JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan alasan strategis di balik keputusannya untuk menerima jabatan sebagai Penasihat Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperjuangkan nasib kaum buruh dari dalam sistem pemerintahan.
Wawancara tersebut berlangsung di lingkungan Istana Negara, Jakarta, pasca-diskusi intensif yang dilakukan internal KSPI serta elemen buruh lainnya.
Berjuang dari Dalam System
Said Iqbal menegaskan bahwa keputusan bergabung dengan pemerintah bukan tanpa pertimbangan matang. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk ijtihad politik untuk memberikan keseimbangan kebijakan.
"Saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap apa-apa yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh," ujar Said Iqbal kepada awak media.
Ia menambahkan, kesamaan visi dan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil menjadi faktor pendorong utama bagi kelompok buruh untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan.
"Secara platform perjuangan, keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil—termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru—yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan," jelasnya.
Menyeimbangkan Suara Pemilik Modal
Lebih lanjut, Said Iqbal menyoroti ketimpangan masukan yang diterima pemerintah selama ini, yang dinilai lebih didominasi oleh kelompok pengusaha atau pemilik modal. Ia menyebut sejumlah nama tokoh yang kerap diasosiasikan sebagai representasi kepentingan tersebut.
"Kawan-kawan pengusaha kan, misal ya, kita selalu melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, Pak Airlangga, Pak Bahlil, Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal. Yang dari buruh kan tidak ada," tuturnya.
Oleh karena itu, kehadiran dirinya di lingkaran istana diharapkan mampu menjadi penyeimbang agar regulasi yang lahir tidak melulu menguntungkan satu pihak, melainkan juga berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Tetap Kritis dan Demokratis
Meski kini berada di dalam struktur pemerintahan, Said Iqbal menjamin bahwa KSPI tidak akan kehilangan taringnya. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dirasa merugikan kaum pekerja.
"Secara demokratis, [jabatan ini] tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan," pungkas Said Iqbal menutup wawancara.








