Palembang – Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukarami Palembang dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan membuahkan hasil membanggakan. Melalui program SAJADAH (Sadar Jaga Alam untuk Ibadah), KUA Sukarami berhasil meraih Penghargaan KUA Ekoteologi pada ajang Anugerah Layanan KUA 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kepala KUA Kecamatan Sukarami Palembang, H. Syafarudin Bina RS, S.Pd.I, menjelaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil dari program instan, melainkan buah dari kebiasaan dan komitmen yang telah dijalankan sejak awal berdirinya gedung KUA yang baru.
“Sejak awal kami menata lingkungan kantor dengan konsep hijau. Ada penghijauan, ruang terbuka, dan penataan lingkungan agar masyarakat yang datang ke KUA merasa nyaman dan tenang saat mengakses layanan,” ujarnya.
Menurutnya, kenyamanan layanan menjadi bagian penting dari ibadah dan pelayanan publik. Karena itu, KUA Sukarami tidak hanya berfokus pada urusan administrasi keagamaan, tetapi juga berupaya menghadirkan suasana yang ramah bagi masyarakat.
Program ekoteologi yang dijalankan KUA Sukarami juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama, khususnya Asta Protas Menteri Agama pada poin ekoteologi yang merupakan turunan dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
Implementasi nyata dilakukan melalui pembinaan rutin kepada majelis taklim serta calon pengantin. Dalam setiap bimbingan pranikah, KUA Sukarami menyisipkan edukasi pelestarian lingkungan sekaligus aksi nyata berupa penanaman pohon.
“Awalnya calon pengantin membawa bibit sendiri dan menanamnya. Ke depan, kami sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Kehutanan untuk penyediaan bibit secara berkala yang akan dibagikan gratis kepada calon pengantin,” jelas Syafarudin.
Selain pelestarian lingkungan, KUA Sukarami juga aktif memperkuat kerukunan umat beragama melalui program Kampung Sadar Kerukunan. Program ini melibatkan lintas tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur pemerintah dan keamanan.
Salah satu kegiatan yang menonjol digelar pada September lalu di Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang, yang diisi dengan penanaman pohon, komitmen bersama menjaga kerukunan, olahraga bersama, hingga pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian.
Ketika Kementerian Agama membuka pendaftaran Anugerah Layanan KUA 2025 dengan 13 kategori, KUA Sukarami menilai bahwa program ekoteologi yang telah berjalan layak untuk diikutsertakan. Proses administrasi pun dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena seluruh program telah terdokumentasi dengan baik.
Hasilnya, KUA Sukarami Palembang berhasil menjadi salah satu KUA terbaik kategori ekoteologi dari lebih dari 5.200 KUA di seluruh Indonesia.
Syafarudin menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan dukungan masyarakat.
“Ini bukan keberhasilan individu, melainkan keberhasilan bersama. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ke depan, KUA Sukarami berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelayanan melalui inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus terus menggaungkan pesan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai ibadah.
Dengan mengusung slogan SAJADAH, KUA Sukarami berharap gerakan sadar menjaga alam dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi masyarakat saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang. (Indra)














0 comments:
Posting Komentar