PALEMBANG, – Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 7 Palembang resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Uniknya, pembukaan MPLS tahun ini tampil berbeda dengan mengusung tema kebhinekaan, di mana seluruh siswa baru tampak kompak mengenakan ikat kepala khas adat Bali saat upacara di lapangan sekolah.
Kepala SMAN 7 Palembang, Dra. Nurdwin Indriyanti, menjelaskan bahwa pemilihan atribut budaya Bali ini sengaja dilakukan untuk merefleksikan semangat kebinekaan serta keberagaman budaya Nusantara yang ada di Indonesia.
"Kemarin anak-anak mengenakan ikat kepala khas Bali saat di lapangan. Kenapa mengambil tema Bali dan bukan Sriwijaya? Karena tema besar kita tahun ini adalah Kebhinekaan. Kita ingin mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa sejak hari pertama mereka masuk," ujar Nurdwin saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Fokus pada Karakter, Prestasi, dan Lingkungan Ramah Anak
Nurdwin memaparkan, setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi tujuan pelaksanaan MPLS di SMAN 7 Palembang tahun ini. Pertama, adaptasi dan pengenalan lingkungan sekolah secara menyeluruh—mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang BK, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Kedua adalah pembentukan karakter. Proses transisi dari jenjang SMP ke SMA dinilai sebagai fase krusial untuk membentuk karakter siswa yang lebih dewasa, mandiri, dan beretika. Ketiga, sekolah berkomitmen menumbuhkan iklim kompetitif yang positif.
"Kami menerima 320 anak tahun ini. Saya sudah sampaikan kepada mereka, SMAN 7 Palembang menunggu prestasi-prestasi baru, baik di bidang akademik maupun non-akademik, selama tiga tahun ke depan. Kami tidak berharap sekolah ini menghasilkan produk yang berdampak negatif, melainkan memaksimalkan seluruh potensi yang dibawa oleh 320 siswa baru ini," tegasnya.
Sesuai arahan pemerintah, pihak sekolah juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS yang berlangsung dari hari Senin hingga Jumat ini berjalan dengan menyenangkan, ramah lingkungan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying). SMAN 7 Palembang menerapkan budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) yang melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk staf kebersihan.
Unjuk Gigi 14 Ekstrakurikuler
Untuk menarik minat dan menyalurkan bakat siswa baru, MPLS SMAN 7 Palembang juga dimeriahkan dengan ajang demonstrasi atau unjuk kebolehan dari masing-masing Organisasi dan Ekstrakurikuler (Ekskul).
"Kami memiliki 14 ekskul, mulai dari Paskibra, PJR, dan lainnya. Melalui ajang ini, setiap ekskul memperlihatkan piala dan deretan prestasi yang pernah diraih keluar. Tujuannya agar anak-anak baru bisa melihat langsung, tertarik, dan tinggal memilih wadah yang cocok untuk mengembangkan bakat mereka," tambah Nurdwin.
Di akhir wawancara, Kepala Sekolah menyampaikan imbauan dan harapannya agar seluruh 320 siswa baru dapat terlibat secara aktif, suportif, dan berperan penuh dalam menyukseskan kegiatan MPLS hingga hari penutupan nanti. Melalui kerja sama yang solid antara pihak panitia guru dan OSIS, diharapkan para siswa baru dapat resmi memulai perjalanan akademik mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 7 Palembang dengan penuh semangat. (Ind)









