BANYUASIN, 10 Juni 2026 – Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Danrem 044/Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud menghadiri upacara penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpusat Pelatihan *Driver* dan Operator Kendaraan Pemadam Kebakaran TA 2026. Upacara yang berlangsung di Lapangan Yonarhanud 12/SBP, Kabupaten Banyuasin, pada Selasa (9/6/2026) ini dipimpin langsung oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis.
Pelatihan strategis ini diikuti oleh personel TNI dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kerja Kodam II/Sriwijaya.
Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para instruktur, penyelenggara, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh dedikasi dan disiplin.
"Saya berharap seluruh materi yang telah diberikan—mulai dari teori, simulasi berkendara darurat, pengoperasian sistem pompa pemadam kebakaran, hingga manajemen keselamatan kerja—dapat menjadi bekal berharga dalam pelaksanaan tugas nyata di lapangan," ujar Pangdam.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Ujang Darwis menekankan empat poin penting kepada para lulusan pelatihan:
1. Menjaga dan mengasah kemampuan teknis secara berkelanjutan.
2. Merawat kendaraan operasional secara berkala agar selalu siap pakai.
3. Selalu mengutamakan faktor keselamatan kerja (*safety*) saat bertugas.
4. Memperkuat koordinasi dan kekompakan tim dalam penanggulangan karhutla.
Langkah Strategis Hadapi Ancaman Karhutla
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa bimtek ini merupakan langkah taktis dan strategis untuk mengantisipasi potensi ancaman Karhutla di wilayah Sumsel dan Babel yang kerap menjadi perhatian nasional.
“Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Kita semua berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan masing-masing, sehingga mampu mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara optimal,” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud usai kegiatan.
Danrem juga menambahkan bahwa kecanggihan alat pemadam tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya operator yang mumpuni.
"Keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang memadai, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang terlatih, disiplin, dan mampu bekerja sama secara efektif di bawah tekanan," imbuhnya.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata dan komitmen berkelanjutan dari Kodam II/Sriwijaya beserta jajarannya, termasuk Korem 044/Gapo, dalam memperkuat kapasitas personel demi memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan kelestarian lingkungan dari ancaman kabut asap.








