PALEMBANG — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) membuat terobosan besar dalam memetakan dan mengurai persoalan klasik penumpukan calon peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Langkah solutif ini diambil dengan menambah sebaran Unit Sekolah Baru (USB) berstatus negeri di wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta daerah yang membutuhkan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, menegaskan langkah konkret perluasan akses pendidikan negeri ini berpusat di dua wilayah strategis, yakni Kota Palembang dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Di Palembang, Disdik Sumsel resmi mengalihstatuskan SMA Karya Ibu di Jalan Sosial KM 5 (Palimo) menjadi SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang.
Tidak hanya itu, untuk memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus, di lokasi Jalan Sosial tersebut juga didirikan unit Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri baru. Sementara di wilayah Muratara, pemerataan dilakukan melalui pendirian SMA Negeri Tapak Bening, sebuah sekolah baru yang dibangun atas sokongan bantuan CSR dari PT Kordi. Semua sekolah baru ini kini berada penuh di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Sumsel.
Solusi Strategis Pemerataan Kuota Siswa
Hadirnya SMAN Hayza Nur Ilmi di kawasan Palimo diproyeksikan mampu menjadi "katup penyelamat" bagi para orang tua murid yang seringkali terkendala jarak zonasi di tengah Kota Palembang.
Kepala SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Husaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penambahan sekolah negeri ini akan langsung berdampak pada keadilan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar.
"Dengan adanya penambahan sekolah negeri baru di Kota Palembang, sebaran kuota akan semakin merata. Ini adalah jawaban bagi masyarakat yang mengharapkan anaknya bisa masuk sekolah negeri namun seringkali terkendala aturan zonasi karena keterbatasan jumlah sekolah. Di sisi lain, bagi anak-anak di pedalaman Muratara, kehadiran SMAN Tapak Bening dipastikan akan sangat membantu mobilitas belajar mereka," kata Husaini.
Misi Sosial dan Kesiapan Daya Tampung
Sebagai sekolah yang lahir dari semangat perluasan akses, SMAN Hayza Nur Ilmi Palembang langsung menerapkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat marjinal. Husaini menegaskan, kuota jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu dipatok di atas 50 persen, dipadukan dengan program unggulan penguatan keagamaan.
Pada tahap awal operasionalnya, pihak sekolah telah menyiapkan 5 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas tampung sekitar 40 siswa per kelas. Koordinasi intensif terus berjalan bersama Bidang SMA dan Bidang PKLK Disdik Sumsel untuk menyempurnakan fasilitas penunjang belajar.
"Saat ini perbaikan ruangan kelas dan kelengkapannya terus kita kejar secara bertahap. Insya Allah, dalam waktu dekat sekolah ini akan di-launching secara resmi sebagai bentuk sosialisasi kepada publik. Bagi para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya, silakan datang langsung untuk melihat kesiapan kami di Jalan Sosial KM 5," kunci Husaini.
Indra media






