PALEMBANG — Rotasi kepemimpinan di lingkungan pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi bergulir. Rozali, S.Pd., M.Pd., kini dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Kepala SMA Negeri 17 Palembang, setelah sebelumnya sukses memimpin SMA Negeri 10 Palembang.
Rozali menjadi salah satu dari 43 kepala sekolah yang resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra, di Gedung Serbaguna UPTD BPPK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel pada Senin (8/6/2026).
Usai pelantikan, Rozali mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesiapannya dalam mengemban amanah baru ini. Ia menegaskan, langkah awal yang akan diambil adalah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi sekolah.
"Alhamdulillah, ini merupakan amanah dan tantangan bagi kami. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah mempelajari kondisi sekolah secara menyeluruh, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia (SDM), maupun sarana dan prasarana yang tersedia. Setelah itu, kami akan menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan sekolah," ujar Rozali saat diwawancarai.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik dan tantangan yang unik. Oleh sebab itu, pemetaan objektif sangat krusial sebelum menetapkan program pengembangan. Rozali berkomitmen untuk melanjutkan capaian positif SMAN 17 Palembang sekaligus menghadirkan inovasi demi mendongkrak kualitas pendidikan, prestasi siswa, serta profesionalisme tenaga pendidik.
Kawal Ketat SPMB 2026
Selain fokus pada pembenahan internal, tugas penting yang sudah di depan mata adalah mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 agar berjalan lancar, transparan, dan sesuai regulasi.
Rozali memaparkan bahwa SPMB tahap kedua di SMAN 17 Palembang akan menggunakan jalur Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 18 Juni 2026. Selanjutnya, calon peserta didik akan mengikuti Tes Potensi Akademik pada 23 Juni 2026.
"SMA Negeri 17 Palembang menyiapkan kuota sebanyak 360 siswa baru yang akan ditempatkan dalam 10 rombongan belajar (rombel). Setiap kelas akan diisi maksimal 36 siswa sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya secara rinci.
Dari total kuota tersebut, alokasi sebesar 50 persen dibuka melalui jalur TKA. Langkah ini diharapkan mampu menjaring calon peserta didik yang memiliki kompetensi akademik unggul dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Bangun Sinergi dan Kolaborasi
Rozali optimistis, dengan dukungan penuh dari seluruh ekosistem sekolah—mulai dari guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua siswa—SMAN 17 Palembang akan terus melejit sebagai salah satu sekolah unggulan.
"Keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah, tetapi merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh elemen. Karena itu, kami akan membangun kolaborasi yang kuat demi kemajuan SMA Negeri 17 Palembang ke depan," pungkasnya.








