PALEMBANG – Insiden dugaan pengeroyokan menimpa seorang tenaga medis di Kota Palembang. Korban berinisial RZ, yang merupakan seorang dokter di Puskesmas Dempo sekaligus panitia *Car Free Night* (CFN), diduga menjadi korban kekerasan pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Jalan Dempo Luar.
Peristiwa tersebut diduga melibatkan lima orang juru parkir (jukir) yang bertugas di kawasan parkir resmi CFN.
Tanggapan Puskesmas dan Dinas Kesehatan
Kepala Puskesmas Dempo, Merri, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan teknis lebih lanjut.
“Saya tidak memiliki wewenang untuk memberikan keterangan. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Dinas Kesehatan,” ujarnya saat ditemui pada Senin (27/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Afrina, mengarahkan agar konfirmasi detail dilakukan melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) yang mendampingi korban saat kejadian.
“Silakan ke Kabid Yankes saja, karena dia yang mendampingi waktu itu,” jelas Fenty.
Status Juru Parkir dan Penanganan Hukum
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang melalui Kabid Wasdal Ops, AK Julyanzah, membenarkan informasi mengenai dugaan pengeroyokan ini dan menyatakan bahwa kasusnya telah ditangani oleh pihak berwajib.
“Iya, informasinya memang demikian, namun saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” kata Julyanzah.
Terkait status juru parkir yang terlibat, Julyanzah memberikan klarifikasi bahwa pengelolaan jukir di kawasan CFN berada di bawah wewenang Dinas Pariwisata Kota Palembang, di mana dalam pelaksanaannya dibentuk organisasi sadar wisata untuk menentukan petugas di lapangan.
“Jukir CFN itu ditunjuk oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang. Kami dari Dishub hanya sebatas melakukan pengawasan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pariwisata Kota Palembang melalui Sekretaris Dinas, Irman, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang melibatkan personel di bawah pengawasannya tersebut.
Editorial : Indra Media grup






