Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Berikan dukungan & support untuk Media ini. Terima kasih

Dukungan Anda Sangat Berarti Untuk Kami
Top Ads Mobile

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadiri Aksi Solidaritas di Polda Sumsel, Dr. Conie: Kekerasan pada Jurnalis Injak-Injak Nilai Kemanusiaan

Kamis, 15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T10:46:01Z

 


PALEMBANG — Komisaris media online nasional Indodaily.co, Dr. Conie Pania Putri, S.H., M.H., menyatakan solidaritas penuh terhadap dua jurnalis yang diduga menjadi korban pengeroyokan saat meliput aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), Selasa (13/10/2026).


Sikap tegas tersebut ditunjukkan Conie dengan langsung menghadiri aksi solidaritas pers yang digelar oleh Koalisi Pers Sumsel di kawasan flyover Polda Sumsel, Kamis (15/10/2026). Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral bagi para pekerja media, tetapi juga sebagai penegasan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian hukum yang jelas.


Bagi Conie, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut profesi jurnalistik secara sempit, melainkan telah menyentuh nilai-nilai dasar kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan pers yang menjadi pilar penting dalam kehidupan demokrasi.


“Saya sengaja membersamai rekan-rekan media karena rasa solidaritas, rasa perikemanusiaan, dan rasa satu perjuangan dengan teman-teman media di sini. Kami merasa sangat terinjak-injak hati kami ketika teman-teman jurnalis diperlakukan dengan tidak manusiawi,” ujar Conie di tengah-tengah massa aksi.


Menurutnya, dugaan kekerasan terhadap jurnalis merupakan persoalan serius yang wajib mendapat perhatian semua pihak. Jurnalis mengemban tanggung jawab profesional untuk mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika meliput situasi di lapangan yang berpotensi memanas. Dalam menjalankan tugas mulia tersebut, keselamatan jurnalis mutlak dilindungi oleh undang-undang.


Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Pengamanan

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Conie Pania Putri mendesak agar setiap dugaan kekerasan terhadap pekerja media ditangani secara serius, transparan, dan profesional oleh pihak berwenang. Pengusutan menyeluruh diperlukan guna mengungkap fakta sebenarnya serta meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.


Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap prosedur pengamanan aksi massa di lapangan agar insiden serupa tidak berulang di masa mendatang. Keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas bersama, termasuk bagi aparat keamanan yang bertugas menjaga ketertiban.


“Rekan-rekan jurnalis dilindungi oleh undang-undang dalam menyelenggarakan dan melaksanakan tugasnya. Kami berharap pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum, dan hak-hak korban mendapatkan perlindungan serta keadilan,” tegasnya.


Suarakan Hak Publik atas Informasi

Aksi yang dimotori oleh Koalisi Pers Sumsel ini mengusung seruan utama: “Hentikan Kekerasan, Tegakkan Hukum, Lindungi Kerja Jurnalistik.” Selain menuntut pengusutan tuntas kasus pengeroyokan, koalisi juga mendesak evaluasi total terhadap fungsi pengamanan aksi massa serta pencopotan Direktur Intelkam Polda Sumsel sebagai bentuk pertanggungjawaban jabatan atas potensi konflik yang gagal diantisipasi.


Menanggapi hal tersebut, Conie memandang bahwa solidaritas yang ditunjukkan insan pers hari ini merupakan cerminan kepedulian bersama terhadap keselamatan sesama profesi sekaligus kekuatan moral untuk menjaga marwah kebebasan pers.


Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers bukan hanya kepentingan internal jurnalis atau perusahaan media semata, melainkan berkaitan langsung dengan hak masyarakat luas untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang.


“Ketika jurnalis diintimidasi atau diserang, dampaknya dirasakan oleh publik karena akses informasi menjadi terhambat. Karena itu, mari bersama-sama kita hormati profesi jurnalis, tolak segala bentuk kekerasan, dan wujudkan lingkungan kerja jurnalistik yang aman, bebas, serta profesional di Sumatera Selatan,” tutupnya. (Indra/Red)

×
Berita Terbaru Update