PALEMBANG — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Negeri 6 Palembang Tahun Ajaran 2026/2027 sukses diselenggarakan dengan nuansa berbeda. Selain mengenalkan lingkungan sekolah dan berbagai aktivitas siswa, sebanyak 564 peserta didik baru dibekali edukasi hukum mendalam mengenai penggunaan dunia digital secara bijak dan aman.
Kegiatan MPLS yang berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026 tersebut menghadirkan agenda khusus berupa penyuluhan hukum dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel). Penyuluhan mengusung tema “Keadaban dan Keamanan Digital serta Dampak Negatif Game dan Judi Online (Judol)” untuk membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan siber serta dampak buruk kecanduan teknologi.
Fokus Pembentukan Karakter dan Budaya Bebas Perundungan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 6 Palembang, Sri Haryani, M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang tak sekadar menjadi sarana adaptasi fisik sekolah, melainkan fondasi pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, siswa diajak mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Yang kami tekankan adalah bagaimana siswa mengimplementasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Misalnya membentuk karakter yang baik, gemar berolahraga, disiplin, bijak menggunakan media sosial, serta menerapkan budaya sekolah yang bebas dari bullying. Mereka juga diajarkan untuk rukun dengan teman dan menghormati sesama,” ujar Sri Haryani, M.Pd.
Selain pembekalan karakter dan edukasi hukum siber, para siswa baru disuguhi demonstrasi berbagai ekstrakurikuler seperti Paskibra, Pencak Silat, Pramuka, dan kegiatan minat-bakat lainnya untuk mendorong eksplorasi potensi diri secara positif.
Imbauan dan Harapan Kepala SMKN 6 Palembang
Menanggapi maraknya kasus tawuran, perundungan (bullying), hingga jeratan judi online yang kerap menyasar usia remaja di berbagai daerah, Kepala SMKN 6 Palembang memberikan imbauan tegas sekaligus harapan besar bagi seluruh peserta didik baru.
Pihak sekolah mengimbau para siswa untuk selalu menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater SMKN 6 Palembang. Siswa diminta memanfaatkan perangkat digital hanya untuk mendukung kegiatan belajar dan pengembangan potensi diri, bukan untuk tindakan destruktif.
“Kami mengimbau anak-anakku sekalian untuk benar-benar bijak dalam memilah informasi dan aktivitas di dunia digital. Jauhi judi online, hindari tawuran, dan katakan tidak pada bullying. Jadikan lingkungan sekolah sebagai wadah untuk mengeksplorasi potensi diri, mengukir prestasi, dan membangun persahabatan yang positif,”* tegas Kepala SMKN 6 Palembang.
Selain itu, Kepala Sekolah menggarisbawahi pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak di luar jam sekolah. Sinergi yang kuat antara orang tua dan pihak sekolah menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak terhindar dari pergaulan negatif.
“Mari bersama-sama kita saling mengingatkan anak-anak agar tidak terlibat tawuran, tidak membully teman, fokus belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan mereka. Harapan kami, 564 siswa baru ini tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, taat hukum, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,”* tutupnya. (Ind)








