Selasa, 06 Januari 2026

Pimpinan Baru Baznas Sumsel Dilantik, Targetkan Lonjakan Penghimpunan Zakat Hingga Rp50 Miliar


Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan sebagai puncak dari rangkaian seleksi yang meliputi ujian tertulis, wawancara, hingga penilaian oleh Baznas Pusat.

Susunan pimpinan Baznas Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030 yang dilantik yakni H. Darami, S.IP., S.Pd.I., M.Si sebagai Ketua, Dr. H. Chandra Satria, SE., M.Si., CWC., CSRS sebagai Wakil Ketua I, Ali Imron, SE sebagai Wakil Ketua II, Syamsul Alwi, S.Sos.I., M.Si sebagai Wakil Ketua III, serta H. Ahmad Bakri, S.Ag., M.Si sebagai Wakil Ketua IV.

Ketua Baznas Sumsel H. Darami menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab demi meningkatkan peran zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan puncak dari proses panjang seleksi. Kami berlima dipercaya oleh Bapak Gubernur untuk mengemban amanah besar ini. Kami mohon doa seluruh masyarakat agar mampu menjawab harapan pemerintah dan umat,” ujarnya.

Saat ini, penghimpunan zakat Baznas Provinsi Sumatera Selatan berada di kisaran Rp5,6 hingga Rp5,8 miliar per tahun. Namun, Gubernur Sumatera Selatan memberikan target besar agar pada tahun mendatang penghimpunan zakat dapat melonjak hingga Rp50 miliar.

Target tersebut disambut serius oleh pimpinan Baznas Sumsel. Menurut Darami, capaian itu memang tidak mudah, namun dapat diwujudkan melalui kerja kolektif, sinergi dengan pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dan para muzakki.

Sebagai langkah awal, Baznas Sumsel akan memperkuat payung hukum dengan mendorong pembaruan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang zakat. Regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar hukum yang kuat dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan OPD maupun sektor swasta.

Selain itu, Baznas Sumsel menargetkan peningkatan jumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Saat ini, UPZ di tingkat provinsi baru sekitar 75 unit. Ke depan, jumlah tersebut akan diperluas hingga ribuan, termasuk pembentukan UPZ di SMA dan SMK milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Di Sumsel terdapat lebih dari 350 SMA dan SMK. Zakat dan infak yang dihimpun nantinya akan dikembalikan ke sekolah untuk membantu siswa kurang mampu melalui program beasiswa,” jelas Darami.

Baznas Sumsel juga menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat, termasuk membantu pelaku UMKM yang terjerat rentenir melalui skema pembiayaan tanpa bunga. Program sosial seperti bedah rumah juga akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Tak hanya bersifat konsumtif, Baznas Sumsel mengusung konsep pemberdayaan berkelanjutan dengan mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki. Melalui pendekatan ini, penerima zakat diharapkan dapat mandiri dan pada waktunya menjadi pembayar zakat.

Dalam menjalankan program-program tersebut, Baznas Sumsel akan menggandeng OPD, kepala dinas, hingga perusahaan-perusahaan besar di Sumatera Selatan. Pihak-pihak yang berkontribusi aktif dalam penghimpunan zakat akan diberikan apresiasi dan penghargaan.

“Kami akan bekerja dengan satu visi dan satu misi. Target ini memang besar, namun dengan dukungan pemerintah dan doa masyarakat, insyaallah dapat kami wujudkan,” pungkasnya. (Mn) 

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support