Palembang (Kemenag Sumsel) - Langkah nyata dalam merawat dan memperkokoh kerukunan masyarakat terus diperkuat di Sumatera Selatan. Sebanyak 723 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) "Si Rukun" secara daring pada Selasa (28/7/2026).
Keterlibatan ratusan ASN dari seluruh wilayah Sumsel ini menjadi bukti komitmen kuat Kemenag dalam memetakan, mendeteksi, serta memitigasi potensi konflik berdimensi keagamaan sejak dini secara terintegrasi, demi menjaga iklim kedamaian di tengah masyarakat.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdusshomad. Turut hadir Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI, Adimin Diens.
Sementara dari jajaran Kanwil Kemenag Sumsel, hadir secara daring Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sumsel Ferry Suhaimi, serta para Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKUB Setjen Kemenag RI yang telah memberikan pelatihan EWS "Si Rukun" bagi para jajaran ASN Kemenag Sumsel.
Syafitri menilai keberadaan sistem EWS "Si Rukun" memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang stabilitas dan kerukunan warga di daerah. Menurutnya, inovasi ini menjadi instrumen penting untuk mempertahankan Sumatera Selatan yang selama ini dikenal luas sebagai wilayah kondusif dengan predikat zero conflict maupun zero accident.
Sementara itu, Kapus PKUB M. Adib Abdusshomad dalam arahannya menegaskan bahwa peran aktif ratusan ASN ini sangat vital karena kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. “Mencegah itu jauh lebih penting daripada mengobati. Kerukunan dan kedamaian adalah investasi yang sangat mahal. Tanpa adanya kedamaian dan kerukunan, pembangunan yang sudah kita jalankan bisa hancur seketika akibat kerusuhan,” tegas Adib Abdusshomad.
Antusiasme 723 ASN Kemenag Sumsel dalam menguasai aplikasi "Si Rukun" diharapkan berdampak langsung pada ketenteraman publik. Sistem ini dirancang untuk membentengi masyarakat dari dinamika sosial di mana konflik kepentingan non-agama sering kali dibungkus dengan sentimen keagamaan (distorsi agama).
Melalui pemantauan intensif di tingkat dasar, potensi gesekan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak meluas menjadi eskalasi konflik di lapangan.
Atas kesiapsiagaan tersebut, Kapus PKUB memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenag Sumsel atas langkah proaktif, responsif, dan inovatif. “Saya sangat mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Sumsel yang sangat proaktif dan kreatif. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Kakanwil dan para Kakankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel,” puji Adib. (Humas Kemenag Sumsel)








