This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2026

Lantik Tiga Kepala KUA, Kakanwil Kemenag Sumsel Minta Tingkatkan Profesionalisme dan Komunikasi


Palembang (Kemenag Sumsel) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, melantik tiga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dalam rangka rotasi serta penyegaran tugas ini berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (20/8/2026).

Tiga pejabat yang resmi dilantik tersebut adalah Imam Izharyanto sebagai Kepala KUA Ujan Mas Kabupaten Muara Enim, Herwansyah sebagai Kepala KUA Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, serta Ali Alatas sebagai Kepala KUA Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara). Turut mendampingi, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta jajaran pengurus dan para Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel.

 Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menegaskan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme dalam menjalankan amanah pimpinan di tingkat kecamatan.

“Kepala KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Saya berpesan agar para Kepala KUA yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan profesional, disiplin, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait di wilayah kerjanya,” tegas Syafitri Irwan.

Syafitri menambahkan bahwa komunikasi dan sinergi yang harmonis di tingkat lokal akan sangat membantu menyukseskan tugas Kepala KUA serta memaksimalkan pelayanan keagamaan Kementerian Agama bagi masyarakat luas.

Menanggapi arahan tersebut, mewakili pejabat yang baru dilantik, Imam Izharyanto menyatakan kesiapannya untuk segera beradaptasi dan mengeksekusi program kerja di wilayah tugas baru.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami siap memperkuat sinergi dengan stakeholder kecamatan, membenahi kualitas layanan, dan memastikan masyarakat merasakan langsung kemudahan pelayanan di KUA,” ujar Imam usai prosesi pelantikan.

Momen pelantikan ini menjadi langkah penting Kanwil Kemenag Sumsel dalam memperkokoh peran KUA sebagai pusat pelayanan keagamaan yang responsif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Selasa, 18 Agustus 2026

Sukses Bertugas di Istana Merdeka, Kakanwil Kemenag Sumsel Bangga atas Capaian Khalyana Zahira Sandi Siswi MAN 1 Lubuklinggau


Palembang (Kemenag Sumsel) --- 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, menyampaikan rasa bangga mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau. Khalyana sukses menjalankan tugas negara sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Keberhasilan siswi kelahiran Lubuklinggau, 2 Agustus 2010 ini menembus Paskibraka Tingkat Nasional setelah melewati seleksi ketat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 22 Juni 2026 menjadi bukti nyata bahwa peserta didik madrasah di Sumatera Selatan memiliki kualitas, kedisiplinan berlandaskan nilai agama, serta daya saing yang luar biasa di panggung tertinggi nasional.

Atas capaian tersebut, Syafitri Irwan mengungkapkan apresiasinya atas perjuangan, kedisiplinan, dan dedikasi Khalyana yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan, khususnya keluarga besar Kementerian Agama dan dunia pendidikan madrasah.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Khalyana Zahira Sandi atas suksesnya menjalankan tugas negara di Istana Merdeka. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MAN 1 Lubuklinggau dan Sumatera Selatan, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berdiri setara dan berprestasi di tingkat tertinggi nasional,” ujar Syafitri Irwan, Selasa (18/8/2026).

Usai menunaikan tugas mulianya di hadapan Presiden RI dan tamu negara di Istana Merdeka, Khalyana pun menyampaikan perasaan haru dan syukurnya atas kesempatan berharga tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa menjalankan tugas ini dengan lancar di Istana Merdeka. Terima kasih kepada Orang Tua, Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala MAN 1 Lubuklinggau, pembina, serta seluruh pelatih yang terus mendoakan dan membimbing saya hingga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Khalyana gembira.

Perjalanan Khalyana menuju panggung kenegaraan bukanlah hal yang tumbuh mendadak. Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Napyadi Alex Sandi (PNS Pemkab Musi Rawas) dan Mery Laduana Fitriana ini telah memupuk kecintaannya pada seni baris-berbaris sejak SD dan SMP, hingga makin diasah tajam di MAN 1 Lubuklinggau.

Keberhasilan Khalyana di Jakarta juga mendatangkan rasa haru yang mendalam bagi keluarganya yang berasal dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Sang ibunda, Mery Laduana Fitriana, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian sang putri yang bertugas usai menjalani karantina ketat di Jakarta sejak 14 Juli 2026.

“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada bangga, haru, gembira, dan juga rindu. Saya dan suami adalah orang desa dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Alhamdulillah ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Waktu lolos ke tingkat provinsi saja kami sudah sangat senang, apalagi sampai ke tingkat nasional,” tutur Mery dengan suara bergetar.

Mery juga menyampaikan terima kasih dan kepercayaan penuhnya kepada MAN 1 Lubuklinggau serta Kementerian Agama atas pembinaan yang diberikan. Pilihan keluarga menitipkan pendidikan anak di madrasah terbukti sukses, di mana putra sulung mereka yang merupakan alumni MAN 1 Lubuklinggau juga berhasil menembus PTN di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebelum prestasi Khalyana ini.

Kakanwil Syafitri Irwan berharap keberhasilan Khalyana dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Sumatera Selatan untuk terus berani bermimpi besar, melatih kedisiplinan, serta mengukir karya terbaik demi mengharumkan nama bangsa dan negara. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Semarakkan HUT ke-81 RI, Kanwil Kemenag Sumsel Gelar Senam Bersama dan Beragam Lomba Tradisional


Palembang (Kemenag Sumsel) --- 

Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan penuh suka cita oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan melalui rangkaian perlombaan tradisional dan senam sehat bersama di Halaman Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pejabat eselon, pegawai, hingga ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Taufiq. Pembukaan ditandai dengan pelaksanaan Senam Sehat Bersama yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta yang mengenakan pakaian olahraga bernuansa merah putih.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Taufiq menyampaikan bahwa rangkaian lomba 17-an ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk kekompakan, serta menyegarkan kembali semangat kebersamaan di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.

“Rangkaian perlombaan ini menjadi momentum tepat untuk melepaskan penat sejenak dari rutinitas kerja, sekaligus merawat kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kegembiraan yang kita rasakan hari ini adalah bentuk nyata rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia,” ujar Taufiq.

 Usai senam bersama, suasana halaman Kanwil Kemenag Sumsel makin riuh dan meriah dengan dimulainya berbagai perlombaan tradisional yang menghibur. Adapun ragam lomba yang digelar meliputi Lomba Makan Kerupuk, Lomba Memasukkan Paku ke Botol, Lomba Melewati Tali dengan Mata Tertutup, Lomba Baris Berbaris Mata Tertutup, dan Lomba Joget Balon

 Gelak tawa dan sorak dukungan penonton tak terelakkan di sepanjang acara. Momen unik terjadi saat para pejabat dan staf beradu ketangkasan dalam lomba baris-berbaris dengan mata tertutup. Keseruan kian meluap ketika tim yang kehilangan arah justru berjalan menjauhi garis finish, disambut riuk tawa seluruh pegawai yang menyaksikan.

Keseruan tersebut turut dirasakan oleh para pegawai yang menjadi peserta lomba. Asep Abubakar, salah seorang staf Kanwil Kemenag Sumsel, mengaku sangat terhibur dengan konsep acara tahun ini.

“Seru sekali, apalagi saat ikut lomba joget balon. Selain bikin sehat karena tertawa lepas, acara seperti ini bikin hubungan antarpegawai dan pimpinan jadi makin dekat dan akrab,” ungkap Asep gembira.

Melalui semarak peringatan HUT ke-81 RI ini, diharapkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan keceriaan seluruh jajaran pegawai Kanwil Kemenag Sumsel semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. 

(Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Senin, 17 Agustus 2026

Pimpin Doa HUT ke-81 RI di Griya Agung, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan Panjatkan Harapan dan Empati untuk Korban Bencana


Palembang (Kemenag Sumsel) -- Suasana khidmat menyelimuti pelataran Griya Agung Palembang saat Upacara Peringatan HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sumsel, Senin (17/8/2026). Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam gelaran kenegaraan tersebut. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, mendapat kehormatan memimpin pembacaan doa. Di tengah rasa syukur atas usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun, isi doa yang dipanjatkan Syafitri Irwan memancarkan pesan solidaritas dan empati mendalam bagi masyarakat di beberapa wilayah Indonesia yang tengah ditimpa musibah dan bencana alam. 

 Dalam permohonannya di hadapan Gubernur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, serta seluruh tamu undangan, Syafitri Irwan secara khusus menyebut saudara-saudara se-Tanah Air di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang dilanda bencana. 

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penolong, di hari kemerdekaan yang penuh makna, turunkan rahmat-Mu untuk saudara kami di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang dilanda bencana,” tutur Syafitri Irwan saat membacakan bait doa dengan khusyuk. 

Ia memohon agar para korban yang gugur ditempatkan di tempat termulia, korban luka diberikan kesembuhan, serta keluarga yang terdampak dilimpahkan ketabahan dan kekuatan jiwa untuk bangkit kembali. 

“Muliakan mereka yang wafat, sembuhkan mereka yang terluka dengan kasih tiada tara. Kuatkan hati, pulihkan jiwa, serta limpahkan rezeki agar mereka kembali sejahtera. Hapus duka nestapa dan terbitkan harapan, agar dalam ketabahan, mereka kembali bangkit dengan tenang,” lanjutnya. 

Melalui bait doa tersebut, Syafitri Irwan juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengetuk pintu empati dan memperkuat kepedulian sosial sebagai wujud nyata dari nilai persatuan kemerdekaan. 

Momentum peringatan HUT ke-81 RI ini diharapkan dapat menyatukan langkah seluruh rakyat Indonesia untuk saling mengulurkan tangan dan meringankan beban sesama yang membutuhkan. 

Selain menyelipkan pesan solidaritas bencana, doa yang dipanjatkan juga berisi permohonan agar bangsa Indonesia terus diberikan perlindungan dari ancaman perpecahan, dilimpahkan keberkahan pangan, kesehatan, serta kesuksesan pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Rabu, 12 Agustus 2026

Cetak Generasi Melek Keuangan, Kemenag Sumsel dan BI Gelar Kick Off Edukasi Kebanksentralan

Palembang (Kemenag Sumsel) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi memulai kolaborasi strategis melalui Kick off Kerja Sama Program Edukasi Kebanksentralan pada Jenjang Pendidikan Aliyah, Tsanawiyah, dan Ibtidaiyah di Ruang Serbaguna KPw Bank Indonesia Sumsel, Palembang, Rabu (12/8/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepahaman oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, dan Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, penguatan literasi keuangan, edukasi kebanksentralan, digitalisasi pembayaran, serta pengembangan inovasi pendidikan di lingkungan madrasah se-Sumatera Selatan.

Acara penandatanganan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel Taufiq, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Elhiqni, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Palembang, Ketua Tim Kerja pada Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sumsel, serta Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang. 

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi edukasi ini. Menurutnya, pemahaman literasi keuangan dan kebanksentralan perlu dibangun sejak dini dari lingkungan sekolah agar para siswa siap menghadapi dinamika ekonomi dan digitalisasi.

“Kebijakan yang kami buat butuh dukungan dan pemahaman dari masyarakat. Mulai dari sekolah, mereka nanti akan masuk ke dunia nyata, baik dunia perkantoran maupun dunia usaha. Dengan sinergi edukasi melalui kick off program ini di jenjang Aliyah, Tsanawiyah, dan Ibtidaiyah, ini akan sangat membantu kami,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, selain edukasi kebanksentralan secara umum, materi pembelajaran juga disiapkan secara aplikatif mencakup pemanfaatan transaksi digital QRIS di lingkungan kantin madrasah, perlindungan konsumen, hingga pengelolaan keuangan pribadi bagi pelajar.

“Harapan kita, kebijakan yang dibuat dapat tertransmisikan dengan baik, mendorong perekonomian, serta menjadikan lembaga pendidikan madrasah dan pesantren sebagai penguat perekonomian bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap poin-poin strategis dalam kerja sama ini tidak hanya berdampak bagi para ASN Kemenag, tetapi juga dapat ditularkan secara masif kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumsel.

“Di Sumatera Selatan terdapat 94 madrasah negeri mulai dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, serta sekitar 1.380 madrasah swasta dan kurang lebih 725 pondok pesantren yang memiliki izin operasional. Ini adalah potensi besar bagi penguatan literasi dan edukasi kebanksentralan,” ujar Syafitri.

 Ia menjelaskan bahwa keunggulan utama pendidikan di madrasah dan pondok pesantren terletak pada penekanan nilai-nilai akhlak dan adab yang berpadu dengan kurikulum umum. Minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di madrasah pun terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.

“Hari ini madrasah sudah jauh lebih maju dan minat masyarakat sangat tinggi, bahkan daya tolak pendaftaran di beberapa madrasah favorit mencapai 300 hingga 400 persen. Kehadiran program edukasi dari Bank Indonesia ini tentu menjadi penguat ekosistem pendidikan madrasah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan yang kuat,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, kedua instansi berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara berkala guna memastikan program edukasi kebanksentralan dan digitalisasi pembayaran dapat terimplementasi secara efektif di seluruh jenjang madrasah di Sumatera Selatan. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Selasa, 28 Juli 2026

Perkuat Kerukunan Masyarakat, 723 ASN Kemenag Sumsel Ikuti Bimtek EWS "Si Rukun" untuk Deteksi Dini Konflik Keagamaan


Palembang (Kemenag Sumsel) - Langkah nyata dalam merawat dan memperkokoh kerukunan masyarakat terus diperkuat di Sumatera Selatan. Sebanyak 723 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) "Si Rukun" secara daring pada Selasa (28/7/2026).


Keterlibatan ratusan ASN dari seluruh wilayah Sumsel ini menjadi bukti komitmen kuat Kemenag dalam memetakan, mendeteksi, serta memitigasi potensi konflik berdimensi keagamaan sejak dini secara terintegrasi, demi menjaga iklim kedamaian di tengah masyarakat.


Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdusshomad. Turut hadir Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI, Adimin Diens.


Sementara dari jajaran Kanwil Kemenag Sumsel, hadir secara daring Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sumsel Ferry Suhaimi, serta para Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKUB Setjen Kemenag RI yang telah memberikan pelatihan EWS "Si Rukun" bagi para jajaran ASN Kemenag Sumsel.


Syafitri menilai keberadaan sistem EWS "Si Rukun" memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang stabilitas dan kerukunan warga di daerah. Menurutnya, inovasi ini menjadi instrumen penting untuk mempertahankan Sumatera Selatan yang selama ini dikenal luas sebagai wilayah kondusif dengan predikat zero conflict maupun zero accident.


Sementara itu, Kapus PKUB M. Adib Abdusshomad dalam arahannya menegaskan bahwa peran aktif ratusan ASN ini sangat vital karena kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. “Mencegah itu jauh lebih penting daripada mengobati. Kerukunan dan kedamaian adalah investasi yang sangat mahal. Tanpa adanya kedamaian dan kerukunan, pembangunan yang sudah kita jalankan bisa hancur seketika akibat kerusuhan,” tegas Adib Abdusshomad.


Antusiasme 723 ASN Kemenag Sumsel dalam menguasai aplikasi "Si Rukun" diharapkan berdampak langsung pada ketenteraman publik. Sistem ini dirancang untuk membentengi masyarakat dari dinamika sosial di mana konflik kepentingan non-agama sering kali dibungkus dengan sentimen keagamaan (distorsi agama).


Melalui pemantauan intensif di tingkat dasar, potensi gesekan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak meluas menjadi eskalasi konflik di lapangan.


Atas kesiapsiagaan tersebut, Kapus PKUB memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenag Sumsel atas langkah proaktif, responsif, dan inovatif. “Saya sangat mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Sumsel yang sangat proaktif dan kreatif. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Kakanwil dan para Kakankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel,” puji Adib. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Rabu, 22 Juli 2026

Akselerasi Kualitas SDM ASN, Kemenag Sumsel Gelar Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam 2026


Palembang (Kemenag Sumsel) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelar Penilaian Uji Kompetensi (UKOM) Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam Tahun 2026 pada Rabu (22/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan guna memetakan sekaligus mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN di lingkungan Kemenag Sumsel agar semakin profesional, berintegritas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Acara pembukaan yang dipusatkan di ruang Laboratorium Komputer MTs Negeri 2 Palembang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan. Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa esensi utama dari asesmen ini adalah komitmen perbaikan kualitas pelayanan keagamaan.


“Penilaian kompetensi ini bukan semata-mata untuk memenuhi formalitas persyaratan kenaikan jenjang jabatan fungsional. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas diri agar kita mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat,” tegas Syafitri.


Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta mentalitas berkompetisi secara sehat. Syafitri berharap naiknya jenjang jabatan para penyuluh kelak berbanding lurus dengan hadirnya ide-ide edukasi keagamaan yang lebih solutif dan menyejukkan.


“Keberhasilan dalam uji kompetensi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.


Tersebar di 11 Titik Lokasi dengan Tahapan Ketat

Uji kompetensi tahun ini diikuti oleh 59 peserta yang melaksanakan ujian secara serentak di 11 titik lokasi kabupaten/kota se-Sumatera Selatan:



  • MTsN 2 Palembang: 34 peserta (titik lokasi terbanyak)
  • Kankemenag Kab. Lahat: 4 peserta
  • Kankemenag Kab. OKU: 4 peserta
  • Kankemenag Kab. Musi Rawas: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. Ogan Ilir: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. Muara Enim: 3 peserta
  • Kankemenag Kab. OKU Timur: 2 peserta
  • Kankemenag Kab. OKI: 2 peserta
  • Kankemenag Kota Pagar Alam: 2 peserta
  • Kankemenag Kota Lubuklinggau: 1 peserta
  • KUA Kec. Cambai, Kota Prabumulih: 1 peserta


Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sumsel, Evi Zurviana Azom, memaparkan bahwa penilaian kompetensi untuk kenaikan Jenjang Ahli Muda dan Ahli Madya ini dilaksanakan melalui alur yang ketat dan terukur.


Rangkaian ujian meliputi Penilaian *Computer Assisted Test* (CAT) dan Wawancara Tertulis untuk Kompetensi Manajerial, Sosial Kultural, serta Teknis. Khusus untuk pelaksanaan Wawancara Kompetensi Teknis jenjang Ahli Madya, uji lanjutan akan dilaksanakan secara daring pada **27 hingga 31 Juli 2026** mendatang.


“Uji Kompetensi ini diharapkan menjadi jaminan lahirnya profil penyuluh agama yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi pilar kedamaian di tengah masyarakat Sumatera Selatan,” tutup Evi. (Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual


Palembang - Banyak hoaks terkait kasus kekerasan seksual yang dibuat menjadi konten disinformasi di media sosial dan secara sengaja diframing untuk menyerang Menteri Agama Nasaruddin Umar. 


Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi untuk tindak kekesaran dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual. 


“Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (6/5/2026). 


“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," sambungnya.


Menag menekankan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik. "Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal”, ujar Menag.


Menag juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama sudah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan, yang akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren dan mencegah penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.


“Ini akan menjadi _concern_ kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren,” tegas Menag.


Menag mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memilah informasi, terlebih informasi hoaks yang berpotensi memecah belah. “Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama," tandasnya.

Share:

Senin, 04 Mei 2026

Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan Lantik Tiga Kepala Madrasah, Ingatkan Pentingnya Doa Pasangan dan Integritas


Palembang (Kemenag Sumsel) --- 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, secara resmi melantik tiga Kepala Madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel. Acara pelantikan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sumsel pada Senin (4/5/2026) siang.


Kegiatan ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas, Kakankemenag Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta pengurus.


Dalam arahannya, Syafitri Irwan menekankan bahwa jabatan yang diterima merupakan ketetapan terbaik dari Allah SWT. Ia berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa bersyukur dan mendengarkan doa serta dukungan dari pasangan (istri/suami) dalam menjalankan amanah.


"Hari ini faktanya Bapak/Ibu harus menerima bahwa yang kita dapatkan hari ini pasti itu adalah yang terbaik. Kita tidak bisa memprediksi kebaikan itu inti pokoknya apa, tapi setelah berjalan waktu pasti akan terlihat bahwa Allah tahu apa yang kita inginkan dan harapkan," ujar Syafitri Irwan.


Ia juga mengingatkan agar para Kepala Madrasah menjalankan tugas sesuai fungsi dengan sewajarnya dan tidak berlebihan. "Jangan terlalu memaksakan diri, karena setiap apa yang dipaksakan itu selalu berakhir tidak baik. Manfaatkan peluang ini menjadi dasar kita untuk tidak hanya menjalankan tugas fungsi, tapi juga beribadah," tambahnya.


Adapun para pejabat yang dilantik adalah Yusri Erlini sebagai Kepala MAN 2 Palembang, Muhd Nagib sebagai Kepala MTsN 1 Ogan Ilir, dan Dedeh Haryati sebagai Kepala MTsN 2 Ogan Ilir.


Di akhir sambutannya, Kakanwil mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat baru dan berharap kinerja mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan madrasah di Sumatera Selatan. 

(Humas Kemenag Sumsel)

Share:

Definition List

Unordered List

Support