PALEMBANG – Melangkah melampaui sekadar orientasi fisik biasa, SMP Negeri 13 Palembang sukses mengemas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi wadah edukasi yang inklusif dan protektif. Sebanyak 360 siswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat, dengan mengedepankan atmosfer yang aman dan ramah anak.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMPN 13 Palembang, Dewi Buana, S.E., mengonfirmasi bahwa seluruh pelaksanaan ini merupakan implementasi langsung dari petunjuk teknis Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan setempat.
“Hari pertama kami awali dengan pembukaan dan pelaksanaan MPLS Ramah. Kami ingin memastikan sejak awal bahwa sekolah ini adalah lingkungan yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru,” ungkap Dewi.
Selama rentang waktu lima hari tersebut, para siswa baru diajak beradaptasi secara menyeluruh. Mereka diperkenalkan dengan ekosistem sekolah, mulai dari ruang kelas, fasilitas ibadah di mushala, ruang Bimbingan Konseling (BK), hingga jajaran guru dan tenaga kependidikan yang akan membimbing mereka selama tiga tahun ke depan.
Benteng Pertahanan Dini Lewat Edukasi Antinarkoba
Salah satu perhatian utama dalam MPLS kali ini adalah pembekalan mental siswa dari potensi pengaruh negatif lingkungan luar. Selain materi wajib seperti tata tertib, kedisiplinan, pembentukan karakter, budaya sekolah, dan wawasan kebangsaan, pihak sekolah secara khusus menempatkan edukasi bahaya narkotika di puncak acara.
“Besok akan dilaksanakan penutupan MPLS sekaligus pemberian materi tentang bahaya narkoba. Ini krusial agar anak-anak kita memiliki pemahaman yang matang dan kesadaran penuh untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika sejak dini,” tegas Dewi.
Di sisi lain, Dewi juga memberikan permakluman terkait atribut siswa. Mengingat pendistribusian seragam SMP belum rampung secara menyeluruh, sebagian besar peserta masih mengenakan seragam sekolah dasar (SD) mereka, hal yang dinilai tidak mengurangi substansi dan semangat kegiatan.
Sekolah Ramah Sosial: Sambut Siswa Inklusif dan 9 Ekstrakurikuler
Penegasan SMPN 13 Palembang sebagai sekolah ramah anak dibuktikan dengan diterimanya 13 siswa berkebutuhan khusus pada tahun ajaran ini. Pihak sekolah berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan inklusif yang adaptif guna menjamin hak belajar yang setara bagi mereka.
Sebagai ruang pengembangan potensi, sekolah juga memperkenalkan 9 kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dan siap menampung bakat para siswa, seperti Pramuka, karate, bola voli, seni tari, seni musik, hadrah, hingga futsal.
"Tujuan akhir kami adalah membentuk karakter anak agar disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Selama ini, siswa-siswa kami kerap meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Tradisi juara inilah yang ingin kami tularkan kepada generasi baru ini," pungkas Dewi. (Red)








