PALEMBANG – Rasa haru dan senyum kebanggaan tak lepas dari wajah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd. Pasalnya, kontingen atlet disabilitas intelektual asal Sumsel sukses menorehkan prestasi gemilang di ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) ke-II di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bukan sekadar berpartisipasi, kontingen yang hanya berkekuatan enam orang atlet ini secara mengejutkan mampu memborong 10 medali dan menembus peringkat ke-9 dari sekitar 26 provinsi se-Indonesia yang ikut serta.
"Alhamdulillah hari ini anak-anak sudah kembali dari NTT. Kita masuk 10 besar nasional dengan jumlah atlet yang sangat terbatas. Dari 8 cabang olahraga yang diperlombakan, kita hanya mengikuti 4 cabang, dan luar biasanya semuanya sukses menyumbangkan medali," ungkap Mondyaboni saat menyambut para atlet kebanggaan Sumsel tersebut.
Menurutnya, pencapaian ini adalah indikator nyata bahwa Sumatera Selatan merupakan daerah yang sangat peduli dengan kesetaraan pendidikan, baik di tingkat SMA, SMK, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Ia menegaskan bahwa ruang ekspresi untuk anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diberikan secara merata, mulai dari bidang seni, olahraga, hingga akademik.
Kadisdik juga menaruh harapan besar agar para atlet tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuan mereka. Ke depan, ia berharap ada perwakilan atlet istimewa dari Sumsel yang mampu melenggang ke kancah internasional.
"Kepada seluruh orang tua, kita patut berbangga. Anak-anak istimewa ini adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita jaga dan dukung bersama-sama, baik dari pihak orang tua, sekolah, maupun kami di Dinas Pendidikan," tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Sumsel sekaligus pelatih kontingen, Sarjana, S.Pd., merincikan 10 medali yang diraih anak asuhnya terdiri dari 3 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Berikut adalah rincian pahlawan olahraga SOIna Sumsel yang berhasil menyumbangkan medali tersebut:
- Muh. Yusup (Renang): 2 Medali Emas dan 1 Perunggu.
- Marrcel (Renang): 1 Medali Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu.
- Reka Okta Pratama (Bocce): 1 Medali Perak.
- Safira (Bocce): 1 Medali Perunggu.
- Andre Risky Asravin (Tenis Meja): 1 Medali Perak.
- Akbar Insani (Atletik): 1 Medali Perunggu.
"Kekuatan kita kali ini hanya enam atlet karena jarak ke NTT cukup jauh. Ini berbeda dengan Pesonas 2022 di Semarang di mana kita bisa mengirim 38 atlet. Musuh di NTT banyak sekali, ada provinsi yang mengirim 200 sampai 300 atlet. Namun dengan enam atlet, kita bisa menghasilkan pencapaian yang sangat luar biasa," beber Sarjana yang telah mengabdi sebagai pelatih anak tunagrahita sejak tahun 1995.
Pria yang baru saja purnatugas sebagai guru ini menceritakan bahwa kunci utama melatih anak disabilitas, khususnya Down Syndrome seperti atlet andalannya, Reka dan Safira di cabang Bocce, adalah kesabaran ekstra dan kasih sayang layaknya orang tua sendiri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan dan stakeholder, mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, Bank SumselBabel, Ketua SOIna Sumsel, hingga Dinas Pendidikan. Ia berharap, keberhasilan ini menjadi jalan pembuka bagi atlet dan pelatih Sumsel untuk menembus ajang Special Olympics World Games pada tahun 2027 mendatang. (Indra/Red)
