PALEMBANG – Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2026 yang dipusatkan di SMKN 2 Palembang tak sekadar menjadi arena adu keterampilan siswa vokasi. Kegiatan ini juga menghadirkan dampak positif bagi pelaku usaha lokal melalui kolaborasi antara Yes’r Entertainment, Lembaga Sertifikasi Halal, dan UMKM binaan yang ikut meramaikan area pameran.
Atmosfer kegiatan terasa lebih hidup dengan hadirnya berbagai stan kuliner dan produk kreatif lokal yang berdampingan dengan pameran karya siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel. Kehadiran sektor UMKM dalam event pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.
Sebagai pihak yang dipercaya mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Yes’r Entertainment kembali menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola event berskala besar dengan konsep yang lebih modern dan interaktif.
CEO Yes’r Entertainment, Suci Citra Resmita, menyampaikan bahwa pelaksanaan LKS di SMKN 2 Palembang merupakan bagian dari agenda berkelanjutan yang telah dilakukan di sejumlah sekolah sebelumnya.
Menurutnya, antusiasme peserta dan pengunjung menjadi indikator bahwa event pendidikan kini mampu dikemas layaknya festival kreatif yang menarik perhatian publik luas.
“Rangkaian kegiatan ini terus berjalan dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Setelah sebelumnya digelar di beberapa sekolah, kini kami hadir di SMKN 2 Palembang dengan konsep yang lebih meriah dan kolaboratif,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada kemeriahan acara, Yes’r Entertainment juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal dengan menghadirkan sejumlah UMKM pilihan untuk ikut memasarkan produk mereka selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, momentum berkumpulnya pelaku usaha dimanfaatkan oleh Lembaga Sertifikasi Halal untuk memberikan edukasi terkait pentingnya legalitas produk halal. Melalui layanan fasilitasi sertifikasi halal gratis program Sehati, para pelaku UMKM diajak untuk mulai meningkatkan standar usaha mereka agar mampu bersaing lebih luas.
Perwakilan Lembaga Sertifikasi Halal, Herli Putra, menegaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman.
“Produk halal bukan hanya soal label, tetapi juga bentuk kepercayaan konsumen yang harus dibuktikan secara resmi melalui legalitas,” jelasnya.
Layanan pendampingan tersebut disambut baik oleh para pelaku UMKM yang hadir di area pameran. Salah satunya datang dari usaha kuliner Pempek Cek Ima atau CIMA yang telah berdiri sejak 2015 dan kini mulai menjangkau pasar luar daerah hingga luar negeri.
Owner Pempek Cek Ima mengungkapkan bahwa permintaan produk terus meningkat, terutama untuk pengiriman ke berbagai kota besar seperti Jakarta dan Jambi. Bahkan, produk pempek mereka juga mulai diminati konsumen dari Malaysia.
Kehadiran UMKM dalam gelaran LKS 2026 menjadi warna tersendiri yang memperlihatkan potensi ekonomi kreatif Sumatera Selatan. Kolaborasi antara penyelenggara event, lembaga sertifikasi halal, dan pelaku usaha lokal dinilai mampu menciptakan ruang promosi sekaligus penguatan daya saing UMKM di tengah perkembangan industri kreatif daerah.







