan menjadi berskala nasional.

CEO Yes’r Entertainment, Suci Citra Resmita, S.E., mengapresiasi antusiasme seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kesuksesan di SMKN 2 Palembang ini merupakan kelanjutan dari safari event yang dikerjakan secara maraton dari satu sekolah ke sekolah lain.

“Untuk kegiatan hari ini, LKS Dikmen luar biasa, sudah sekelas event nasional. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sudah beruntun kita dapatkan dan selenggarakan melalui Yes’r Entertainment. Setelah sebelumnya dari SMAN 1 berlanjut ke SMAN 4, kini kita bergerak ke SMKN 2 Palembang. Tentu setelah ini kami akan berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya,” ujar Suci.

Suci menambahkan, dalam gelaran kali ini pihaknya menggandeng 10 stan UMKM pilihan untuk bersanding dengan pameran karya vokasi dari 27 kabupaten/kota. "Pesan kami untuk pegiat usaha lokal: tetap pada komitmen yang sama, UMKM bisa, UMKM naik kelas!" tegasnya.


Dorong Legalitas Usaha Melalui Sertifikasi Halal Gratis

Kehadiran para pegiat UMKM di lingkungan sekolah ini mendapat pengawalan langsung dari Lembaga Sertifikasi Halal. Memanfaatkan momentum berkumpulnya para pelaku usaha lokal, Herli Putra dari Lembaga Sertifikasi Halal mengajak seluruh peserta pameran untuk segera melakukan pengurusan sertifikasi halal secara gratis (*Sehati*). Layanan jemput bola ini dibuka langsung di lokasi acara selama kegiatan berlangsung sesuai dengan kuota yang tersedia.


“Kami mengajak pelaku UMKM yang ikut kegiatan di SMKN 2 Palembang untuk memanfaatkan fasilitasi ini. Penting untuk disadari bahwa halal itu bukan hanya ucapan, tetapi juga harus dibuktikan secara legalitas,” kata Herli Putra, menekankan pentingnya jaminan produk halal untuk memperluas jangkauan pasar.


Geliat UMKM Lokal: Pempek Cek Ima Rambah Pasar Internasional

Geliat ekonomi kreatif di stan pameran terbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung LKS 2026. Salah satu pegiat UMKM kuliner yang merasakan dampak positif dari kegiatan ini adalah Owner Pempek Cek Ima (CIMA). Berdiri sejak tahun 2015, usaha kuliner yang berbasis di Pempek CIMA 26 ini memamerkan produk-produk unggulannya, seperti varian pempek kecil campur dan lini produk Pempek Maher yang menjadi buruan konsumen.


"Konsumen kita tidak hanya dari lokal, tetapi banyak dari luar kota seperti Jakarta dan Jambi. Bahkan kemarin ada yang memesan langsung dari Malaysia. Kami rutin melayani pengiriman ke luar kota dan luar negeri, terutama saat akhir pekan (weekend) di mana volume produksi harian meningkat tajam untuk memenuhi permintaan paket," ungkap Pemilik Pempek Cek Ima.


Melalui integrasi antara manajemen event yang profesional dari Yes’r Entertainment, edukasi legalitas produk dari Lembaga Sertifikasi Halal, serta semangat inovasi para pegiat UMKM kuliner, ajang LKS 2026 di SMKN 2 Palembang sukses menjadi barometer kolaborasi positif yang mendukung penguatan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.

Manda lspnews 

Share:

Rabu, 13 Mei 2026

Relawan MBG di Palembang Kini Terlindungi JKN


Palembang - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi tenaga relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Per 12 Mei 2026, BPJS Kesehatan resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Vieki Indira Sriwijaya yang menaungi 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera Selatan.

Kerja sama tersebut memastikan para relawan SPPG beserta anggota keluarganya terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dinilai penting karena para relawan berada di garis depan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat dan kelompok sasaran program MBG.

Dalam perjanjian kerja sama (PKS), para tenaga relawan didaftarkan melalui mekanisme Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kolektif dengan manfaat ruang perawatan Kelas III atau iuran sebesar Rp35.000 per bulan.

Relawan yang masuk dalam kepesertaan tersebut meliputi jurutama masak, asisten lapangan, petugas persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, packing, distribusi, petugas kebersihan, pencuci alat makan hingga petugas keamanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Edy Surlis yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Iwan menyebut perlindungan kesehatan bagi relawan MBG menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan layanan pemenuhan gizi di lapangan.

“Para relawan SPPG bekerja setiap hari memastikan makanan bergizi tersalurkan dengan aman dan tepat waktu. Ketika mereka terlindungi JKN, maka mereka bisa bekerja lebih tenang karena akses pelayanan kesehatannya terjamin, termasuk untuk anggota keluarganya,” ujar Iwan.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut bukan sekadar administrasi kepesertaan, tetapi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan publik yang saling terhubung antara sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Sementara itu Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya, Tri Yulia Rizki Ananda, S.E., M.M. mengatakan keberadaan jaminan kesehatan membuat para relawan lebih fokus menjalankan tugas pelayanan tanpa kekhawatiran biaya berobat saat sakit.

Dengan adanya kepesertaan JKN aktif, mereka memiliki perlindungan kesehatan yang jelas sehingga pelayanan kepada masyarakat juga bisa berjalan lebih optimal,” katanya.

Program MBG dan Program JKN sendiri menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai bagian dari Asta Cita Presiden, integrasi perlindungan kesehatan dan program pemenuhan gizi menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak diniungkap Dr. Nurya Hartika Sari, S.H., M.Si., Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Wilayah Kerja Sumsel Babel Jambi yang juga turut menghadiri prosesi kegiatan.

Kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan BPJS Kesehatan dinilai menjadi salah satu pendekatan konkret dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif. Program pemenuhan gizi yang berjalan beriringan dengan jaminan kesehatan diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi pencegahan penyakit maupun peningkatan kualitas hidup.

Bagi publik, kerja sama ini juga memberi pesan bahwa jaminan perlindungan kesehatan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga relawan pelayanan sosial yang selama ini memiliki peran penting di tengah masyarakat. Dengan kepesertaan JKN yang aktif, para relawan dapat memperoleh akses layanan kesehatan lebih cepat tanpa harus terbebani biaya saat membutuhkan pengobatan.

Manda Lspnews

Share:

Definition List

Unordered List

Support