PALEMBANG, 10 Juli 2026 – SMP Negeri 1 Palembang sukses merampungkan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan tahunan yang berlangsung selama lima hari ini dimulai sejak Senin, 6 Juli 2026, hingga resmi ditutup pada hari ini, Jumat, 10 Juli 2026. Tercatat sebanyak 475 siswa baru berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini yang terbagi ke dalam 11 rombongan belajar (rombel).
Pelaksanaan MPLS tahun ini diwarnai dengan lonjakan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMPN 1 Palembang. Tingginya minat ini berdampak pada penambahan kapasitas siswa di setiap kelas menjadi berkisar antara 43 hingga 44 siswa per kelas, melampaui kapasitas normal yang idealnya berjumlah 32 siswa.
Menyikapi keterbatasan sarana akibat lonjakan kuota tersebut, pihak manajemen sekolah bergerak cepat melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjamin kenyamanan belajar siswa baru. Pihak sekolah mengoptimalkan fasilitas internal dan menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah sekolah mitra guna meminjam meja serta kursi belajar tambahan.
"Tahun ini antusiasme masyarakat memang meningkat tajam. Akibatnya, per kelas diisi hingga 43 atau 44 siswa, dari normalnya yang hanya 32 anak. Kami sempat kekurangan meja dan kursi karena ada sarana yang rusak akibat faktor cuaca. Namun, sejak pagi tadi kami sudah berkoordinasi dengan sekolah lain, seperti SMPN 26 dan SMPN 43 yang siap mendukung perbaikan serta peminjaman aset. Untuk sementara waktu, kami juga memaksimalkan ruang penyimpanan internal dan kursi model kuliah agar seluruh siswa baru dipastikan mendapatkan fasilitas duduk yang layak," jelas H. Taufik Hidayat, S.Pd., S.H., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Palembang.
Guna memberikan bekal mental dan spiritual yang kokoh, MPLS SMPN 1 Palembang Tahun Pelajaran 2026/2027 menitikberatkan pada program edukasi preventif yang komprehensif. Sekolah secara khusus menggandeng berbagai instansi eksternal yang kompeten, meliputi jajaran Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Dinas Kesehatan guna memberikan pemaparan materi strategis secara langsung kepada para peserta didik baru.
Sinergi bersama Kepolisian diwujudkan melalui pemberian edukasi mendalam mengenai pencegahan, dampak, dan penanganan tindakan perundungan (anti-bullying), tata tertib berpakaian, hingga etika beristirahat secara tertib. Sementara itu, kehadiran unsur BIN difokuskan pada penanaman wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan rasa nasionalisme yang kuat untuk menangkal paparan radikalisme sejak dini. Dinas Kesehatan turut ambil bagian memberikan edukasi seputar pola hidup sehat di lingkungan sekolah serta pencegahan bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).
Selain fokus pada materi keamanan dan kesehatan, kurikulum MPLS SMPN 1 Palembang juga dirancang adaptif terhadap tantangan zaman melalui penyampaian materi bijak bermedia sosial serta kampanye bahaya judi online (judol) yang saat ini tengah marak menyasar generasi muda.
"Tujuan utama dari seluruh rangkaian MPLS ini adalah membimbing anak-anak agar dapat mengenali lingkungan baru mereka dengan baik, memahami potensi diri, serta mampu beradaptasi secara harmonis dengan teman sebaya maupun seluruh warga sekolah. Dengan orientasi yang matang ini, kami optimis proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke depan dapat berjalan dengan lancar, kondusif, dan melahirkan prestasi," tambah H. Taufik.
Rangkaian MPLS selama satu pekan ini ditutup secara resmi pada Jumat siang melalui agenda evaluasi, unjuk kreativitas "Jejak Rimba", sesi interaktif (*ice breaking*) yang dikomandoi oleh pengurus OSIS, serta pembacaan pengumuman penghargaan bagi kelompok peserta terbaik. (Red)










